Seorang karyawan Hamilton Medical AG menguji ventilator di pabrik, (Foto: Insider)
Seorang karyawan Hamilton Medical AG menguji ventilator di pabrik, (Foto: Insider)

Beda Fungsi Ventilator dengan Respirator

Rona Virus Korona virus corona covid-19
Raka Lestari • 23 April 2020 06:00
Jakarta: Ventilator dan respirator merupakan alat-alat kesehatan yang saat ini kebutuhannya terus meningkat. Tepatnya seiring dengan peningkatan jumlah pasien yang terinfeksi covid-19.
 
Cara menggunakan ventilator dan respirator memang cukup mirip. Yaitu dengan menutup sebagian besar mulut dan hidung. Kendati begitu, sebenarnya keduanya memiliki fungsi yang berbeda.

Ventilator membantu pasien untuk bernapas

Ventilator adalah perangkat medis yang digunakan dalam pengaturan perawatan intensif. Mesin tersebut membantu pasien yang kesulitan bernapas atau tidak bisa bernapas sendiri.
 
"Apa yang dilakukan oleh ventilator adalah mengambil alih pernapasan pasien. Itu yang dilakukan dengan cara yang sangat spesifik," kata Dr Burton Bentley II.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Virus korona adalah virus yang berhubungan dengan sistem pernapasan. Pada kasus yang parah, dapat menyebabkan rasa tidak nyaman pada paru-paru dan memenuhi paru dengan cairan. Jika itu terjadi, dokter akan menggunakan ventilator untuk membantu kerja paru-paru.
 
“Alasan kita menggunakan ventilator adalah ketika seorang pasien tidak mampu bernapas secara normal. Bisa jadi karena mereka terlalu lelah, atau paru-paru mereka terganggu karena dipenuhi cairan, atau mereka tidak bisa melakukan oksigenasi diri sendiri secara efektif," terang Dr Burton

Respirator untuk membantu tenaga kesehatan

Dengan banyaknya orang yang terinfeksi covid-19, sangat mungkin untuk terjadi kelangkaan alat perlindungan diri. Salah satu yang paling penting dan cukup sulit didapatkan adalah masker respirator N95.
 
Menurut US Food and Drug Administration (FDA), respirator N95 ini merupakan alat pelindung yang dapat menyaring setidaknya 95 persen partikel-partikel yang sangat kecil. Respirator N95 ini memliki desain yang ketat pada wajah dan dapat menecegah masuknya partikel berbahaya di udara, sehingga para tenaga medis yang melakukan kontak dekat dengan pasien bisa terhindar dari infeksi.
 
Centers for Disease Control and Prevention (CDC) juga menyarankan masyarakat umum untuk tidak menggunakan respirator N95. Karena respirator N95 penggunaannya dikhususkan untuk para tenaga medis.
 
Pada umumnya respirator N95 ini digunakan sekali pakai. Tetapi karena adanya kekurangan pasokan respirator N95 di berbagai negara, maka beberapa rumah sakit menyarankan untuk menggunakan kembali respirator N95 asal dibersihkan terlebih dahulu.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News

(FIR)


social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif