BEAUTY
PDRN Lagi Hype Abis di 2026, Emang Apa Sih Magic-nya Buat Kulit?
Yatin Suleha
Selasa 18 Agustus 2026 / 14:27
- Gak bisa dipungkiri, PDRN lagi roaring banget di dunia skincare tahun ini.
- Bahan yang tadinya cuma nongol di klinik estetika dan dunia medis, sekarang gampang banget ditemuin di range produk lokal.
- Tren ini makin hype gara-gara gelombang K-beauty yang doyan banget ngangkat bahan aktif berbasis bioteknologi canggih.
Jakarta: Gak bisa dipungkiri, PDRN lagi roaring banget di dunia skincare tahun ini. Bahan yang tadinya cuma nongol di klinik estetika dan dunia medis, sekarang gampang banget ditemuin di range produk lokal maupun K-beauty, mulai dari serum sampai sheet mask.
Tren ini makin hype gara-gara gelombang K-beauty yang doyan banget ngangkat bahan aktif berbasis bioteknologi canggih. So, sebenarnya apa sih PDRN itu dan apa magic-nya buat kulit kita?
Buat yang penasaran, PDRN itu singkatan dari polydeoxyribonucleotide—simpelnya sih fragmen DNA yang udah lama banget diteliti karena jagoan banget buat urusan repair jaringan kulit.
Biasanya bahan ini diambil dari DNA ikan salmon dan lebih sering dipakai di klinik kecantikan atau dunia medis. Tapi sekarang, PDRN udah naik tingkat jadi daily skincare yang bisa kamu pake kapan aja.
Makanya, kandungan ini makin slipped banget sama skin goals yang fokusnya ke recovery dan bikin kulit makin healthy glowing.
Dulu, kalau mau cobain PDRN, pilihannya harus lewat treatment klinik yang pricey. Tapi sekarang, bahan ini udah officially masuk ke jajaran skincare essentials yang gampang banget dicari buat routine harian.
Bahkan, Cosmopolitan juga sepakat kalau PDRN lagi steal the spotlight banget di dunia kecantikan.
Gak ketinggalan, Cult Beauty juga nyatet kalau PDRN lagi trending parah di skena K-beauty. Mulai dari serum, toner, krim, sheet mask, sampai produk eye care, semuanya pada nge-blend bahan ini.
Fenomena ini ngebuktiin kalau standar glow up sekarang udah shift banget. Bukan cuma soal kulit yang keliatan cerah doang, tapi fokus utamanya udah beralih ke deep recovery, ngejaga skin barrier, dan bikin kulit genuinely healthy dari dalam!
.jpg)
(Populernya PDRN ini juga didukung sama riset serius yang ngebuktiin performanya pas dipake secara topikal (skincare oles). Foto: Dok. Ilustrasi/Generate Ai)
PDRN banyak menarik perhatian karena dikaitkan dengan proses perbaikan dan regenerasi jaringan. Dalam produk skincare, kandungan ini kemudian dikembangkan dengan berbagai klaim yang berkaitan dengan kondisi kulit.
Beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan PDRN antara lain:
PDRN diteliti karena dapat memengaruhi proses biologis yang berkaitan dengan perbaikan jaringan. Hal ini membuat PDRN banyak digunakan dalam produk yang mengusung konsep skin repair.
PDRN juga digunakan dalam produk yang ditujukan untuk membantu menjaga kondisi kulit. Namun, manfaat yang dirasakan tidak hanya bergantung pada PDRN, tetapi juga keseluruhan formula dan kandungan lain dalam produk.
PDRN turut diteliti karena kaitannya dengan matriks ekstraseluler, yaitu jaringan yang membantu menjaga struktur kulit.
Potensi tersebut membuat PDRN banyak dikembangkan dalam produk yang ditujukan untuk kulit dengan tanda-tanda penuaan.
Nah, populernya PDRN ini juga didukung sama riset serius yang ngebuktiin performanya pas dipake secara topikal (skincare oles). Salah satunya riset yang baru aja rilis di PLOS ONE tanggal 10 Juli 2026 kemarin.
Di riset itu, mereka ngeuji jenis PDRN-850K dari berbagai level, mulai dari testing di sel, model kulit yang rusak gara-gara sinar UV, sampai langsung uji klinis ke manusia.
Buat uji klinisnya, ada 31 cewek umur 35–55 tahun yang ikutan. Mereka pake krim mata dengan PDRN-850K 0,1% di sebelah wajah, dan di sisi satunya lagi dipakein krim retinol 0,1% selama 28 hari.
Hasilnya? Surprisingly good! Area sekitar mata nunjukin improvement nyata, mulai dari kerutan yang tersamarkan, lapisan kulit bagian dalam yang jadi lebih tebal dan padat.
Sampai kantung mata yang keliatan lebih nested. Plusnya lagi, formulasi ini aman banget dan minim iritasi selama trial. Tapi keep in mind, walau hasilnya promising parah, kita tetep harus mindful.
Riset ini spesifik banget pake formulasi PDRN-850K dengan dosis tertentu, pesertanya juga masih low key (kecil), dan durasinya cuma 28 hari. Jadi, belum tentu semua produk PDRN di pasaran bakal ngasih magic result yang sama persis, ya!
Desi Indasari
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)
Tren ini makin hype gara-gara gelombang K-beauty yang doyan banget ngangkat bahan aktif berbasis bioteknologi canggih. So, sebenarnya apa sih PDRN itu dan apa magic-nya buat kulit kita?
Apa itu PDRN?
Buat yang penasaran, PDRN itu singkatan dari polydeoxyribonucleotide—simpelnya sih fragmen DNA yang udah lama banget diteliti karena jagoan banget buat urusan repair jaringan kulit.
Biasanya bahan ini diambil dari DNA ikan salmon dan lebih sering dipakai di klinik kecantikan atau dunia medis. Tapi sekarang, PDRN udah naik tingkat jadi daily skincare yang bisa kamu pake kapan aja.
Makanya, kandungan ini makin slipped banget sama skin goals yang fokusnya ke recovery dan bikin kulit makin healthy glowing.
Mengapa PDRN jadi tren skincare 2026?
Dulu, kalau mau cobain PDRN, pilihannya harus lewat treatment klinik yang pricey. Tapi sekarang, bahan ini udah officially masuk ke jajaran skincare essentials yang gampang banget dicari buat routine harian.
Bahkan, Cosmopolitan juga sepakat kalau PDRN lagi steal the spotlight banget di dunia kecantikan.
Gak ketinggalan, Cult Beauty juga nyatet kalau PDRN lagi trending parah di skena K-beauty. Mulai dari serum, toner, krim, sheet mask, sampai produk eye care, semuanya pada nge-blend bahan ini.
Fenomena ini ngebuktiin kalau standar glow up sekarang udah shift banget. Bukan cuma soal kulit yang keliatan cerah doang, tapi fokus utamanya udah beralih ke deep recovery, ngejaga skin barrier, dan bikin kulit genuinely healthy dari dalam!
Apa mnfaat PDRN untuk kulit?
.jpg)
(Populernya PDRN ini juga didukung sama riset serius yang ngebuktiin performanya pas dipake secara topikal (skincare oles). Foto: Dok. Ilustrasi/Generate Ai)
PDRN banyak menarik perhatian karena dikaitkan dengan proses perbaikan dan regenerasi jaringan. Dalam produk skincare, kandungan ini kemudian dikembangkan dengan berbagai klaim yang berkaitan dengan kondisi kulit.
Beberapa manfaat yang sering dikaitkan dengan PDRN antara lain:
1. Mendukung proses perbaikan kulit
PDRN diteliti karena dapat memengaruhi proses biologis yang berkaitan dengan perbaikan jaringan. Hal ini membuat PDRN banyak digunakan dalam produk yang mengusung konsep skin repair.
2. Membantu menjaga kesehatan kulit
PDRN juga digunakan dalam produk yang ditujukan untuk membantu menjaga kondisi kulit. Namun, manfaat yang dirasakan tidak hanya bergantung pada PDRN, tetapi juga keseluruhan formula dan kandungan lain dalam produk.
3. Berpotensi membantu mengatasi tanda penuaan
PDRN turut diteliti karena kaitannya dengan matriks ekstraseluler, yaitu jaringan yang membantu menjaga struktur kulit.
Potensi tersebut membuat PDRN banyak dikembangkan dalam produk yang ditujukan untuk kulit dengan tanda-tanda penuaan.
Penelitian terbaru menguji PDRN dalam skincare
Nah, populernya PDRN ini juga didukung sama riset serius yang ngebuktiin performanya pas dipake secara topikal (skincare oles). Salah satunya riset yang baru aja rilis di PLOS ONE tanggal 10 Juli 2026 kemarin.
Di riset itu, mereka ngeuji jenis PDRN-850K dari berbagai level, mulai dari testing di sel, model kulit yang rusak gara-gara sinar UV, sampai langsung uji klinis ke manusia.
Buat uji klinisnya, ada 31 cewek umur 35–55 tahun yang ikutan. Mereka pake krim mata dengan PDRN-850K 0,1% di sebelah wajah, dan di sisi satunya lagi dipakein krim retinol 0,1% selama 28 hari.
Hasilnya? Surprisingly good! Area sekitar mata nunjukin improvement nyata, mulai dari kerutan yang tersamarkan, lapisan kulit bagian dalam yang jadi lebih tebal dan padat.
Sampai kantung mata yang keliatan lebih nested. Plusnya lagi, formulasi ini aman banget dan minim iritasi selama trial. Tapi keep in mind, walau hasilnya promising parah, kita tetep harus mindful.
Riset ini spesifik banget pake formulasi PDRN-850K dengan dosis tertentu, pesertanya juga masih low key (kecil), dan durasinya cuma 28 hari. Jadi, belum tentu semua produk PDRN di pasaran bakal ngasih magic result yang sama persis, ya!
Desi Indasari
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(TIN)