Konsep Berbeda, Kalbe Giring Perkembangan Para Peneliti Pemenang Ristekdikti 2018

Sri Yanti Nainggolan 26 Oktober 2018 14:27 WIB
Kalbe Science Awards
Konsep Berbeda, Kalbe Giring Perkembangan Para Peneliti Pemenang Ristekdikti 2018
Memasuki tahun keenam, Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2018 memberikan format yang berbeda pada para pemenang. (Foto: Dok. Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan)
Jakarta: Memasuki tahun keenam, Ristekdikti-Kalbe Science Awards (RKSA) 2018 memberikan format yang berbeda pada para pemenang, yang merupakan para peneliti di perguruan tinggi atau instansi di Indonesia.

Tahun ini, RKSA berfokus pada pendanaan penelitian dalam bidang kesehatan. Dari 445 pra-proposal yang masuk, akan terpilih lima penelitian yang mendapatkan dana penelitian total Rp1,7 milyar.

Vidjongtius selaku Presiden Direktur PT Kalbe Farme Tbk menjelaskan bahwa Kalbe akan mengikuti proses penelitian, dengan perkiraan sekitar dua tahun, menghilirkan atau mengomersilkan hasil penelitian tersebut.

"Pada lima RKSA sebelumnya, tak lebih dari 50 persen penelitian sampai ke pasar. Makanya, kami mengubah format pemberian dana penelitian, ikut dalam proses penelitian," terang dia dalam Forum Diskusi dan Pengumuman RKSA 2018, Jumat 26 Oktober 2018.

(Baca juga: Delapan Rektor dan Dosen Raih Academic Leader Awards 2018)

Setali tiga uang, Kementrian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi juga mengapresiasi perubahan konsep tersebut.


(Tahun ini, RKSA berfokus pada pendanaan penelitian dalam bidang kesehatan. Dari 445 pra-proposal yang masuk, akan terpilih lima penelitian yang mendapatkan dana penelitian total Rp1,7 milyar. Foto: Dok. Medcom.id/Sri Yanti Nainggolan)

"Ini adalah kemajuan luar biasa yang sejalan dengan program Presiden. Kalbe menunjukkan bahwa mereka perhatian dengan upaya hilirisasi pemerintah," ujar Dr. Muhammad Dimyati, M.Sc selaku Dirjen Penguatan Riset dan Pengembangan Kemenristekdikti pada kesempatan yang sama.

Ia menambahkan, tema yang diambil untuk tahun ini juga memberi manfaat langsung kepada masyarakat umum kelak, bila sudah dipasarkan. Artinya produk-produk dari penelitian terpilih menargetkan masyarakat sebagai tangan pertama.

Salah satu pemenang, Dr. Anggraini Barlian dari Institut Teknologi Bandung (ITB) yang mengajukan penelitian seputar sel punca mengungkapkan pentingnya penghargaan-penghargaan semacam ini.

"RKSA ini sangat baik karena memicu para peneliti berpikir supaya apa yang diteliti itu harus ada manfaatnya untuk masyarakat. Dan itu melibatkan banyak faktor seperti peneliti, pemerintah, dan bisnis," katanya.

Selain Anggraini, empat peneliti lain yang mendapatkan dana penelitian adalah Dessy Natalia Ph. D dari ITB, Prof. Endang Sutriswati Rahayu, MS dari Universitas Gadjah Mada, Prof. Dr. Ir. Made Astawan, MS dari Institut Pertanian Bogor, dan Dr. dr. Rahyussalim, SPOT(K) dari Universitas Indonesia.

Sebelum mengumumkan para pemenang RKSA 2018, diadakan Forum Diskusi bertajuk "Hilirisasi Hasil Penelitian untuk Meningkatkan Kesehatan Masyarakat".

Acara tersebut menghadirkan empat pembicara yaitu Dr. Bondan Ardiningtyas, M.Sc., Apt. (Direktur PT Swayasa Prakarsa, UGM), Dr. LT. Handoko, M.Sc. (Ketua Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia), Dwiko Gunawan (Direktur Serambi Botani), dan Sie Djohan (Direktur PT Kalbe Farma Tbk).



(TIN)

Dapatkan berita terbaru dari kami.

Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

Powered by Medcom.id