Berikut daftar negara dengan internet tercepat dan terlambat di dunia berdasarkan Ookla Speedtest Global Index, dari Singapura hingga Timor Leste.
Berikut daftar negara dengan internet tercepat dan terlambat di dunia berdasarkan Ookla Speedtest Global Index, dari Singapura hingga Timor Leste.

Daftar Negara dengan Internet Tercepat dan Terlambat di Dunia, Siapa Paling Ngebut?

Lufthi Anggraeni • 03 Agustus 2026 08:06
Ringkasnya gini..
  • Singapura memimpin internet rumah tercepat, sementara Uni Emirat Arab unggul pada jaringan seluler.
  • Timor Leste, Kuba, Afghanistan, Yaman, dan Suriah masuk daftar negara dengan internet paling lambat.
  • Data Ookla menunjukkan kesenjangan besar kualitas internet antarnegara masih sangat lebar.
Jakarta: Kecepatan internet menjadi salah satu indikator penting dalam mendukung aktivitas digital masyarakat modern. Dari bekerja secara daring, belajar, menikmati layanan streaming, hingga bermain game online, semuanya bergantung pada kualitas jaringan internet yang tersedia.
 
Perbedaan infrastruktur telekomunikasi, investasi jaringan, hingga kebijakan pemerintah membuat kecepatan internet di setiap negara tidak sama. Ada negara yang mampu menghadirkan kecepatan internet ratusan megabit per detik (Mbps), sementara negara lain masih harus berjuang dengan koneksi yang hanya mencapai beberapa Mbps.
 
Berdasarkan data terbaru dari Ookla Speedtest Global Index, terdapat perbedaan yang sangat mencolok antara negara dengan internet tercepat dan negara dengan koneksi paling lambat di dunia. Singapura dan Uni Emirat Arab (UEA) masih menjadi pemimpin di masing-masing kategori, sedangkan Timor Leste dan Kuba termasuk negara dengan kecepatan internet paling rendah. 

Negara dengan Internet Tercepat

Singapura mempertahankan posisinya sebagai negara dengan layanan fixed broadband atau internet rumah tercepat di dunia. Berdasarkan data Ookla Speedtest Global Index, rata-rata kecepatan unduh (download) internet tetap di negara tersebut berada pada kisaran 372,02 Mbps hingga 447,75 Mbps.

Kecepatan ini memungkinkan pengguna menikmati berbagai aktivitas digital secara bersamaan, seperti streaming video resolusi tinggi, konferensi video, hingga mengunduh file berukuran besar dalam waktu singkat. 
 
Sementara itu, Uni Emirat Arab (UEA) menjadi negara dengan jaringan internet seluler tercepat di dunia. Kecepatan rata-rata unduh pada jaringan mobile di negara tersebut tercatat mencapai 314,49 Mbps hingga 672,87 Mbps.
 
Angka tersebut menunjukkan kualitas jaringan seluler yang sangat tinggi sehingga pengguna dapat menikmati pengalaman internet berkecepatan tinggi tanpa harus bergantung pada koneksi Wi-Fi. Selain Singapura dan UEA, Prancis serta Hong Kong juga masuk dalam jajaran negara dengan koneksi internet tercepat.
 
Untuk layanan internet kabel maupun Wi-Fi, Prancis mencatat rata-rata kecepatan sekitar 315,38 Mbps, sedangkan Hong Kong berada di kisaran 310,24 Mbps. Kecepatan tersebut menempatkan kedua wilayah tersebut sebagai salah satu yang terbaik secara global. 
 
Tingginya kecepatan internet di negara tersebut umumnya didukung oleh pembangunan infrastruktur jaringan yang matang, adopsi teknologi terbaru, serta investasi berkelanjutan pada sektor telekomunikasi.
 
Daftar Negara dengan Internet Tercepat dan Terlambat di Dunia, Siapa Paling Ngebut?

Negara dengan Internet Terlambat

Di sisi lain, masih terdapat sejumlah negara yang menghadapi tantangan besar dalam menghadirkan akses internet berkecepatan tinggi. Timor Leste menjadi salah satu negara dengan rata-rata kecepatan internet paling rendah, baik untuk jaringan seluler maupun internet kabel. 
 
Berdasarkan data Ookla Speedtest Global Index, kecepatan unduh di negara tersebut hanya berada pada kisaran 2,50 Mbps hingga 3,34 Mbps. Kecepatan tersebut jauh tertinggal dibandingkan dengan negara yang berada di peringkat teratas dunia. 
 
Kuba juga masuk dalam daftar negara dengan koneksi internet paling lambat. Negara ini memiliki rata-rata kecepatan sekitar 3,84 Mbps. Rendahnya kecepatan internet disebut dipengaruhi oleh keterbatasan infrastruktur telekomunikasi serta pembatasan akses internet yang masih berlaku. 
 
Selain itu, Afghanistan, Yaman, dan Suriah turut menempati posisi terbawah dalam daftar kecepatan internet global. Ketiga negara tersebut mencatat rata-rata kecepatan unduh yang berkisar antara 1,71 Mbps hingga 5,07 Mbps, menjadikannya sebagai wilayah dengan akses internet relatif lambat dibandingkan dengan sebagian besar negara lain. 
 
Kecepatan internet yang rendah dapat berdampak pada berbagai aktivitas masyarakat, dari keterbatasan akses layanan digital, proses pembelajaran daring, hingga produktivitas pekerjaan yang membutuhkan koneksi internet stabil.
 
Perbedaan yang sangat besar antara negara dengan internet tercepat dan terlambat menunjukkan bahwa pemerataan infrastruktur digital masih menjadi tantangan di berbagai belahan dunia. Sementara beberapa negara telah mampu menghadirkan layanan internet berkecepatan ratusan Mbps, sebagian lainnya masih harus meningkatkan kualitas jaringan agar masyarakat dapat menikmati akses internet lebih cepat dan andal.
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(MMI)




TERKAIT

BERITA LAINNYA