FITNESS & HEALTH
Ternyata Tanda Lahir Bayi Ada Banyak Macamnya Lho! Mana yang Normal?
Yatin Suleha
Kamis 02 April 2026 / 12:00
- Tahi lalat dan tanda lahir sering kali membuat penasaran.
- Apalagi saat muncul pada bayi atau anak kecil.
- Banyak orang tua khawatir, apakah tanda tersebut normal atau perlu diperiksa lebih lanjut.
Jakarta: Tahi lalat dan tanda lahir sering kali membuat penasaran, apalagi saat muncul pada bayi atau anak kecil. Bentuknya bisa bermacam-macam, ada yang datar, menonjol, berwarna cerah hingga gelap dan sering kali terlihat unik di setiap orang.
Banyak orang tua khawatir, apakah tanda tersebut normal atau perlu diperiksa lebih lanjut. Padahal, sebagian besar tahi lalat dan tanda lahir sebenarnya tidak berbahaya, dan merupakan bagian alami dari perkembangan kulit.
Dilansir dari BabyCenter berikut adalah jenis-jenis tahi lalat, agar lebih mudah membedakan mana yang umum terjadi dan mana yang perlu perhatian khusus.
Informasi ini penting agar tidak mudah panik, sekaligus bisa lebih sigap jika ada perubahan yang mencurigakan.

(Stork bites. Foto: Dok. Cleveland Clinic)
Merupakan tanda lahir datar berwarna pink, merah, atau ungu yang muncul, karena pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit melebar. Ini termasuk jenis yang paling sering ditemukan, sekitar 80 persen bayi memilikinya.
Warnanya bisa tampak lebih jelas saat bayi menangis atau saat suhu berubah. Biasanya muncul di wajah atau belakang leher.
Jika berada di leher disebut stork bites, sedangkan di antara alis disebut angel kisses. Tanda di wajah umumnya memudar saat balita, tetapi yang di leher bisa menetap.

(Bintik café au lait. Foto: Dok. Verywell Health)
Berupa bercak datar berwarna coklat muda, hingga coklat terang. Cukup banyak orang memilikinya, sekitar 20-30 persen.
Seiring waktu, bintik ini bisa mengecil atau memudar, meski kadang menjadi lebih gelap karena paparan sinar matahari. Umumnya tidak berbahaya, tetapi jika jumlahnya banyak atau ukurannya besar, sebaiknya diperiksakan ke dokter.

(Nevi. Foto: Dok. Medica Store)
Terbentuk dari kumpulan sel penghasil pigmen kulit. Bentuk dan warnanya beragam, bisa datar atau menonjol, berwarna coklat, hitam, merah, atau pink, bahkan ada yang ditumbuhi rambut.
Beberapa muncul sejak lahir (disebut nevi kongenital), tetapi banyak juga yang baru terlihat saat anak bertambah usia. Kebanyakan tidak berbahaya, namun penting memperhatikan perubahan ukuran, bentuk, atau warna.

(Dermal melanocytosis. Foto: Dok. Primary Care Dermatology Society)
Ditandai dengan area datar berwarna kebiruan, abu-abu, coklat, atau hitam, biasanya di punggung bawah atau bokong. Lebih sering ditemukan pada bayi dengan kulit lebih gelap. Tanda ini biasanya akan memudar saat anak tumbuh, meski tidak selalu hilang sepenuhnya.

(Port-wine stain. Foto: Dok. Addenbrookes Hospital)
Tanda lahir ini sudah ada sejak lahir dengan warna mulai dari pink pucat, hingga merah tua atau ungu. Umumnya muncul di wajah atau kepala.
Berbeda dengan nevus simplex, ukurannya lebih besar dan biasanya tidak hilang, bahkan bisa semakin tebal dan gelap seiring waktu.

(Hemangioma. Foto: Dok. Johns Hopkins Medicine)
Merupakan benjolan atau area kulit, yang terbentuk dari pertumbuhan pembuluh darah berlebih. Warnanya sering menyerupai stroberi, merah cerah atau kebiruan jika lebih dalam.
Cukup umum terjadi pada bayi, terutama di area kepala dan leher. Biasanya tumbuh cepat di awal, lalu perlahan mengecil dan menghilang seiring bertambahnya usia. Meski sebagian besar tidak berbahaya, beberapa kasus mungkin memerlukan penanganan tergantung lokasi dan ukurannya.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
(TIN)
Banyak orang tua khawatir, apakah tanda tersebut normal atau perlu diperiksa lebih lanjut. Padahal, sebagian besar tahi lalat dan tanda lahir sebenarnya tidak berbahaya, dan merupakan bagian alami dari perkembangan kulit.
Dilansir dari BabyCenter berikut adalah jenis-jenis tahi lalat, agar lebih mudah membedakan mana yang umum terjadi dan mana yang perlu perhatian khusus.
Informasi ini penting agar tidak mudah panik, sekaligus bisa lebih sigap jika ada perubahan yang mencurigakan.
1. Nevus simplex (stork bites, angel kisses, salmon patch)

(Stork bites. Foto: Dok. Cleveland Clinic)
Merupakan tanda lahir datar berwarna pink, merah, atau ungu yang muncul, karena pembuluh darah kecil di dekat permukaan kulit melebar. Ini termasuk jenis yang paling sering ditemukan, sekitar 80 persen bayi memilikinya.
Warnanya bisa tampak lebih jelas saat bayi menangis atau saat suhu berubah. Biasanya muncul di wajah atau belakang leher.
Jika berada di leher disebut stork bites, sedangkan di antara alis disebut angel kisses. Tanda di wajah umumnya memudar saat balita, tetapi yang di leher bisa menetap.
2. Bintik café au lait

(Bintik café au lait. Foto: Dok. Verywell Health)
Berupa bercak datar berwarna coklat muda, hingga coklat terang. Cukup banyak orang memilikinya, sekitar 20-30 persen.
Seiring waktu, bintik ini bisa mengecil atau memudar, meski kadang menjadi lebih gelap karena paparan sinar matahari. Umumnya tidak berbahaya, tetapi jika jumlahnya banyak atau ukurannya besar, sebaiknya diperiksakan ke dokter.
3. Tahi lalat (nevi)

(Nevi. Foto: Dok. Medica Store)
Terbentuk dari kumpulan sel penghasil pigmen kulit. Bentuk dan warnanya beragam, bisa datar atau menonjol, berwarna coklat, hitam, merah, atau pink, bahkan ada yang ditumbuhi rambut.
Beberapa muncul sejak lahir (disebut nevi kongenital), tetapi banyak juga yang baru terlihat saat anak bertambah usia. Kebanyakan tidak berbahaya, namun penting memperhatikan perubahan ukuran, bentuk, atau warna.
4. Dermal melanocytosis

(Dermal melanocytosis. Foto: Dok. Primary Care Dermatology Society)
Ditandai dengan area datar berwarna kebiruan, abu-abu, coklat, atau hitam, biasanya di punggung bawah atau bokong. Lebih sering ditemukan pada bayi dengan kulit lebih gelap. Tanda ini biasanya akan memudar saat anak tumbuh, meski tidak selalu hilang sepenuhnya.
5. Tanda lahir bercak anggur (port-wine stain / nevus flammeus)

(Port-wine stain. Foto: Dok. Addenbrookes Hospital)
Tanda lahir ini sudah ada sejak lahir dengan warna mulai dari pink pucat, hingga merah tua atau ungu. Umumnya muncul di wajah atau kepala.
Berbeda dengan nevus simplex, ukurannya lebih besar dan biasanya tidak hilang, bahkan bisa semakin tebal dan gelap seiring waktu.
6. Hemangioma (tanda lahir stroberi)

(Hemangioma. Foto: Dok. Johns Hopkins Medicine)
Merupakan benjolan atau area kulit, yang terbentuk dari pertumbuhan pembuluh darah berlebih. Warnanya sering menyerupai stroberi, merah cerah atau kebiruan jika lebih dalam.
Cukup umum terjadi pada bayi, terutama di area kepala dan leher. Biasanya tumbuh cepat di awal, lalu perlahan mengecil dan menghilang seiring bertambahnya usia. Meski sebagian besar tidak berbahaya, beberapa kasus mungkin memerlukan penanganan tergantung lokasi dan ukurannya.
Secillia Nur Hafifah
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(TIN)