NEWS
Pasar Kondominium Jakarta Masih Selektif, Penjualan Capai 96,3%
Rizkie Fauzian
Jumat 07 Agustus 2026 / 13:49
- Pasar kondominium Jakarta masih tumbuh selektif pada paruh pertama 2026 dengan tingkat penjualan kumulatif mencapai 96,3 persen.
- Segmen menengah atas hingga premium masih menunjukkan resiliensi, bahkan seluruh pasokan baru tahun ini berasal dari segmen premium.
- Pasar kondominium menghadapi persaingan dari rumah tapak di hinterland dan hunian yang dikembangkan di kawasan TOD.
Jakarta: Pasar kondominium di Jakarta masih tumbuh secara selektif pada paruh pertama 2026. Kondisi tersebut terjadi di tengah proses pemulihan pasar properti setelah pandemi serta berbagai tantangan ekonomi lokal dan global.
Hunian vertikal yang berada di pusat kota masih memiliki daya tawar karena menawarkan akses terhadap berbagai fasilitas dan pusat aktivitas. Namun, dinamika pasar kondominium dalam beberapa tahun terakhir cenderung terbatas dengan angka penjualan tahunan yang terus terkoreksi.
Kondisi tersebut bahkan telah mulai terlihat sebelum pandemi. Di tengah pasar yang selektif, segmen menengah atas hingga premium justru menunjukkan resiliensi yang relatif stabil.
Lebih dari separuh pasokan baru kondominium di Jakarta berasal dari segmen menengah atas hingga premium. Bahkan, seluruh stok baru yang masuk ke pasar pada tahun ini berasal dari segmen premium.
Di sisi lain, hunian vertikal di tengah kota harus bersaing dengan rumah tapak di wilayah hinterland serta pengembangan hunian di kawasan transit oriented development (TOD).
Persaingan tersebut menjadi salah satu pertimbangan konsumen, terutama karena sebagian besar permintaan saat ini berasal dari segmen menengah.
Tingkat penjualan kumulatif tercatat mencapai 96,3 persen. Berdasarkan segmen, kumulasi penjualan tertinggi berasal dari kelas middle sebesar 39 persen, upper middle 25 persen, dan high-end 21 persen dari total penjualan.
Dari sisi wilayah, kawasan central business district (CBD) dan Prime Non-CBD masih menjadi submarket yang diminati untuk produk high-end dan upper middle.
Sementara itu, rata-rata harga unit kondominium baru tercatat menguat 1,5 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Rata-rata penjualan stok baru juga meningkat tipis menjadi 55 persen. Saat ini terdapat sekitar 2.814 unit baru yang tengah dipasarkan.
"Resiliensi penjualan kondominium pada segmen high-end menjadi salah satu penopang utama di tengah pemulihan yang belum merata," ujar Willson.
Menurut dia, pengembang perlu lebih cermat dalam merancang produk, strategi harga, dan pendekatan pemasaran untuk menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya segmen menengah yang masih menjadi basis permintaan terbesar.
Ke depan, pengembang juga perlu memformulasikan produk yang sesuai dengan kebutuhan segmen menengah. Hal tersebut menjadi penting karena konsumen memiliki semakin banyak pilihan, mulai dari rumah tapak di kawasan hinterland hingga hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik di kawasan TOD.
Di sisi lain, stabilitas kondisi sosial dan ekonomi dinilai menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan pertumbuhan pasar properti residensial Jakarta ke depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
Hunian vertikal yang berada di pusat kota masih memiliki daya tawar karena menawarkan akses terhadap berbagai fasilitas dan pusat aktivitas. Namun, dinamika pasar kondominium dalam beberapa tahun terakhir cenderung terbatas dengan angka penjualan tahunan yang terus terkoreksi.
Kondisi tersebut bahkan telah mulai terlihat sebelum pandemi. Di tengah pasar yang selektif, segmen menengah atas hingga premium justru menunjukkan resiliensi yang relatif stabil.
Lebih dari separuh pasokan baru kondominium di Jakarta berasal dari segmen menengah atas hingga premium. Bahkan, seluruh stok baru yang masuk ke pasar pada tahun ini berasal dari segmen premium.
Di sisi lain, hunian vertikal di tengah kota harus bersaing dengan rumah tapak di wilayah hinterland serta pengembangan hunian di kawasan transit oriented development (TOD).
Persaingan tersebut menjadi salah satu pertimbangan konsumen, terutama karena sebagian besar permintaan saat ini berasal dari segmen menengah.
Pasokan kondominium Jakarta capai 249.107 unit
Berdasarkan pembaruan kondisi pasar kondominium Jakarta pada paruh pertama 2026, pasokan kondominium bertambah menjadi 249.107 unit setelah satu proyek baru selesai di area Prime Non-CBD.Tingkat penjualan kumulatif tercatat mencapai 96,3 persen. Berdasarkan segmen, kumulasi penjualan tertinggi berasal dari kelas middle sebesar 39 persen, upper middle 25 persen, dan high-end 21 persen dari total penjualan.
Dari sisi wilayah, kawasan central business district (CBD) dan Prime Non-CBD masih menjadi submarket yang diminati untuk produk high-end dan upper middle.
Sementara itu, rata-rata harga unit kondominium baru tercatat menguat 1,5 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).
Rata-rata penjualan stok baru juga meningkat tipis menjadi 55 persen. Saat ini terdapat sekitar 2.814 unit baru yang tengah dipasarkan.
Segmen High-End jadi penopang pasar
Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip mengatakan, resiliensi penjualan kondominium pada segmen high-end menjadi salah satu penopang pasar di tengah pemulihan yang belum merata."Resiliensi penjualan kondominium pada segmen high-end menjadi salah satu penopang utama di tengah pemulihan yang belum merata," ujar Willson.
Menurut dia, pengembang perlu lebih cermat dalam merancang produk, strategi harga, dan pendekatan pemasaran untuk menjangkau pasar yang lebih luas, khususnya segmen menengah yang masih menjadi basis permintaan terbesar.
Ke depan, pengembang juga perlu memformulasikan produk yang sesuai dengan kebutuhan segmen menengah. Hal tersebut menjadi penting karena konsumen memiliki semakin banyak pilihan, mulai dari rumah tapak di kawasan hinterland hingga hunian yang terintegrasi dengan transportasi publik di kawasan TOD.
Di sisi lain, stabilitas kondisi sosial dan ekonomi dinilai menjadi salah satu faktor penting yang akan menentukan pertumbuhan pasar properti residensial Jakarta ke depan.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)