NEWS
KEK Industropolis Batang Siapkan Tenaga Kerja Sesuai Kebutuhan Industri
Rizkie Fauzian
Senin 31 Agustus 2026 / 23:42
- KEK Industropolis Batang menggandeng BBPVP Semarang dan PT Trax Sumbiri Indo untuk memperkuat pelatihan vokasi yang disesuaikan dengan kebutuhan industri.
- Sebanyak 50 peserta mengikuti Tailor Made Training secara gratis, dengan materi mencakup keterampilan teknis, soft skill, sertifikasi, hingga proses penempatan kerja.
- Sebanyak 80 persen peserta dinyatakan diterima bekerja setelah mengikuti pelatihan dan proses seleksi tenaga kerja.
Batang: Kawasan industri terus mendorong peningkatan kualitas sumber daya manusia (SDM) agar kebutuhan tenaga kerja dapat terpenuhi sesuai kompetensi yang dibutuhkan perusahaan.
Hal tersebut dilakukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang melalui kolaborasi pelatihan vokasi dan penempatan tenaga kerja bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang serta PT Trax Sumbiri Indo.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Penempatan Tenaga Kerja sekaligus penutupan Tailor Made Training (TMT).
Kerja sama ini menjadi upaya untuk memperkuat keterhubungan antara program pelatihan vokasi dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), khususnya perusahaan yang beroperasi di KEK Industropolis Batang.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Angga Arie Saputra, Kepala BBPVP Semarang, Fikri Kurniakiki, serta HR Manager PT Trax Sumbiri Indo, M Hari Nasrullah.
Angga mengatakan program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui peningkatan kualifikasi peserta sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi calon tenaga kerja sekaligus mendukung kesiapan mereka menghadapi dunia industri.
“Seiring dengan perkembangan kawasan industri, kita perlu mempersiapkan masa depan yang baik bagi para pekerja industri. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta pelatihan, sehingga kompetensi yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal untuk memberikan kontribusi yang baik di dunia kerja,” ujar Angga.
Program TMT mencakup pelatihan berbasis kompetensi, penyusunan program sesuai kebutuhan industri, rekrutmen dan penempatan tenaga kerja, class hiring, walk-in interview, sertifikasi kompetensi, hingga pemagangan atau On the Job Training (OJT).
Para pihak juga dapat melibatkan praktisi industri sebagai instruktur serta bertukar informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja. Langkah tersebut dilakukan agar materi pelatihan dan proses penempatan dapat semakin sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Sebagai salah satu tenant yang beroperasi di KEK Industropolis Batang, PT Trax Sumbiri Indo turut berperan dalam program tersebut. Perusahaan manufaktur garmen asal Thailand itu memanfaatkan kolaborasi tersebut untuk mendapatkan calon tenaga kerja yang telah memperoleh pembekalan sesuai kebutuhan industri.
HR Manager PT Trax Sumbiri Indo, M Hari Nasrullah, mengatakan program tersebut membantu perusahaan mengakses calon tenaga kerja yang telah mendapatkan pelatihan.
Kolaborasi antara PT Trax Sumbiri Indo, PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Dinas Ketenagakerjaan, dan BBPVP Semarang juga menjadi wadah untuk menyatukan informasi serta memperkuat koordinasi dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten.
Peserta dibekali kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, kemampuan bekerja dalam tim, serta komunikasi agar dapat beradaptasi dan bekerja secara efektif di lingkungan industri.
Pada tahap pertama, sebanyak 50 peserta mengikuti program TMT secara gratis. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta memperoleh sertifikasi kompetensi melalui lembaga yang terafiliasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta sertifikat dari BBPVP Semarang.
Hasilnya, setelah mengikuti proses seleksi tenaga kerja, sebanyak 80 persen peserta dinyatakan diterima bekerja.
Salah satu peserta yang lolos pelatihan, Dias Alfi Yuhani, mengatakan program TMT memberikan pengalaman dan keterampilan yang mendukung kesiapan memasuki dunia kerja.
“Melalui pelatihan ini, saya mendapatkan pembelajaran menjahit dari nol. Selain keterampilan menjahit, saya juga mendapatkan pendampingan untuk membangun soft skill dan hard skill yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan,” ujarnya.
Kolaborasi KEK Industropolis Batang, BBPVP Semarang, dan PT Trax Sumbiri Indo menjadi salah satu upaya menyelaraskan pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri. Program tersebut tidak hanya memberikan pembekalan kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang penempatan bagi tenaga kerja yang telah memenuhi kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.
Langkah tersebut menjadi penting seiring berkembangnya aktivitas industri di kawasan, sehingga ketersediaan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan tenant dapat mendukung keberlangsungan operasional dan pertumbuhan industri di KEK Industropolis Batang.
(KIE)
Hal tersebut dilakukan Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Industropolis Batang melalui kolaborasi pelatihan vokasi dan penempatan tenaga kerja bersama Balai Besar Pelatihan Vokasi dan Produktivitas (BBPVP) Semarang serta PT Trax Sumbiri Indo.
Kolaborasi tersebut ditandai dengan penandatanganan Perjanjian Kerja Sama (PKS) tentang Peningkatan Kompetensi Sumber Daya Manusia dan Penempatan Tenaga Kerja sekaligus penutupan Tailor Made Training (TMT).
Kerja sama ini menjadi upaya untuk memperkuat keterhubungan antara program pelatihan vokasi dengan kebutuhan Dunia Usaha dan Dunia Industri (DUDI), khususnya perusahaan yang beroperasi di KEK Industropolis Batang.
Penandatanganan PKS dilakukan oleh Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Angga Arie Saputra, Kepala BBPVP Semarang, Fikri Kurniakiki, serta HR Manager PT Trax Sumbiri Indo, M Hari Nasrullah.
Angga mengatakan program tersebut diharapkan dapat terus dikembangkan melalui peningkatan kualifikasi peserta sehingga memberikan manfaat berkelanjutan bagi calon tenaga kerja sekaligus mendukung kesiapan mereka menghadapi dunia industri.
“Seiring dengan perkembangan kawasan industri, kita perlu mempersiapkan masa depan yang baik bagi para pekerja industri. Kami berharap program ini dapat memberikan manfaat bagi seluruh peserta pelatihan, sehingga kompetensi yang diperoleh dapat terus dikembangkan dan menjadi bekal untuk memberikan kontribusi yang baik di dunia kerja,” ujar Angga.
Pelatihan disesuaikan dengan kebutuhan industri
Salah satu implementasi kerja sama tersebut dilakukan melalui program TMT yang berlangsung selama 10 hari pada 10-21 Agustus 2026. Pelatihan ini diikuti 50 peserta dari masyarakat Kabupaten Batang dan sekitarnya.Program TMT mencakup pelatihan berbasis kompetensi, penyusunan program sesuai kebutuhan industri, rekrutmen dan penempatan tenaga kerja, class hiring, walk-in interview, sertifikasi kompetensi, hingga pemagangan atau On the Job Training (OJT).
Para pihak juga dapat melibatkan praktisi industri sebagai instruktur serta bertukar informasi mengenai kebutuhan tenaga kerja. Langkah tersebut dilakukan agar materi pelatihan dan proses penempatan dapat semakin sesuai dengan kebutuhan perusahaan.
Sebagai salah satu tenant yang beroperasi di KEK Industropolis Batang, PT Trax Sumbiri Indo turut berperan dalam program tersebut. Perusahaan manufaktur garmen asal Thailand itu memanfaatkan kolaborasi tersebut untuk mendapatkan calon tenaga kerja yang telah memperoleh pembekalan sesuai kebutuhan industri.
HR Manager PT Trax Sumbiri Indo, M Hari Nasrullah, mengatakan program tersebut membantu perusahaan mengakses calon tenaga kerja yang telah mendapatkan pelatihan.
Kolaborasi antara PT Trax Sumbiri Indo, PT Kawasan Industri Terpadu Batang, Dinas Ketenagakerjaan, dan BBPVP Semarang juga menjadi wadah untuk menyatukan informasi serta memperkuat koordinasi dalam menyiapkan tenaga kerja yang kompeten.
80 persen peserta diterima bekerja
Dari sisi pelatihan vokasi, Kepala BBPVP Semarang Fikri Kurniakiki mengatakan pembekalan peserta tidak hanya berfokus pada kemampuan teknis, tetapi juga kompetensi yang mendukung produktivitas dan kesiapan memasuki dunia kerja.Peserta dibekali kedisiplinan, ketelitian, tanggung jawab, kemampuan bekerja dalam tim, serta komunikasi agar dapat beradaptasi dan bekerja secara efektif di lingkungan industri.
Pada tahap pertama, sebanyak 50 peserta mengikuti program TMT secara gratis. Setelah menyelesaikan pelatihan, peserta memperoleh sertifikasi kompetensi melalui lembaga yang terafiliasi dengan Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP) serta sertifikat dari BBPVP Semarang.
Hasilnya, setelah mengikuti proses seleksi tenaga kerja, sebanyak 80 persen peserta dinyatakan diterima bekerja.
Salah satu peserta yang lolos pelatihan, Dias Alfi Yuhani, mengatakan program TMT memberikan pengalaman dan keterampilan yang mendukung kesiapan memasuki dunia kerja.
“Melalui pelatihan ini, saya mendapatkan pembelajaran menjahit dari nol. Selain keterampilan menjahit, saya juga mendapatkan pendampingan untuk membangun soft skill dan hard skill yang disesuaikan dengan kebutuhan perusahaan,” ujarnya.
Kolaborasi KEK Industropolis Batang, BBPVP Semarang, dan PT Trax Sumbiri Indo menjadi salah satu upaya menyelaraskan pelatihan vokasi dengan kebutuhan industri. Program tersebut tidak hanya memberikan pembekalan kepada masyarakat, tetapi juga membuka peluang penempatan bagi tenaga kerja yang telah memenuhi kompetensi sesuai kebutuhan perusahaan.
Langkah tersebut menjadi penting seiring berkembangnya aktivitas industri di kawasan, sehingga ketersediaan tenaga kerja yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan tenant dapat mendukung keberlangsungan operasional dan pertumbuhan industri di KEK Industropolis Batang.
(KIE)