NEWS

Gudang Modern Nyaris Penuh, Okupansi Tembus 97,4%

Rizkie Fauzian
Rabu 22 Juli 2026 / 15:00
Ringkasnya gini..
  • sektor kawasan industri dan logistik menjadi segmen properti dengan pertumbuhan paling kuat pada triwulan II 2026.
  • Okupansi gudang modern di Jabodetabek mencapai 97,4 persen dengan total pasokan sekitar 3,5 juta meter persegi.
  • Harga lahan industri di Jabodetabek kini berada pada kisaran Rp1,5 juta hingga Rp3,5 juta per meter persegi, dipimpin kenaikan harga di kawasan Cikarang.
Jakarta: Sektor kawasan industri dan logistik masih menjadi motor pertumbuhan pasar properti nasional pada triwulan II 2026. Tingginya aktivitas perusahaan manufaktur, e-commerce, hingga pusat data (data center) mendorong permintaan lahan industri dan gudang modern tetap kuat, terutama di wilayah Jabodetabek.

Laporan terbaru CBRE Indonesia menunjukkan tingkat okupansi gudang modern mencapai 97,4 persen, sementara kawasan industri mencatat tingkat keterisian sekitar 91,2 persen. Kondisi tersebut mencerminkan masih tingginya kebutuhan pelaku usaha terhadap fasilitas industri dan logistik.

Head of Research & Consulting CBRE Indonesia Anton Sitorus mengatakan sektor logistik menjadi salah satu segmen properti yang paling dinamis dibandingkan sektor lainnya.

"Logistik cukup dinamis karena banyaknya aktivitas dari perusahaan di sektor manufacturing, logistik, data center, dan sebagainya. Tren di masyarakat terkait e-commerce, internet, media sosial, dan sebagainya sedang bagus sehingga sangat memengaruhi pertumbuhan di sektor ini," ujar Anton dalam Media Briefing di Jakarta, Rabu, 22 Juli 2026.

Menurut Anton, kebutuhan perusahaan kini juga bergeser ke konsep build-to-suit, yakni pembangunan gudang atau fasilitas industri yang dirancang sesuai kebutuhan operasional masing-masing perusahaan. Konsep ini banyak diminati pelaku logistik dan pusat distribusi yang membutuhkan spesifikasi bangunan tertentu.

Gudang modern hampir penuh

CBRE mencatat total pasokan gudang modern di Jabodetabek telah mencapai sekitar 3,5 juta meter persegi. Selama triwulan II 2026, penyerapan ruang gudang mencapai sekitar 24 ribu meter persegi, sehingga tingkat okupansinya bertahan di kisaran 97,4 persen.

Permintaan tersebut didorong oleh perusahaan e-commerce, ritel, hingga penyedia jasa logistik yang membutuhkan fasilitas penyimpanan dengan standar operasional lebih tinggi.
 
Dari sisi harga, tarif sewa gudang modern berada pada kisaran Rp50 ribu hingga hampir Rp95 ribu per meter persegi per bulan. Koridor Depok-Bogor menjadi kawasan dengan tarif tertinggi, sedangkan rata-rata harga sewa di Jabodetabek mencapai sekitar Rp82 ribu per meter persegi per bulan.

Dalam satu tahun ke depan, sekitar 1 juta meter persegi gudang modern baru diproyeksikan masuk ke pasar. Meski demikian, ruang kosong yang tersedia saat ini hanya sekitar 91 ribu meter persegi, menunjukkan pasokan masih relatif terbatas dibandingkan permintaan.

Harga lahan industri terus meningkat

Selain sektor logistik, kawasan industri juga menunjukkan kinerja yang stabil. CBRE mencatat tingkat okupansi kawasan industri di Jabodetabek mencapai sekitar 91,2 persen, didorong pembangunan pabrik baru dan semakin terbatasnya lahan siap bangun.

Selama triwulan II 2026, total pasokan kawasan industri di Jabodetabek mencapai sekitar 15.600 hektare, dengan penyerapan lahan sekitar 62 hektare.

Kenaikan harga lahan paling signifikan terjadi di kawasan Cikarang, sementara Karawang juga mencatat tren kenaikan. Secara keseluruhan, harga lahan industri di Jabodetabek berada pada kisaran Rp1,5 juta hingga Rp3,5 juta per meter persegi, dengan rata-rata sekitar Rp2,5 juta per meter persegi.

Ke depan, pengembang diperkirakan akan menambah sekitar 1.400 hektare kawasan industri baru. Namun, luas lahan kosong yang masih tersedia di kawasan industri Jabodetabek juga berada di kisaran 1.400 hektare, sehingga keseimbangan antara pasokan dan permintaan diperkirakan tetap terjaga. (Syarifah Komalasari)

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(KIE)

MOST SEARCH