NEWS
Harga Rumah Nasional Melambat, Segmen Premium Justru Melejit
Rizkie Fauzian
Selasa 28 Juli 2026 / 20:31
- Median harga rumah secara nasional pada Juni 2026 hanya tumbuh 1,1 persen secara tahunan
- Rumah premium mengalami pertumbuhan jauh lebih tinggi dibandingkan segmen menengah yang masih bergerak lebih moderat.
- Pertumbuhan harga kini lebih banyak ditopang oleh kota-kota dan segmen yang memiliki permintaan kuat, khususnya rumah premium.
Jakarta: Pasar properti sekunder Indonesia menunjukkan pergerakan yang semakin selektif pada pertengahan 2026. Berdasarkan Flash Report Juli 2026 Rumah123, median harga rumah secara nasional pada Juni 2026 hanya tumbuh 1,1 persen secara tahunan (year on year/YoY), lebih rendah dibandingkan laju inflasi nasional yang mencapai 3,3 persen.
Meski demikian, perlambatan tersebut tidak terjadi di seluruh segmen. Rumah berukuran di atas 251 meter persegi justru mencatat lonjakan median harga hingga 46,7 persen secara tahunan, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi di Medan.
Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, mengatakan pasar properti sekunder kini bergerak dalam dua kecepatan. Menurutnya, rumah premium mengalami pertumbuhan jauh lebih tinggi dibandingkan segmen menengah yang masih bergerak lebih moderat.
"Beberapa tahun terakhir, kenaikan harga rumah cenderung terjadi lebih merata. Kini polanya mulai berubah. Rumah berukuran besar dan premium tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata pasar, sementara segmen menengah bergerak lebih lambat karena daya beli belum pulih sepenuhnya," ujar dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 Juli 2026.
Selain rumah premium, kategori rumah berukuran 151-250 meter persegi mencatat pertumbuhan tertinggi di Surakarta sebesar 15,8 persen. Sementara rumah berukuran 91-150 meter persegi naik paling tinggi di Denpasar sebesar 13,2 persen, dan rumah di bawah 60 meter persegi tumbuh paling tinggi di Surakarta sebesar 13,8 persen.
Secara wilayah, pertumbuhan harga mulai terkonsentrasi di beberapa kota. Denpasar memimpin kenaikan harga rumah tahunan sebesar 9,5 persen, disusul Makassar (6,2 persen) dan Bogor (4,4 persen).
Rumah123 menilai kondisi tersebut menunjukkan pasar properti sekunder tidak lagi bergerak secara merata. Pertumbuhan harga kini lebih banyak ditopang oleh kota-kota dan segmen yang memiliki permintaan kuat, khususnya rumah premium.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
Meski demikian, perlambatan tersebut tidak terjadi di seluruh segmen. Rumah berukuran di atas 251 meter persegi justru mencatat lonjakan median harga hingga 46,7 persen secara tahunan, dengan pertumbuhan tertinggi terjadi di Medan.
Head of Research Rumah123, Marisa Jaya, mengatakan pasar properti sekunder kini bergerak dalam dua kecepatan. Menurutnya, rumah premium mengalami pertumbuhan jauh lebih tinggi dibandingkan segmen menengah yang masih bergerak lebih moderat.
"Beberapa tahun terakhir, kenaikan harga rumah cenderung terjadi lebih merata. Kini polanya mulai berubah. Rumah berukuran besar dan premium tumbuh jauh lebih cepat dibandingkan rata-rata pasar, sementara segmen menengah bergerak lebih lambat karena daya beli belum pulih sepenuhnya," ujar dia dalam keterangan tertulis, Selasa, 28 Juli 2026.
Selain rumah premium, kategori rumah berukuran 151-250 meter persegi mencatat pertumbuhan tertinggi di Surakarta sebesar 15,8 persen. Sementara rumah berukuran 91-150 meter persegi naik paling tinggi di Denpasar sebesar 13,2 persen, dan rumah di bawah 60 meter persegi tumbuh paling tinggi di Surakarta sebesar 13,8 persen.
Secara wilayah, pertumbuhan harga mulai terkonsentrasi di beberapa kota. Denpasar memimpin kenaikan harga rumah tahunan sebesar 9,5 persen, disusul Makassar (6,2 persen) dan Bogor (4,4 persen).
Rumah123 menilai kondisi tersebut menunjukkan pasar properti sekunder tidak lagi bergerak secara merata. Pertumbuhan harga kini lebih banyak ditopang oleh kota-kota dan segmen yang memiliki permintaan kuat, khususnya rumah premium.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)