Jakarta: Mengasuh anak merupakan hal yang tidak mudah, dan itu bisa menjadi sangat menyedihkan bagi orang tua jika melihat anak mengalami kesulitan-kesulitan yang mereka hadapi. Salah satu yang mungkin dihadapi oleh anak Anda adalah permasalahan mental mereka sendiri.
Gangguan kecemasan merupakan salah satu gangguan pada kesehatan mental anak yang harus diwaspadai oleh orang tua. Dan sebagai orang tua, Anda harus mengetahui apa yang harus dilakukan jika anak Anda memiliki gangguan kecemasan tersebut.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Dr Allison Winik, seorang instruktur psikologi di Columbia University dan seorang psikolog klinis berlisensi di Columbia University Clinic for Anxiety and Related Disorders Westchester, mengatakan bahwa setiap orang kadang-kadang mengalami kecemasan dan itu bisa menjadi pertanda baik.
"Ada banyak bentuk kecemasan yang baik yang bisa adaptif," kata Dr Winik kepada Romper.
Misalnya saja merasa gugup sebelum ujian sehingga membuat Anda menjadi lebih giat belajar. "Kecemasan menjadi masalah ketika menjadi tidak logis,berkepanjangan, dan mengganggu fungsi anak," terangnya.
Lalu apa yang menyebabkan kecemasan? Winik mengatakan biasanya ada kecenderungan neurobiologis pada gangguan kecemasan. "Namun itu biasanya lebih kepada orang-orang yang secara genetik dan biologis rentan terhadap kecemasan," katanya.
"Mungkin juga bisa karena faktor lingkungan yang mengaktifkan atau memperburuk kecemasan mereka, seperti peristiwa dalam hidup yang membuat stres. Misalnya adalah pindah rumah, kematian anggota keluarga atau peliharaan," terangnya.
Orang tua mungkin tidak dapat "menyembuhkan" kecemasan anak mereka, tetapi ada beberapa teknik yang dapat membantu anak Anda belajar untuk mengatasinya. Winik mengatakan bahwa salah satu hal terbaik yang dapat dilakukan orang tua adalah memberi anak mereka kosa kata emosional sehingga mereka dapat mengekspresikan perasaan mereka.
"Kalau kita tidak tahu apa yang kita rasakan, maka kita harus tahu bagaimana cara mengatasi dan membantu diri kita merasa lebih baik," ucapnya.
Teknik-teknik lain, seperti bernafas, fokus pada aktivitas lain, atau bahkan berjalan-jalan bisa membantu, kata Winik, tetapi harus dilakukan bersamaan dengan menerima emosi yang dirasakan seorang anak ketika mereka merasa cemas.
Winik juga mendorong orang tua untuk melawan keinginan untuk melindungi anak mereka dari situasi yang penuh tekanan.
"Orang tua yang membantu atau mengakomodasi anak-anak merka untuk menjauhi sesuatu yang dapat membuat anak merasa cemas sangatlah tidak membantu," katanya.
Mungkin orang tua tidak tega melihat anak-anak mereka merasa kesulitan, tetapi menghindari situasi seperti itu juga berarti menghindari belajar cara mengatasinya.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(YDH)
