Kesenjangan harga rumah Jakarta melebar pada 2026. Foto: Shutterstock
Kesenjangan harga rumah Jakarta melebar pada 2026. Foto: Shutterstock

Harga Rumah Jakarta Makin Jomplang, Jaksel Tembus Rp9 Miliar

Rizkie Fauzian • 11 Maret 2026 14:24
Ringkasnya gini..
  • Kesenjangan harga rumah di Jakarta semakin lebar pada 2026, dengan median harga di Jakarta Selatan sekitar Rp9 miliar dan Jakarta Timur sekitar Rp2,65 miliar.
  • Perkembangan infrastruktur seperti MRT Jakarta dan LRT Jabodebek turut memengaruhi nilai kawasan hunian di ibu kota.
  • Untuk meningkatkan transparansi pasar, Rumah123 meluncurkan fitur Peta Harga Properti yang menampilkan visualisasi harga hunian berbasis lokasi.
Jakarta: Kesenjangan harga properti di DKI Jakarta semakin terlihat memasuki kuartal pertama 2026. Perbedaan harga rumah antarwilayah di ibu kota kini semakin lebar seiring berkembangnya infrastruktur transportasi dan pusat ekonomi baru.
 
Ekspansi kawasan berbasis Transit Oriented Development (TOD), termasuk pembangunan MRT Jakarta Fase 2 serta integrasi jaringan LRT Jabodebek, dinilai turut mendorong terbentuknya kawasan ekonomi baru yang memengaruhi nilai properti di berbagai wilayah Jakarta.
 
Perubahan yang berlangsung cepat ini menghadirkan tantangan bagi masyarakat yang mencari hunian. Perbedaan harga rumah di Jakarta antarwilayah semakin kontras, sementara informasi pasar yang tersebar membuat calon pembeli kerap kesulitan menentukan lokasi yang sesuai dengan kemampuan finansial.

Data internal Rumah123 menunjukkan disparitas harga yang cukup signifikan. Median harga rumah seken di Jakarta Selatan kini mencapai sekitar Rp9 miliar, sementara di Jakarta Timur berada di kisaran Rp2,65 miliar.
 
Ketimpangan tersebut mencerminkan bagaimana perubahan infrastruktur dan konektivitas, termasuk perkembangan kawasan yang dekat dengan jaringan transportasi massal seperti MRT, dapat memengaruhi preferensi serta nilai kawasan hunian.
 
Head of Product Rumah123, Alexander, mengatakan dinamika harga properti yang bergerak cepat membuat calon pembeli membutuhkan referensi data yang lebih akurat untuk menentukan lokasi hunian.
 
“Di tengah dinamika harga properti yang bergerak cepat, presisi menjadi kunci. Pengguna perlu memahami area mana yang masih menawarkan harga lebih terjangkau sehingga keputusan pencarian tidak lagi berbasis asumsi,” ujar Alexander dikutip Senin, 9 Maret 2026.
 
Selain kesenjangan harga, pasar properti Jakarta juga menghadapi tantangan keterbatasan suplai hunian dengan ukuran tertentu. Data internal Rumah123 mencatat rumah dengan luas bangunan di bawah 60 meter persegi hanya mencakup sekitar 0,4 persen dari total suplai yang tersedia.
 
VP of Marketing Rumah123, Firman Pamungkas menilai kondisi tersebut sering membuat pencari rumah, terutama pembeli pertama, menghadapi dilema antara lokasi yang diinginkan dan kemampuan finansial.
 
“Tantangan pencari rumah di Indonesia, khususnya first-home buyers, adalah sering terjebak pada pencarian yang terlalu emosional. Mereka mencari rumah impian lebih dulu, lalu menyadari bahwa harganya berada jauh di luar batas aman cicilan mereka,” jelas Firman.
 
Menurutnya, memahami kondisi harga di suatu kawasan sejak awal menjadi langkah penting agar pencari rumah dapat menentukan lokasi yang tidak hanya nyaman tetapi juga realistis secara finansial.
 
Sebagai bagian dari upaya memberikan transparansi data pasar, Rumah123 juga meluncurkan fitur Peta Harga Properti yang menampilkan visualisasi harga hunian berbasis lokasi. Fitur ini memungkinkan pengguna melihat kisaran harga properti di berbagai kawasan melalui tampilan peta interaktif sehingga membantu pencari rumah memahami kondisi pasar sebelum menentukan lokasi hunian.
 
Pada tahap awal, fitur tersebut tersedia untuk wilayah DKI Jakarta dan akan diperluas ke kota-kota besar lainnya seiring meningkatnya kebutuhan transparansi data di pasar properti nasional.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA