Survei: 52% Orang Jakarta Jadikan Junk Food Sebagai Sarapan (Foto: rd)
Survei: 52% Orang Jakarta Jadikan Junk Food Sebagai Sarapan (Foto: rd)

Survei: 52% Orang Jakarta Jadikan Junk Food Sebagai Sarapan

Rona kesehatan
Elang Riki Yanuar • 20 Agustus 2016 13:21
medcom.id, Jakarta: World Health Organization (WHO) pernah menyatakan bahwa junk food alias makanan rendah gizi adalah yang mengandung jumlah lemak yang besar, garam, gula, kalori dan rendah nutrisi, vitamin, mineral dan serat. Makanan tersebut seperti makanan cepat saji, gorengan, makanan kaleng, soft drink, permen, asinan hingga makanan ringan.
 
Junk food berarti makanan sampah atau makanan nir-nutrisi atau dalam kata lain makanan yang tidak memiliki nilai gizi yang cukup bagi tubuh.
 
Menurut survei yang Qraved lakukan kepada 13,890 koresponden, sebanyak 92% orang sadar bahwa junk food tidak memiliki nilai gizi dan manfaat bagi tubuh mereka. Namun, mereka terus mengonsumsi makanan tersebut. Bahkan, sebanyak 52% orang Jakarta menjadikan junk food sebagai alternatif sarapan mereka.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


"Sejumlah 62% koresponden mengaku mengonsumsi junk food karena praktis dan mudah untuk mendapatkannya. Kemudian 19% mengaku menyantap junk food karena rasanya yang enak. Terakhir sebanyak 18% mengaku melahap junk food karena kesibukan kerja mereka," bunyi keterangan tertulis yang diterima Metrotvnews.com.
 
Kurangnya pemahaman warga mengenai apa itu junk food menjadi salah satu alasan tingginya jumlah konsumsi junk food di Jakarta. Banyak orang yang terkecoh dengan arti junk food.
 
Setidaknya ada 57% koresponden mengartikan junk food sebagai makanan dari restoran cepat saji (fast food) seperti burger dan ayam tepung. Selain itu, 89% orang juga tidak melakukan pengecekan tentang kandungan nutrisi dalam tabel nutrisi pada kemasan junk food yang dikonsumsi.
 
Berdasarkan jenis makanannya, fast food menempati peringkat teratas sebagai makanan junk food yang paling sering dikonsumsi dengan jumlah 71%. Selanjutnya, gorengan dan makanan ringan menjadi junk food kedua yang sering dikonsumsi dengan jumlah 26%.
 
Ketiga adalah makanan kaleng dan soft drink (minuman bersoda) dengan jumlah 2% dan terakhir adalah makanan jenis permen dan asinan dengan jumlah 1%.
 
Junk food tentu memiliki dampak buruk bagi kesehatan seperti obesitas, jantung, diabetes, stroke, kecanduan dan melemahkan sistem kekebalan tubuh.
 
"Berdasarkan hasil survei, 45% orang mengkonsumsi junk food tiga kali per minggu. Kemudian sebanyak 20% mengaku mengonsumsi junk food dua kali per minggu, 18% koresponden mengonsumsi hanya satu kali junk food per minggu, kemudian 9% mengonsumsi junk food lebih dari lima kali per minggu, terakhir 8% koresponden menyatap 4 kali junk food dalam seminggu," paparnya.
 
 
 
(ELG)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif