Traveler adalah orang yang berisiko tinggi terkena penyakit influenza. (Ilustrasi/Pexels).
Traveler adalah orang yang berisiko tinggi terkena penyakit influenza. (Ilustrasi/Pexels).

Apakah Traveler Sehat Tidak Perlu Vaksin Flu?

Rona wisatawan influenza
Kumara Anggita • 26 November 2019 13:06
Jakarta: Traveler adalah orang yang berisiko tinggi terkena penyakit influenza karena mereka bepergian dari satu tempat ke tempat lain dan banyak berinteraksi dengan banyak orang. Untuk menghindari hal ini terjadi, banyak dari mereka percaya bahwa hal yang paling penting adalah menjaga tubuh dalam keadaan fit saja.
 
Sayangnya pemahaman ini tidak tepat. Karena traveler sehat pun tetap berisiko tertular influenza.
 
“Setiap orang dapat terkena flu. Merasa fit dan sehat bukan berarti Anda terlindungi. Satu alasan mengapa influenza menjadi masalah kesehatan global adalah galur virus influenza terus bermutasi dan menyebar ke area lain terutama melalui transportasi udara. Formula vaksin terus disesuaikan dengan galur virus yang dominan beredar untuk memberikan perlindungan optimal,” ujar Prof. Dr. dr. Iris Rengganis, SpPD, K-AI, FINASIM., Ketua Perhimpunan Alergi-Imunologi Indonesia di Jakarta, Senin, 25 November 2019.

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Untuk menghindari tertular penyakit ini, Ketua Indonesia Influenza Founfation (IIF) Prof. dr. Cissy B. Kartasasmita SpA(K), PhD., menganjurkan Anda untuk mengubah gaya hidup. "Kita bisa memulainya dengan menjalankan gaya hidup sehat yanh dapat meminimalkan penyebaran virus - misalnya mencuci tangan dan menutup mulut serta hidung ketika bersin," ujarnya.
 
Tak hanya itu, WHO juga merekomendasikan vaksinasi influenza tahunan sebagai cara paling efektif untuk mencegah influenza. "Influenza adalah penyakit menular yang paling umum diderita para pelancong mancanegara dan bisa dicegah dengan vaksin. Vaksinasi influenza merupaka cara yanh efektif untuk mencegah infeksi virus influenza," lanjutnya.
 
Dokter Iris kemudian menekankan Anda untuk melakukan vaksinasi influenza tahunan. "Secara medis, respons imunitas tubuh terhadap vaskinasi menurun seiring waktu, sehingga vaksinasi influenza harus dilakukan setahun sekali untuk proteksi yang lebih optimal. Selain itu, strain virus influenza yang dominan menyebar di seluruh dunia berubah setiap tahunnya sehingga formula vaksin flu harus disesuaikan setiap tahun," paparnya.
 
Menurut dr. Dhani Arifandi, Head of Medical Sanofi Pasteur Indonesia, influenza adalah 'virus pintar'. Dia bisa berubah setiap tahun untuk menyerang sistem kekebalan tubuh.
 
"Vaksinasi merupakan investasi kesehatan di masa depan. Semua orang, termasuk yang sehat pun, beresiko terkena influenza. Oleh karena itu, kami pun bermitra dengan Kementrian Kesehatan, Indonesia Influenza Foundation, dan Perhimpunan Alergi Imunologi Indonesia untuk meningkatkan kesadaran masyarakat mengenai pentingnya vaksin influenza, khususnya menjelang musim liburan akhjr tahun. Kami berharap, masyarakat dapat melakukan pencegahan melalui vaksinasi influenza sehingga dapat menjalani hidup yang bermakna," jelasnya.
 
Jadi, jangan ragu untuk melakukan vaksinasi influenza agar hal buruk tak terjadi pada Anda.
 

 

(YDH)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif