Kita semua tahu bahwa dalam hubungan ada masa-masa naik dan turun. Sebuah penelitian terbaru menunjukkan bahwa rata-rata sekitar 50 persen pasangan menjalin hubungan kembali setelah mereka berpisah dan alasannya karena mereka masih merasa sayang.
Kansas State University pada tahun 2013 menemukan hampir separuh dari semua pasangan yang bersatu kembali mengungkapkan bahwa pasangan yang telah kembali bersama-sama menganggap pasangan mereka telah berubah menjadi lebih baik atau merasa lebih baik dalam berkomunikasi. Namun, penelitian yang lebih baru menunjukkan bahwa motivasi mereka putus pertama kali mungkin lebih karena bosan.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
(Baca juga: Cinta yang Berlebihan Bisa Memicu Perpisahan)
Para peneliti dari University of Utah dan University of Toronto mempertanyakan orang-orang apakah mereka ingin tetap tinggal atau meninggalkan hubungan mereka.

Alasan populer adalah karena ingin tetap bersama dan optimis berharap pasangannya akan berubah, perasaan emosional yang sudah cukup dalam hubungan, masalah keluarga, dan ketakutan akan ketidakpastian yang akan terjadi.
Pada sisi lain, orang ingin berpisah dari pasangannya karena tidak memiliki perasaan terikat satu sama lain, rasa tidak percaya, dan ketidakcocokan umumnya adalah pertengkaran.
Dan sebanyak 49 persen dari mereka mempertimbangkan untuk masih ada kemungkinan untuk kembali lagi bersama. Para peneliti menunjukkan bahwa temuan tersebut sejalan dengan kenyataan bahwa sekitar 50 persen pasangan yang berpisah kembali bersama lagi.
Para periset juga mencatat bahwa perpisahan seringkali lebih sulit dilakukan pada orang yang melakukannya karena keraguan. Perasaan masih mencintai pasangan ini menjelaskan mengapa jumlah pasangan yang berpisah secara mengejutkan akan memilih untuk merajut kembali hubungannya setelah adanya perpisahan.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
