NEWS

Apartemen Sewa Jakarta Mulai Pulih, 9.843 Unit Tersedia pada 2026

Rizkie Fauzian
Jumat 07 Agustus 2026 / 22:02
Ringkasnya gini..
  • Tingkat keterisian apartemen sewa di Jakarta mencapai 67,6 persen pada semester I 2026, tetapi belum kembali ke level sebelum pandemi.
  • Ekspatriat Asia Timur menjadi penghuni yang mendominasi pasar apartemen sewa Jakarta, terutama di kawasan CBD dan Prime Non-CBD.
  • Sebanyak 872 unit apartemen baru diperkirakan masuk pasar hingga 2028 di tengah persaingan hunian premium yang semakin ketat.
Jakarta: Pasar apartemen sewa di Jakarta merupakan sektor properti dengan segmen yang cukup spesifik. Penghuninya umumnya berasal dari kalangan ekspatriat dan perusahaan yang menyewa unit untuk kebutuhan korporasi.

Tingkat keterisian apartemen sewa di Jakarta terus menunjukkan pemulihan, meski belum kembali ke performa sebelum pandemi. Pada periode 2012-2013, misalnya, pasar apartemen sewa pernah berada dalam kondisi yang kuat dengan tingkat keterisian mencapai 86 persen dan pertumbuhan harga sewa mencapai dua digit.

Di tengah proses pemulihan pasar, ekspatriat dari Asia Timur menjadi kelompok yang mendominasi penghuni apartemen sewa di Jakarta. Mereka tersebar di kawasan central business district (CBD) maupun Prime Non-CBD.

Selain ekspatriat Asia Timur, penghuni dari Eropa, Amerika Serikat, dan Timur Tengah juga turut menjadi bagian dari pasar apartemen sewa Jakarta.

Memasuki 2026, pasar apartemen sewa menghadapi sejumlah dinamika. Beberapa proyek menunda peluncuran sehingga pasokan relatif tetap pada semester pertama tahun ini. Namun, tambahan stok diperkirakan kembali masuk pasar menjelang akhir 2026.

Okupansi apartemen sewa Jakarta 67,6 persen

Berdasarkan pembaruan pasar apartemen sewa Jakarta pada semester I 2026 atau 1H26, total pasokan tercatat sebanyak 9.843 unit dan masih relatif tetap. Rata-rata tingkat keterisian atau penyewaan apartemen sedikit terkoreksi menjadi sekitar 67,6 persen.

Senior Research Advisor di Knight Frank Indonesia Syarifah Syaukat mengatakan dari sisi harga, rata-rata tarif sewa apartemen tipe serviced menunjukkan perbaikan dengan kenaikan sekitar 2 persen secara tahunan atau year-on-year (yoy).

"Sementara itu, rata-rata harga sewa apartemen non-servis mengalami sedikit koreksi sekitar 1 persen secara tahunan. Dari sisi pasokan, setidaknya 872 unit apartemen baru diperkirakan kembali masuk pasar hingga 2028," jelas dia dalam laporan, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.
 

Berdasarkan wilayah, submarket CBD mencatat tingkat hunian yang lebih tinggi dibandingkan kawasan lainnya. Kondisi tersebut menunjukkan bahwa lokasi di pusat bisnis masih menjadi salah satu pertimbangan utama bagi penyewa apartemen.

Persaingan apartemen sewa semakin ketat

Country Head Knight Frank Indonesia Willson Kalip mengatakan persaingan di pasar apartemen sewa semakin ketat seiring bertambahnya pilihan hunian premium di Jakarta.

"Persaingan di pasar apartemen sewa semakin ketat seiring bertambahnya pilihan hunian premium di Jakarta. Dalam kondisi pasar yang masih berada pada fase softening market, keunggulan tidak lagi hanya ditentukan oleh kualitas fisik properti, tetapi juga oleh kemampuan pengelola menghadirkan pengalaman tinggal (living experience) yang berbeda melalui layanan yang inovatif, fleksibel, dan berorientasi pada kebutuhan penyewa," ujar Willson.

Menurut dia, pengelola apartemen juga perlu memperluas target pasar dan membangun kolaborasi dengan sektor kreatif, pariwisata, serta ekosistem bisnis.

Langkah tersebut dinilai dapat menjadi strategi untuk menciptakan sumber permintaan baru sekaligus memperkuat daya saing apartemen sewa di Jakarta.

Dengan semakin banyaknya pilihan hunian premium, pengelola apartemen perlu menawarkan layanan dan pengalaman tinggal yang mampu membedakan produknya dari kompetitor. Kondisi pasar yang masih dalam tahap pemulihan juga membuat strategi tersebut semakin penting untuk mempertahankan tingkat hunian.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)

MOST SEARCH