NEWS
KEK Industropolis Batang Perkuat Talenta untuk Kebutuhan Industri
Rizkie Fauzian
Jumat 21 Agustus 2026 / 12:54
- KEK Industropolis Batang dan Dinas Pendidikan Jateng menjalin kerja sama untuk memperkuat karakter dan kesiapan kerja peserta didik serta lulusan SMK.
- Program NGOPENI SMK mencakup pembekalan, pelatihan, kunjungan industri, magang, sertifikasi, hingga keterlibatan praktisi industri.
- Lulusan SMK didorong lebih siap masuk industri melalui penguatan kompetensi teknis, karakter kerja, kemampuan beradaptasi, serta fasilitasi informasi dan penempatan kerja.
Batang: Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang bersama Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah memperkuat sinergi antara pendidikan vokasi dan kebutuhan industri melalui penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang penguatan karakter dan kesiapan kerja peserta didik serta lulusan sekolah menengah kejuruan (SMK).
Penandatanganan PKS tersebut dilakukan dalam kegiatan Diseminasi Program NGOPENI SMK di KEK Industropolis Batang. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang ditandatangani pada 19 Agustus 2025 terkait kerja sama pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia di Jawa Tengah.
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko KEK Industropolis Batang, Angga Arie Saputra, mengatakan kolaborasi dengan dunia pendidikan menjadi bagian penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"KEK Industropolis Batang tidak hanya dibangun dengan infrastruktur, listrik, air, dan teknologi, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkan seluruh ekosistem industri di dalamnya," ujar Angga dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurut dia, SMK memiliki posisi penting sebagai salah satu sumber talenta bagi kawasan industri. Melalui Program NGOPENI SMK, peserta didik diharapkan dapat mengenal kebutuhan dunia kerja sejak di bangku sekolah.
Kolaborasi tersebut mencakup pembekalan, pelatihan, serta pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan industri. Selain kompetensi teknis, peserta didik juga dibekali pemahaman mengenai disiplin, tanggung jawab, budaya kerja, serta kemampuan untuk terus belajar dan berkembang.
Penguatan karakter kerja dalam kerja sama tersebut mencakup integritas, disiplin, tanggung jawab, etos kerja, komunikasi, kerja sama, ketahanan kerja, kepatuhan terhadap prosedur, kepedulian terhadap keselamatan, serta kemampuan beradaptasi dan terus belajar.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menilai kompetensi peserta didik perlu mengikuti perkembangan dunia industri dan tidak bersifat monoton. Selain kompetensi, peserta didik juga perlu dibekali karakter dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi berbagai perubahan.
Ruang lingkup kerja sama meliputi penyelarasan materi pembekalan dan pelatihan kesiapan kerja, fasilitasi kunjungan pabrik dan industri, serta keterlibatan praktisi industri sebagai narasumber, instruktur, mentor, penguji, dan pemberi umpan balik.
Para pihak juga dapat memfasilitasi pelatihan, pembekalan, asesmen, sertifikasi kompetensi, magang, praktik kerja lapangan, serta kegiatan lain sesuai program dan ketentuan yang berlaku.
Menurut dia, kurikulum SMK perlu dibuat adaptif, dinamis, dan terintegrasi dengan standar kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
Sinergi penyiapan calon tenaga kerja juga menjadi bagian penting dalam kerja sama tersebut. Melalui koordinasi dengan SMK dan Bursa Kerja Khusus (BKK), peserta didik dan lulusan dapat memperoleh informasi lowongan, bimbingan karier, pemadanan kompetensi, proses seleksi, hingga fasilitasi penempatan kerja.
Proses rekrutmen yang difasilitasi dalam kerja sama ini diarahkan berlangsung secara objektif, transparan, inklusif, non-diskriminatif, dan tanpa pungutan kepada pelamar.
Melalui Program NGOPENI SMK, lulusan diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi tantangan, bertahan, serta berkembang di dunia industri.
(KIE)
Penandatanganan PKS tersebut dilakukan dalam kegiatan Diseminasi Program NGOPENI SMK di KEK Industropolis Batang. Kerja sama ini merupakan tindak lanjut dari Kesepakatan Bersama antara PT Kawasan Industri Terpadu Batang (KEK Industropolis Batang) dan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah yang ditandatangani pada 19 Agustus 2025 terkait kerja sama pembangunan ekonomi dan sumber daya manusia di Jawa Tengah.
Direktur Keuangan & Manajemen Risiko KEK Industropolis Batang, Angga Arie Saputra, mengatakan kolaborasi dengan dunia pendidikan menjadi bagian penting untuk menyiapkan sumber daya manusia yang sesuai dengan kebutuhan industri.
"KEK Industropolis Batang tidak hanya dibangun dengan infrastruktur, listrik, air, dan teknologi, tetapi juga membutuhkan sumber daya manusia yang kompeten untuk mengoperasikan, memelihara, dan mengembangkan seluruh ekosistem industri di dalamnya," ujar Angga dalam keterangan tertulis, Jumat, 21 Agustus 2026.
Menurut dia, SMK memiliki posisi penting sebagai salah satu sumber talenta bagi kawasan industri. Melalui Program NGOPENI SMK, peserta didik diharapkan dapat mengenal kebutuhan dunia kerja sejak di bangku sekolah.
Kolaborasi tersebut mencakup pembekalan, pelatihan, serta pengembangan kompetensi sesuai kebutuhan industri. Selain kompetensi teknis, peserta didik juga dibekali pemahaman mengenai disiplin, tanggung jawab, budaya kerja, serta kemampuan untuk terus belajar dan berkembang.
Perkuat karakter dan kompetensi
Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Jawa Tengah, Sadimin, menekankan pentingnya menyiapkan lulusan SMK agar mampu memasuki dunia kerja secara langsung. Upaya tersebut dilakukan melalui penguatan karakter sekaligus peningkatan kompetensi yang relevan dengan kebutuhan dan perkembangan industri.Penguatan karakter kerja dalam kerja sama tersebut mencakup integritas, disiplin, tanggung jawab, etos kerja, komunikasi, kerja sama, ketahanan kerja, kepatuhan terhadap prosedur, kepedulian terhadap keselamatan, serta kemampuan beradaptasi dan terus belajar.
Wakil Ketua Komisi III DPRD Provinsi Jawa Tengah, Mohammad Saleh, menilai kompetensi peserta didik perlu mengikuti perkembangan dunia industri dan tidak bersifat monoton. Selain kompetensi, peserta didik juga perlu dibekali karakter dan kemampuan beradaptasi dalam menghadapi berbagai perubahan.
Ruang lingkup kerja sama meliputi penyelarasan materi pembekalan dan pelatihan kesiapan kerja, fasilitasi kunjungan pabrik dan industri, serta keterlibatan praktisi industri sebagai narasumber, instruktur, mentor, penguji, dan pemberi umpan balik.
Para pihak juga dapat memfasilitasi pelatihan, pembekalan, asesmen, sertifikasi kompetensi, magang, praktik kerja lapangan, serta kegiatan lain sesuai program dan ketentuan yang berlaku.
Dorong lulusan SMK terserap industri
Bupati Batang, M. Faiz Kurniawan, menekankan pentingnya keterhubungan pendidikan kejuruan dengan perkembangan dan kebutuhan dunia usaha maupun dunia industri (DUDI).Menurut dia, kurikulum SMK perlu dibuat adaptif, dinamis, dan terintegrasi dengan standar kompetensi yang dibutuhkan dunia kerja.
Sinergi penyiapan calon tenaga kerja juga menjadi bagian penting dalam kerja sama tersebut. Melalui koordinasi dengan SMK dan Bursa Kerja Khusus (BKK), peserta didik dan lulusan dapat memperoleh informasi lowongan, bimbingan karier, pemadanan kompetensi, proses seleksi, hingga fasilitasi penempatan kerja.
Proses rekrutmen yang difasilitasi dalam kerja sama ini diarahkan berlangsung secara objektif, transparan, inklusif, non-diskriminatif, dan tanpa pungutan kepada pelamar.
Melalui Program NGOPENI SMK, lulusan diharapkan tidak hanya siap memasuki dunia kerja, tetapi juga memiliki karakter, kompetensi, dan kemampuan beradaptasi untuk menghadapi tantangan, bertahan, serta berkembang di dunia industri.
(KIE)