NEWS

Pasar Properti Residensial Melandai, Pembeli Makin Selektif

Rizkie Fauzian
Rabu 26 Agustus 2026 / 13:47
Ringkasnya gini..
  • Aktivitas pasar properti residensial Indonesia melandai pada Kuartal II 2026 dengan Market Signal Score sebesar 50,3.
  • Pembeli semakin selektif, sementara pasokan properti tetap kuat dan kecepatan transaksi mulai membaik.
  • Minat beli menguat di Bekasi, Tangerang, Bogor, dan Surabaya, menandakan aktivitas pasar mulai bergeser ke kawasan penyangga.
Jakarta: Aktivitas pasar properti residensial Indonesia melandai pada Kuartal II 2026. Meski demikian, kondisi pasar masih relatif stabil karena pasokan properti tetap kuat dan kecepatan transaksi mulai menunjukkan perbaikan.

Hal tersebut tercermin dari Pinhome Indonesia Property Market Signal, indikator yang mengukur aktivitas pencarian, interaksi terhadap listing, penawaran, pasokan rumah, hingga kecepatan transaksi untuk melihat arah pergerakan pasar sebelum tercermin dalam data transaksi.

Pada Kuartal II 2026, Market Signal Score tercatat 50,3 dari skala 0-100. Angka tersebut melandai dibandingkan puncak aktivitas pasar pada akhir 2025.

Penurunan paling signifikan terlihat pada aktivitas pencarian dengan skor 38,8. Aktivitas tersebut mencakup penggunaan filter, penyimpanan atau wishlist, hingga pembagian listing.

Meski aktivitas pencarian menurun, minat calon pembeli untuk menghubungi agen maupun pemilik properti masih terjaga.

CEO dan Founder Pinhome Dayu Dara Permata mengatakan kondisi tersebut menunjukkan calon pembeli kini lebih selektif dalam menentukan pilihan.

"Calon pembeli kini lebih fokus pada properti yang benar-benar sesuai dengan kebutuhan dan anggaran mereka. Artinya, yang melambat bukan minat untuk membeli, melainkan proses pengambilan keputusan yang menjadi lebih terukur," ujar Dara.

Pasokan properti tetap kuat

Pasokan properti menjadi salah satu penopang kondisi pasar pada Kuartal II 2026. Indeks pasokan tercatat 56,8.

Jumlah listing baru masih tinggi, sementara proporsi listing yang memiliki urgensi untuk segera terjual juga meningkat. Kondisi tersebut terlihat dari semakin terbukanya penjual terhadap negosiasi harga maupun keinginan untuk menjual properti dalam waktu lebih cepat.

Situasi ini memberikan ruang tawar yang lebih besar bagi calon pembeli ketika bernegosiasi dengan penjual.

"Di tengah meningkatnya fleksibilitas dari sisi penjual, kondisi ini membuka peluang bagi pembeli untuk memperoleh kesepakatan yang lebih optimal," jelas Dara.

Sementara itu, indeks kecepatan transaksi mencatat skor 55,4. Setelah mengalami perlambatan pada Kuartal I 2026, waktu yang dibutuhkan sebuah listing untuk mendapatkan penawaran pertama kembali membaik pada Juni 2026.

Perbaikan terutama didorong oleh listing yang dipasarkan melalui agen karena lebih cepat menarik minat calon pembeli.
   

Minat beli bergeser ke kawasan penyangga

Pergerakan minat membeli juga tidak merata di berbagai wilayah. Penurunan minat paling tajam tercatat di Jakarta Selatan, Jakarta Timur, dan Kota Depok.

Sebaliknya, Kabupaten Bekasi, Kabupaten Tangerang, dan Kabupaten Bogor mencatat penguatan minat beli.

Sejumlah kota di luar Jakarta seperti Kota Bekasi, Kota Tangerang, dan Surabaya juga menunjukkan peningkatan minat, sementara Kota Bandung bergerak relatif stabil.

Pola tersebut mengindikasikan adanya pergeseran aktivitas pasar menuju kawasan penyangga di sekitar pusat kota dan berpotensi berlanjut dalam beberapa kuartal mendatang.

Dari sisi dinamika permintaan dan pasokan, koridor Bekasi, Tangerang, dan Surabaya menjadi pasar yang paling dinamis karena pertumbuhan minat beli dan listing baru sama-sama menguat.

Sementara itu, Jakarta Selatan mencatat pelemahan baik dari sisi permintaan maupun pasokan.

Kabupaten Bogor menunjukkan kondisi yang semakin kompetitif karena permintaan meningkat ketika pasokan justru menyusut. Sebaliknya, Bandung dan Jakarta Timur memberikan ruang negosiasi yang lebih besar bagi pembeli karena pertumbuhan pasokan melampaui peningkatan minat.

Pinhome Indonesia Property Market Signal merupakan indikator dini dengan skala 0-100. Skor yang lebih tinggi menunjukkan aktivitas pasar yang menguat, sedangkan skor yang lebih rendah menunjukkan aktivitas yang melambat dibandingkan periode acuan.

"Perubahan di pasar properti umumnya diawali oleh perubahan perilaku pencarian dan interaksi calon pembeli. Karena itu, Pinhome Indonesia Property Market Signal dirancang untuk menangkap sinyal-sinyal awal tersebut sehingga dapat memberikan perspektif yang lebih cepat mengenai dinamika pasar," tutup Dara.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(KIE)

MOST SEARCH