Dalam sesi jumpa pers yang digelar di Midaz Senayan Golf, Jakarta, pada Rabu, 13 Mei 2026, Afgan membeberkan makna mendalam di balik tajuk konsernya yang diambil dari album penuh ketujuhnya yang dirilis pada November 2025 lalu.
Bagi pelantun "Panah Asmara" ini, Retrospektif bukan sekadar judul, melainkan sebuah proses kontemplasi diri. Ia ingin mengajak penonton untuk melihat kembali perjalanan hidup dan kariernya sebagai pelajaran untuk melangkah lebih jelas ke depan.
“Retrospektif itu adalah judul single terbaru saya. Alhamdulillah responsnya positif banget, makanya kita bisa bikin konser dengan judul based on the album gitu," ungkap Afgan.
"Arti Retrospektif sendiri adalah melihat kembali ke belakang untuk mengambil nilai-nilai yang bisa kita pelajari dari semua hal yang sudah terjadi di hidup kita, supaya kita ke depannya bisa lebih clear lagi gitu. Dan itu menurut saya pas banget temanya dengan konser ini, karena saya akan flashback lagi ke belakang, ke 18 tahun yang lalu," lanjutnya.
Afgan menjanjikan sebuah pertunjukan yang sangat intim, di mana ia akan membawakan seluruh diskografinya secara kronologis, mulai dari lagu pertama hingga karya teranyar di album Retrospektif.
"Saya akan menyanyikan semua lagu-lagu saya dari yang pertama sampai yang terbaru, jadi feel-nya lebih personal gitu. Karena memang konsep dari konser ini lebih seperti baca buku jurnalnya Afgan. Jadi saya bakal cerita tentang hal-hal yang saya hadapi dalam hidup saya dengan sangat jujur dan apa adanya,” ujar Afgan.
Reuni dengan Sang Maestro Erwin Gutawa
Demi menyuguhkan kualitas musikalitas terbaik, Afgan kembali menggandeng maestro Erwin Gutawa untuk mengawal aransemen musik dalam balutan orkestra live. Kolaborasi ini sekaligus menjadi momen reuni manis setelah keduanya terakhir kali bekerja sama dalam konsep serupa 11 tahun yang lalu.Erwin Gutawa mengungkapkan antusiasmenya kembali dipercaya mengawal perjalanan musikalitas Afgan. Baginya, keterlibatannya kali ini terasa sangat spesial karena memiliki benang merah sejarah dengan kolaborasi mereka di masa lalu.
“Enggak terasa udah 11 tahun kan, jadi pastinya senang lah dipercaya kembali untuk menggawangi atau mengawal musiknya Afgan yang 11 tahun lalu. Sebenernya saya juga terlibat di beberapa rekaman lagunya Afgan, jadi pasti senang dipercaya kembali," tutur Erwin Gutawa.
Kehadiran Erwin Gutawa Orchestra dipastikan akan memberikan sentuhan aransemen yang lebih elegan dan megah, memberikan dimensi baru pada lagu-lagu hits Afgan yang sudah akrab di telinga pendengar.
Pemilihan JCC Plenary Hall sebagai lokasi konser juga mempertegas status Afgan sebagai salah satu musisi papan atas yang telah matang secara kualitas dan konsistensi.

Sesi jumpa pers Retrospektif the Concert Afgan (Foto: Medcom/Basuki)
"Dan lebih asiknya lagi menurut saya karena venue-nya sama, yaitu di Jakarta Convention Center (JCC) Plenary Hall. Kita tahu venue JCC Plenary Hall itu boleh dibilang jadi salah satu barometer venue untuk musik Indonesia, karena hampir semua penyanyi top Indonesia pernah konser di situ," tutupnya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News