Memberitahu anak memang bukan perkara mudah, namun anak harus diberitahu karena ini adalah tentang dirinya. Selain itu, dibutuhkan kerjasama anak untuk bisa melakukan pengobatan. (Foto: Baebi)
Memberitahu anak memang bukan perkara mudah, namun anak harus diberitahu karena ini adalah tentang dirinya. Selain itu, dibutuhkan kerjasama anak untuk bisa melakukan pengobatan. (Foto: Baebi)

Berapapun Usia Anak, Penting bagi Mereka Tahu Penyakit Mereka

Rona perkembangan anak
Sri Yanti Nainggolan • 17 Februari 2017 16:45
medcom.id, Jakarta: Tak semua orangtua sanggup memberitahukan anak perihal penyakit yang diderita anak, terutama kanker. Namun, berapa pun usia anak, mereka harus tahu apa yang terjadi pasa tubuh mereka.
 
Lalu bagaimana cara memberitahukannya?
 
"Kalau untuk anak yang usianya masih kecil, seperti di bawah lima tahun, kita perlu memberitahu dengan perlahan. Misalnya menjelaskan bahwa alasan mengapa ia banyak mengalami gangguan selama ini adalah karena kanker," saran psikolog anak Astrid Wen diskusi media #ALFACARTBERDEDIKASI, Dukung YKAKI (Yayasana Kasih Anak kanker Indonesia), Jumat (17/2/2017).

Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?


Berapapun Usia Anak, Penting bagi Mereka Tahu Penyakit Mereka
 
(Baca juga: Kesadaran Body Image Pada Anak Semakin Dini)
 
Memberitahu anak memang bukan perkara mudah, namun anak harus diberitahu karena ini adalah tentang dirinya. Selain itu, dibutuhkan kerjasama anak untuk bisa melakukan pengobatan.
 
Berapapun Usia Anak, Penting bagi Mereka Tahu Penyakit Mereka"Lebih baik terbuka sama anak. Karena saat pengobatan nanti diperlukan kerjasama dengan anak. Misalnya, saat kemoterapi perlu banyak minum, maka anak perlu tahu alasan dia banyak minum sehingga pengobatan bisa lebih lancar," tambah Ira Soelistyo selaku pendiri dan ketua YKAKI (Yayasan Kasih Anak Kanker Indonesia), pada kesempatan yang sama.
 
Astrid berpendapat, semakin besar usia anak memang semakin mudah cara menjelaskan ke anak.
 
Misalnya, anak remaja lebih mudah diberi penjelasan terkait kanker yang diderita dibandingkan anak yang berusia balita.
 
"Kalau remaja, mereka bisa beritahu apa yang dirasakan saat mengetahui dan mereka juga tahu kalau ini nyata. Namun, orangtua tetap harus mengantisipasi risiko atau konsekuensi setelahnya," ungkapnya. 
 

 


 

(TIN)
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan

Dapatkan berita terbaru dari kami Ikuti langkah ini untuk mendapatkan notifikasi

unblock notif