NEWS
Pasar Industri Greater Jakarta Tetap Tangguh di Tengah Investasi Selektif
Rizkie Fauzian
Senin 10 Agustus 2026 / 12:33
- Pasar industri Greater Jakarta masih menunjukkan ketahanan pada kuartal II 2026.
- Investor industri kini lebih mempertimbangkan kesiapan infrastruktur dan kepastian operasional
- Pasokan lahan industri Jakarta dan sekitarnya tetap sekitar 18.500 hektare.
Jakarta: Pasar properti industri di Greater Jakarta masih menunjukkan ketahanan fundamental pada kuartal II 2026. Meski aktivitas transaksi melambat dan iklim investasi semakin selektif, permintaan lahan industri masih ditopang sejumlah sektor dengan prospek pertumbuhan jangka panjang.
Berdasarkan laporan pasar industri terbaru Colliers, serapan lahan industri di Greater Jakarta mencapai 36,74 hektare pada kuartal II 2026. Kondisi tersebut menunjukkan investor masih menjajaki peluang investasi, meski membutuhkan waktu lebih panjang sebelum memutuskan ekspansi.
Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan pasar industri Greater Jakarta tidak mengalami perlambatan secara menyeluruh. Menurutnya, pasar kini memasuki fase investasi baru yang lebih menekankan kepastian operasional, kesiapan infrastruktur, dan keberlanjutan bisnis.
"Pasar industri Greater Jakarta bukan sedang mengalami perlambatan secara menyeluruh. Sebaliknya, pasar memasuki fase investasi baru, di mana perusahaan semakin mengutamakan kepastian operasional, kesiapan infrastruktur, dan keberlanjutan bisnis jangka panjang sebelum memutuskan untuk berekspansi," ujar Ferry dikutip dari laporan, Senin, 10 Agustus 2026.
Ia menambahkan, fokus pasar saat ini bukan hanya pada volume transaksi, tetapi juga kualitas keputusan investasi.
Sektor-sektor tersebut dinilai masih berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi struktural Indonesia, digitalisasi, konsumsi domestik, dan penguatan rantai pasok.
Di sisi lain, investor semakin mempertimbangkan kepastian regulasi, kesiapan infrastruktur, serta efisiensi operasional dalam menentukan lokasi investasi. Hal ini membuat proses pengambilan keputusan ekspansi menjadi lebih selektif dan membutuhkan waktu lebih panjang.
Pengembang juga cenderung mengoptimalkan bank lahan yang sudah dimiliki dibandingkan membuka kawasan industri baru. Strategi tersebut dilakukan melalui pengembangan secara bertahap, penyesuaian masterplan, serta alih fungsi lahan secara selektif untuk menyesuaikan kebutuhan okupier.
Pergeseran permintaan menuju sektor bernilai lebih tinggi dan berbasis teknologi membuat kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan kawasan industri.
Kawasan yang memiliki utilitas andal, kapasitas listrik memadai, konektivitas kuat, serta kepastian operasional dinilai memiliki daya tawar lebih baik. Kondisi tersebut juga dapat membantu kawasan industri mempertahankan harga dan menarik investor, khususnya dari sektor pusat data dan manufaktur berteknologi maju.
Namun, realisasi investasi ke depan akan semakin dipengaruhi oleh kepastian regulasi, efisiensi proses perizinan, percepatan pembangunan infrastruktur, serta kesiapan utilitas.
Dengan kondisi tersebut, pasar industri diperkirakan tetap memiliki peluang pertumbuhan, tetapi investor dan pengembang akan semakin mempertimbangkan kualitas lokasi, kesiapan infrastruktur, dan prospek bisnis sebelum mengambil keputusan investasi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)
Berdasarkan laporan pasar industri terbaru Colliers, serapan lahan industri di Greater Jakarta mencapai 36,74 hektare pada kuartal II 2026. Kondisi tersebut menunjukkan investor masih menjajaki peluang investasi, meski membutuhkan waktu lebih panjang sebelum memutuskan ekspansi.
Head of Research Colliers Indonesia Ferry Salanto mengatakan pasar industri Greater Jakarta tidak mengalami perlambatan secara menyeluruh. Menurutnya, pasar kini memasuki fase investasi baru yang lebih menekankan kepastian operasional, kesiapan infrastruktur, dan keberlanjutan bisnis.
"Pasar industri Greater Jakarta bukan sedang mengalami perlambatan secara menyeluruh. Sebaliknya, pasar memasuki fase investasi baru, di mana perusahaan semakin mengutamakan kepastian operasional, kesiapan infrastruktur, dan keberlanjutan bisnis jangka panjang sebelum memutuskan untuk berekspansi," ujar Ferry dikutip dari laporan, Senin, 10 Agustus 2026.
Ia menambahkan, fokus pasar saat ini bukan hanya pada volume transaksi, tetapi juga kualitas keputusan investasi.
Permintaan masih berasal dari sejumlah sektor
Menurut Colliers, permintaan lahan industri masih didorong oleh sektor-sektor yang memiliki prospek pertumbuhan jangka panjang. Beberapa di antaranya pusat data, logistik, kendaraan listrik dan rantai pasoknya, elektronik, fast-moving consumer goods (FMCG), layanan kesehatan, serta ekspansi perusahaan yang telah beroperasi.Sektor-sektor tersebut dinilai masih berkaitan erat dengan pertumbuhan ekonomi struktural Indonesia, digitalisasi, konsumsi domestik, dan penguatan rantai pasok.
Di sisi lain, investor semakin mempertimbangkan kepastian regulasi, kesiapan infrastruktur, serta efisiensi operasional dalam menentukan lokasi investasi. Hal ini membuat proses pengambilan keputusan ekspansi menjadi lebih selektif dan membutuhkan waktu lebih panjang.
Pasokan lahan industri tetap
Colliers mencatat total pasokan lahan industri di Jakarta dan sekitarnya masih berada di kisaran 18.500 hektare pada kuartal II 2026. Tidak adanya kawasan industri baru yang selesai dibangun selama periode tersebut membuat total pasokan tidak mengalami perubahan.Pengembang juga cenderung mengoptimalkan bank lahan yang sudah dimiliki dibandingkan membuka kawasan industri baru. Strategi tersebut dilakukan melalui pengembangan secara bertahap, penyesuaian masterplan, serta alih fungsi lahan secara selektif untuk menyesuaikan kebutuhan okupier.
Pergeseran permintaan menuju sektor bernilai lebih tinggi dan berbasis teknologi membuat kesiapan infrastruktur menjadi salah satu faktor penting dalam persaingan kawasan industri.
Kawasan yang memiliki utilitas andal, kapasitas listrik memadai, konektivitas kuat, serta kepastian operasional dinilai memiliki daya tawar lebih baik. Kondisi tersebut juga dapat membantu kawasan industri mempertahankan harga dan menarik investor, khususnya dari sektor pusat data dan manufaktur berteknologi maju.
Prospek pasar industri
Colliers memperkirakan pasar industri Greater Jakarta masih memiliki prospek yang didukung besarnya perekonomian domestik Indonesia, perkembangan infrastruktur digital, dan keberlanjutan hilirisasi industri.Namun, realisasi investasi ke depan akan semakin dipengaruhi oleh kepastian regulasi, efisiensi proses perizinan, percepatan pembangunan infrastruktur, serta kesiapan utilitas.
Dengan kondisi tersebut, pasar industri diperkirakan tetap memiliki peluang pertumbuhan, tetapi investor dan pengembang akan semakin mempertimbangkan kualitas lokasi, kesiapan infrastruktur, dan prospek bisnis sebelum mengambil keputusan investasi.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)