Jakarta: Bayi sejak usia 0-24 bulan atau 2 tahun membutuhkan stimulasi, supaya tumbuh kembang bayi dapat optimal pada periode emas tersebut. Ada sejumlah strategi menstimulasi yang bisa Anda terapkan kepada bayi Anda.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
"Stimulasi dapat dilakukan sejak bayi 270 hari pertama di dalam kandungan sang ibu, dan saat bayi berusia 0-24 bulan," tutur Psikolog Anak dan Keluarga, Dr. Rose Mini Agoes Salim, M. Psi.
Psikolog yang kerap disapa Bunda Romy itu menjelaskan, stimulasi perlu dilakukan untuk mengembangkan kemampuan kognitif, fisik, dan sosial emosi anak.
Untuk bayi berusia 0-24 bulan, stimulasi dapat dilakukan dengan aktivitas bermain maupun keseharian, misalnya saat menyusui dan sebagainya.
Kemudian, periksa apakah tumbuh kembang anak Anda telah sesuai dengan usianya. Apabila belum sesuai, lakukanlah konsultasi lebih lanjut ke psikolog maupun dokter spesialis Anak.
Selanjutnya, gunakan aktivitas keseharian maupun bermain sebagai media stimulasi yang dapat mengembangkan potensi. Sesuaikan juga cara stimulasi dengan karakteristik dan tugas perkembangan anak.
.jpg)
(Psikolog Anak dan Keluarga, Dr. Rose Mini Agoes Salim, M. Psi mengatakan stimulasi perlu dilakukan untuk mengembangkan kemampuan kognitif, fisik, dan sosial emosi anak. Foto: Dok. Medcom.id/Sunnaholomi Halakrispen)
(Baca juga: Tujuh Stimulasi Agar Otak Si Kecil Sehat)
Perlu dilakukan juga pendampingan secara responsif dari orang tua terhadap setiap tindakan dan pertanyaan anak. Lalu, beri kesempatan pada bayi Anda untuk mengeksplorasi lingkungan tanpa banyak larangan.
Namun, tetap jaga keamanan bayi dan bersihkan seluruh tubuh bayi Anda setelah beraktivitas di luar maupun di dalam ruangan. Hal yang harus diingat juga, kerjasama ayah dan ibu sangat diperlukan dalam proses stimulasi agar anak sehat dan berkembang optimal.
Sementara itu, untuk bayi saat 270 hari pertama di dalam kandungan ibu, dapat dilakukan stimulasi melalui suara, sentuhan, maupun tekanan lembut. Kehidupan bayi saat itu pun tidak lepas dari kondisi psikologis sang ibu.
Ketika di masa kehamilan, sangat wajar jika muncul kecemasan pada sang ibunda. Namun, kecemasan ini harus diatasi agar tidak berpengaruh menjadi overstimulasi pada buah hati Anda.
"Cara mengatasinya adalah ibu harus memperbanyak pengetahuan, memilah informasi yang mereka terima, dan melakukan stimulasi yang tepat yang tidak berdasarkan tren yang ada," pungkas Bunda Romy.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
