Anthrax (Foto: Instagram @anthrax)
Anthrax (Foto: Instagram @anthrax)

Anthrax Comeback! Album Baru Cursum Perficio Siap Rilis September 2026

Basuki Rachmat • 14 Mei 2026 09:18
Ringkasnya gini..
  • Anthrax umumkan album baru Cursum Perficio setelah vakum hampir 10 tahun dari studio rekaman.
  • Band thrash metal Anthrax siap comeback dengan single “It’s for the Kids” dan album baru September 2026.
  • Anthrax akhirnya akhiri penantian panjang fans lewat album baru yang disebut penuh lagu “tanpa filler”.
Jakarta: Setelah lebih dari satu dekade menepi dari dapur rekaman, unit thrash metal legendaris asal New York City, Anthrax, akhirnya bersiap mengakhiri masa vakum mereka. Band yang menjadi bagian dari "Big Four" ini secara resmi mengumumkan proyek album terbaru bertajuk Cursum Perficio yang dijadwalkan meluncur penuh pada September 2026 mendatang.
 
Sebagai menu pembuka sekaligus pemanasan bagi para penggemar, band yang digawangi oleh Joey Belladonna (vokal), Scott Ian (gitar ritme), Frank Bello (bass), Charlie Benante (drum), dan Jon Donais (gitar utama) ini bakal merilis single perdana bertajuk "It's for the Kids" pada Jumat, 15 Mei 2026. 
 
Kehadiran album ini sekaligus menjadi suksesor dari rilisan terakhir mereka, For All Kings, yang dilepas ke pasaran pada Februari 2016 silam.

Melansir laporan dari Loudwire, judul album Cursum Perficio diambil dari frasa bahasa Latin yang cukup ikonik karena terukir di pintu masuk rumah terakhir mendiang Marilyn Monroe. Meskipun banyak yang menerjemahkannya secara melankolis sebagai "Perjalananku berakhir", Anthrax memilih interpretasi yang lebih filosofis dan kuat, yakni "Aku menyelesaikan perjalanan ini" atau "Aku akan terus bertahan".
 
Pemilihan tajuk ini seolah menjadi simbol ketangguhan Anthrax yang tetap berdiri tegak di industri musik keras meski telah melampaui berbagai era.
 
Sang drummer, Charlie Benante, menyebut album terbaru ini sebagai salah satu rilisan paling penting dalam perjalanan karier Anthrax. Ia juga menjanjikan materi yang solid dari awal hingga akhir tanpa lagu yang terasa sekadar pelengkap.
 
“Album baru Anthrax ini adalah rilisan yang sangat penting buat kami. Jadi tentu saja kami akan meluangkan waktu untuk menjalani sebanyak mungkin tur dan konser demi mendukung album ini," ujar drummer Charlie Benante dikutip dari Loudwire pada Rabu, 13 Mei 2026.
 
Benante menambahkan, energi di dalam album terasa konsisten sehingga setiap transisi lagu tetap memberikan pengalaman mendengarkan yang kuat.
 
“Album ini bukan tipe album yang cuma punya tiga atau empat lagu bagus lalu sisanya biasa saja. Setiap lagu di album ini punya kekuatannya sendiri. Maksud saya, ketika satu lagu selesai lalu masuk ke lagu berikutnya, rasanya seperti, ‘Gila, lagu ini sama kerennya dengan lagu sebelumnya,’” tuturnya.
 
Gitaris Scott Ian pun memberikan klarifikasi mengenai jarak hampir 10 tahun antara album baru ini dengan rilisan sebelumnya. Dalam wawancaranya bersama Rockpit, Ian menjelaskan bahwa jeda panjang tersebut sama sekali tidak direncanakan.
 
“Kami sebenarnya tidak pernah merencanakan jeda sampai 10 tahun. Setelah For All Kings dirilis pada 2016, kami masih terus tur sampai November 2019. Bahkan saat itu kami sebenarnya sudah mulai menulis materi untuk album baru,” jelas Scott Ian.
 
Menurutnya, Anthrax awalnya hanya ingin mengambil jeda singkat setelah tur sebelum kembali masuk studio pada 2020. Namun pandemi membuat seluruh rencana berubah.
 
“Kami pikir setelah liburan akhir tahun 2019 kami bakal kembali berkumpul di 2020 untuk bikin album baru. Tapi ternyata dunia punya rencana lain untuk semua orang. Baru sekitar pertengahan 2021 prosesnya mulai berjalan lagi,” katanya.
 
Scott Ian juga menegaskan bahwa jika dihitung dari waktu efektif penulisan hingga rekaman, proses pengerjaan album tersebut sebenarnya berlangsung sekitar tiga tahun.
 
“Kalau benar-benar dihitung waktu aktif kami menulis dan merekam album ini, mungkin sekitar tiga tahun. Dan menurut saya itu cukup normal sekarang, terutama untuk band seperti kami,” tutup Scott Ian.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(ASA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA