Berbagai jenis diskriminasi berpengaruh, baik itu usia, jenis kelamin, ras, dan berbagai hal lainnya.
"Kami menemukan bahwa ketika seseorang mengalami diskriminasi, kesehatan ia lebih buruk dan mengalami depresi. Namun tak hanya itu, stres yang dialami juga memengaruhi kesehatan pasangannya," ujar William Chopik, asisten profesor di Michigan State University, Amerika Serikat.
Bagaimana tanggapan anda mengenai artikel ini?
Studi yang dipublikasikan dalam jurnal Social Psychological and Personality Science tersebut menyimpulkan bahwa diskriminasi memberi banyak efek buruk pada kesehatan secara keseluruhan karena merusak hubungan.

(Berbagai jenis diskriminasi berpengaruh, baik itu usia, jenis kelamin, ras, dan berbagai hal lainnya. Foto: Pixabay.com)
(Baca juga: Perundungan Berawal dari Perlakuan yang tak Adil)
"Ketika seseorang mengalami diskriminasi, mereka membawa tekanan tersebut ke rumah dan membuat hubungan menegang. Jadi stres tersebut tak hanya berdampak buruk pada kesehatan diri sendiri namun juga pasangan."
Studi tersebut menganalisa sampel dari 2 ribu pasangan di Amerika Serikat yang berusia 50-94 tahun. Para partisipan diminta melaporkan bagaimana insidensi diskriminasi dari berbagai hal berpengaruh pada kesehatan, depresi, dan hubungan dengan pasangan.
"Yang penting adalah mereka merasa diperlakukan tidak adil. Inilah yang memberi dampak terbesar pada kesehatan," tambah Chopik.
Dan ketidakadilan tersebut memiliki efek berkelanjutan pada pasangan dari korban diskriminasi.
Menurut Chopik, karena orang-orang cenderung bergantung pada hubungan, maka apa yang terjadi dalam hubungan tersebut akan memengaruhin kesehatan individu.
Cek Berita dan Artikel yang lain di Google News(TIN)
