Gejala Awal Berikut Ini Berkaitan dengan Demensia

Raka Lestari 07 November 2018 12:43 WIB
demensia
Gejala Awal Berikut Ini Berkaitan dengan Demensia
Berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin dapat berkaitan dengan demensia, termasuk salah satunya sering mengantuk. (Foto: Wes Hicks/Unsplash.com)
Jakarta: Demensia adalah istilah umum yang digunakan untuk menggambarkan penyakit yang terkait dengan kehilangan memori seperti penyakit Alzheimer. Ada beberapa hal yang diketahui dapat menjadi penyebabnya, seperti tekanan darah tinggi atau cedera otak traumatis.

Tapi seperti yang baru-baru ini ditemukan oleh penelitian terbaru, ada juga beberapa hal yang sangat tidak terduga yang terkait dengan demensia juga.

Dr Luqman Lawal, MD, mengatakan bahwa, "Demensia terjadi ketika neuron yang sehat di otak berhenti bekerja, yang mengakibatkan hilangnya fungsi kognitif."


"Kurangnya kemampuan untuk memecahkan masalah dan mengingat hal-hal yang telah terjadi pada mereka, sehingga memengaruhi rutinitas sehari-hari mereka."

Karena demensia cukup umum, berikut ini adalah beberapa hal yang mungkin dapat berkaitan dengan demensia, dikutip dari Bustle.

1. Gangguan pendengaran
Sebuah studi yang dilakukan pada tahun 2011 dari John Hopkins School of Medicine menemukan bahwa peserta yang mengalami gangguan pendengaran ringan hingga berat lebih mungkin mengalami demensia.  

"Ketika Anda mengalami gangguan pendengaran, otak Anda harus bekerja keras untuk mengimbangi kurangnya input pendengaran," kata Dr Lawal.

"Ketika ini berlanjut selama bertahun-tahun dan orang-orang tidak mendapatkan bantuan untuk mengatasi gangguan pendengaran mereka, otak dapat melemah yang dapat meningkatkan risiko mengembangkan demensia."

(Baca juga: Gaya Hidup Sehat Turunkan Risiko Demensia hingga 20 Persen)


(Disebutkan jurnal Diabetologia orang-orang yang memiliki kadar gula darah lebih tinggi memiliki tingkat penurunan kognitif yang lebih cepat daripada mereka yang memiliki tingkat yang lebih normal. Foto: /Unsplash.com)

2. Herpes
Penelitian terbaru yang diterbitkan dalam jurnal Frontiers in Aging Neuroscience menemukan kaitan antara virus herpes simplex tipe 1 (HSV-1), yang sering menyebabkan sariawan, dan penyakit Alzheimer.

Para peneliti melihat data lebih dari 8.000 orang dewasa di atas usia 50 tahun yang menderita herpes dan membandingkan mereka dengan lebih dari 25.000 orang yang tidak.

Hasilnya ditemukan bahwa mereka dengan virus herpes 2,5 kali lebih mungkin mengembangkan demensia dibandingkan mereka yang tidak.

Para peneliti juga menemukan bahwa orang yang terinfeksi HSV-1 membawa gen spesifik yang terkait dengan penyakit Alzheimer, yaitu ApoE4. Gen ini diketahui meningkatkan risiko untuk mengalami demensia.

3. Selalu merasa ngantuk di siang hari
Sebuah studi pada tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Sleep menemukan kaitan antara gangguan tidur dan penyakit Alzheimer. Merasa mengantuk berlebihan di siang hari adalah gejala umum dari beberapa gangguan tidur seperti insomnia atau sleep apnea.

Menurut penelitian, orang-orang yang mengatakan mereka sering merasa tidur di siang hari sekitar tiga kali lebih mungkin untuk menunjukkan tanda-tanda penyakit Alzheimer di otak.

4. Mengonsumsi terlalu banyak gula
Dalam sebuah studi di tahun 2018 yang diterbitkan dalam jurnal Diabetologia, para peneliti mengamati lebih dari 5.100 orang dewasa selama 10 tahun. Orang-orang yang memiliki kadar gula darah lebih tinggi memiliki tingkat penurunan kognitif yang lebih cepat daripada mereka yang memiliki tingkat yang lebih normal.

Menurut Alzheimer Society, demensia adalah semacam sejenis diabetes otak. Otak orang dengan diabetes dan demensia serupa dengan cara glukosa tidak digunakan dengan benar di otak. Ketika ini terjadi, itu dapat mengurangi kemampuan otak untuk berfungsi sebagaimana mestinya.

5. Polusi udara
Sebuah studi pada tahun 2017 dari University of Southern California menemukan hubungan antara polusi udara dan demensia pada wanita yang lebih tua. Menghirup racun dapat meningkatkan peradangan dalam tubuh.

Jika seseorang memiliki gen Alzheimer, paparan terlalu banyak dari waktu ke waktu untuk partikel-partikel beracun dapat "memperburuk dan meningkatkan" penyakit demensia.





(TIN)

metro tv
  • Opsi Opsi
  • kick andy Kick Andy
  • economic challenges Economic Challenges
  • 360 360

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id