Kekalahan Barcelona atas Atletico Madrid di Camp Nou diwarnai oleh keputusan wasit yang dianggap sangat kontroversial. Pelatih asal Jerman tersebut menilai bahwa timnya seharusnya mendapatkan penalti dan pemain lawan, Marc Pubill, pantas diusir keluar lapangan oleh wasit.
Pertandingan awalnya berjalan seimbang hingga akhirnya bencana datang bagi Blaugrana. Bek muda, Pau Cubarsí, harus mendapatkan kartu merah langsung setelah intervensi dari Video Assistant Referee (VAR).
Wasit awalnya hanya memberikan kartu kuning kepada Cubarsi atas pelanggaran terhadap Giuliano Simeone. Namun, keputusan itu berubah setelah wasit melihat ulang tayangan melalui VAR di pinggir lapangan yang menyatakan itu adalah pelanggaran orang terakhir dan menghasilkan kartu merah bagi Cubarsi.
Kehilangan satu pemain kunci di lini pertahanan membuat sektor belakang Barcelona goyah. Kondisi tersebut berhasil dimanfaatkan dengan baik oleh Atletico Madrid melalui gol-gol yang dicetak oleh Julián Álvarez dan Alexander Sørloth sebelum jeda babak pertama.
Namun, fokus kemarahan Flick tertuju pada insiden di babak kedua. Marc Pubill, yang sudah mengantongi kartu kuning, terlihat menghentikan bola dengan tangannya di dalam kotak penalti.
"Saya tidak tahu apa yang terjadi dalam situasi ketika kiper memulai pertandingan, bek menghentikan bola dengan tangannya dan kemudian bermain lagi," ujar Flick dalam konferensi pers pasca-pertandingan dengan nada geram.
Eks pelatih Bayern Munich tersebut menilai kejadian itu adalah pelanggaran fatal yang diabaikan oleh wasit. Ia merasa timnya telah dirampok dari kesempatan mengejar ketertinggalan melalui titik putih.
"Bagi saya, itu jelas kartu merah, atau lebih tepatnya kartu kuning kedua dan penalti. VAR seharusnya bisa menjelaskan mengapa permainan itu tidak ditinjau," lanjut mantan pelatih Bayern Munchen tersebut.
Flick bahkan terang-terangan menyebut keputusan tersebut tidak masuk akal. Ia merasa ada ketidakadilan yang nyata yang menimpa anak asuhnya dalam laga tersebut.
"Aku tak percaya ini bukan kartu merah. Rasanya tidak enak. Rasanya tidak adil. Tapi kita harus menerimanya. Kita akan tetap berjuang Selasa depan," tegas Flick kepada awak media.
Menariknya, Flick juga memberikan sindiran tajam kepada petugas ruang kontrol video. "VAR sangat fokus pada Atletico hari ini. Dia orang Jerman, jadi terima kasih Jerman," cetusnya.
Kini, Barcelona kembali fokus untuk mengejar defisit dua gol pada pertandingan leg kedua nanti. Pertandingan leg kedua dijadwalkan berlangsung di markas Atletico Madrid pada Selasa, 14 April 2026 mendatang untuk menentukan siapa yang layak melaju ke babak selanjutnya.
(Muhammad Zaidan Rizky)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News