Head of Research JLL Indonesia, James Taylor, mengatakan pertumbuhan sektor ini merupakan kelanjutan dari tren positif yang terjadi dalam satu dekade terakhir. Saat ini, stok pergudangan modern di Jakarta telah mencapai sekitar 3,2 juta meter persegi, meningkat signifikan dibandingkan sekitar 1 juta meter persegi sepuluh tahun lalu.
“Pasar ini telah tumbuh selama 10 tahun terakhir dan tingkat hunian lebih tinggi daripada di tempat lain di Asia Pasifik. Kami memiliki harapan tinggi untuk sektor ini di tahun 2026 juga,” ujar James dalam Media Briefing JLL, Selasa, 12 Mei 2026.
Investasi manufaktur dan E-commerce dorong permintaan
Country Head and Head of Logistics and Industrial JLL Indonesia, Farazia Basarah, menjelaskan pertumbuhan sektor pergudangan didorong oleh meningkatnya investasi manufaktur asal Tiongkok. Permintaan kini tidak hanya berasal dari kebutuhan gudang tradisional, tetapi juga pabrik siap pakai dan lahan industri.Menurut Farazia, tingginya permintaan membuat sejumlah gudang berkualitas di lokasi strategis mulai mengalami kenaikan harga sewa yang cukup signifikan.
Sektor logistik dan e-commerce disebut masih menjadi kontributor utama terhadap kebutuhan ruang pergudangan modern, terutama di wilayah distribusi seperti Bekasi, Tangerang, Cibinong, dan Bogor.
“Pengiriman barang kurir dari e-commerce ini masih mendominasi permintaan pergudangan modern di daerah Jakarta terutama di daerah Bekasi, Tangerang, Cibinong, dan daerah Bogor,” ujar Farazia.
Gudang beralih fungsi dan data center meningkat
Selain untuk logistik, gudang modern kini mulai banyak dimanfaatkan sebagai fasilitas manufaktur ringan seperti bengkel perakitan. Investor dinilai lebih memilih menyewa gudang siap pakai karena mampu mempercepat waktu operasional dibandingkan membangun fasilitas baru.Di sisi lain, kebutuhan lahan untuk pusat data atau data center juga meningkat tajam dalam beberapa tahun terakhir. Jika sebelumnya kebutuhan lahan data center hanya sekitar 5 hektare, kini permintaannya meningkat menjadi 20 hingga 40 hektare untuk satu fasilitas.
Farazia menjelaskan banyak perusahaan data center memilih lokasi di kawasan industri karena ketersediaan infrastruktur seperti listrik dan air dinilai lebih aman dan stabil.
JLL memproyeksikan tren positif sektor pergudangan modern dan logistik akan terus berlanjut sepanjang 2026 seiring meningkatnya aktivitas e-commerce, manufaktur, dan pengembangan pusat data di Indonesia. (Syarifah Komalasari)
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News