Bijak Mengonsumsi Santan Saat Lebaran
Sebelum menyantap semua hidangan tersebut, alangkah baiknya Anda mengetahui kandungan santan. (Foto: Nathan Dumlao/Unsplash.com)
Jakarta: Rendang, ketupat, opor ayam merupakan beberapa jenis makanan yang paling umum disajikan masyarakat saat Lebaran Idulfitri. Kesamaan dari ketiga jenis makanan tersebut adalah terbuat dari santan.

Sebelum menyantap semua hidangan tersebut, alangkah baiknya Anda mengetahui kandungan santan. Sehingga Anda dapat bijak dalam mengonsumsi sari pati buah kelapa tersebut.

Dilansir dari Livestrong, santan merupakan sumber lemak jenuh dan kalori yang dapat meningkatkan kolesterol jahat (Low-density Lipoprotein/LDL). Satu cangkir santan mengandung 42,7 g lemak jenuh. Namun tidak semua orang yang rutin mengonsumsi santan mengalami peningkatan kolesterol. 


Menurut penelitian yang dilakukan oleh A.F. Feranil, seorang peneliti di Universitas San Carlos di Filipina, mempelajari efek konsumsi santan terhadap kesehatan 1.839 wanita Filipina pascamenopause. 

Menurut hasil penelitian yang diterbitkan Asia Pacific Journal of Clinical Nutrition tahun 2011, konsumsi minyak kelapa, baik dalam santan atau bentuk lain berkorelasi terhadap peningkatan kolesterol baik (High density Lipoprotein/HDL) yang melindungi jantung. Minyak kelapa dinilai tidak mengubah kadar kolesterol atau trigliserida LDL wanita.


(Dikutip dari Healthline, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol kolesterol adalah dengan berolahraga. Kebiasaan baik tersebut juga mengurangi LDL berbahaya dan meningkatkan HDL yang menguntungkan. Foto: Jonas Dücker/Unsplash.com)

(Baca juga: Apa yang Terjadi jika Tubuh Mengidap Kolesterol Tinggi?)

Meskipun begitu, temuan tersebut dianggap tidak memberikan alasan kuat orang mengonsumsi santan secara berlebihan. Sebab, studi ini tidak menghilangkan faktor yang juga dapat menjelaskan tingkat HDL yang lebih tinggi, seperti berat badan yang lebih rendah atau tingkat olahraga yang lebih tinggi. 

Oleh kareanya, sangat disarankan bijak dalam mengonsumsi santan. Selain membatasi, Anda juga harus mengetahui cara mudah mengontrol kolesterol tetap normal.

Dikutip dari Healthline, salah satu cara yang bisa dilakukan untuk mengontrol kolesterol adalah dengan berolahraga. Kebiasaan baik tersebut juga mengurangi LDL berbahaya dan meningkatkan HDL yang menguntungkan.

Selain itu, Anda juga bisa mengontrol kolesterol dengan berhenti merokok. Sebab, mengonsumsi produk tembakau itu mengubah cara tubuh menangani kolesterol.

Dalam sebuah penelitian di Asia Pasifik, merokok dikaitkan dengan penurunan tingkat HDL. Untungnya, berhenti merokok dapat membalikkan efek berbahaya ini.






(TIN)