Ilustrasi kawasan industri. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia
Ilustrasi kawasan industri. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia

Industri Bergeser ke Timur, Purwakarta dan Subang Jadi Pusat Pertumbuhan Baru

Rizkie Fauzian • 11 Mei 2026 18:21
Ringkasnya gini..
  • Pasar kawasan industri di Bodetabek mulai bergeser ke arah timur. Purwakarta dan Subang menjadi lokasi favorit baru investor akibat keterbatasan lahan di Bekasi dan Karawang.
  • Colliers mencatat penyerapan lahan industri hampir 90 hektar pada Q1 2026. Sektor manufaktur, pusat data, dan kimia menjadi pendorong utama pertumbuhan kawasan industri.
  • Subang diproyeksikan menjadi pusat pertumbuhan industri baru berkat kehadiran pabrik BYD dan dukungan Pelabuhan Patimban. Harga lahan industri di wilayah tersebut juga terus meningkat.
Jakarta: Pasar kawasan industri di Bodetabek mulai mengalami pergeseran besar pada awal 2026. Kawasan industri yang selama ini terpusat di Bekasi dan Karawang kini mulai bergerak ke arah timur menuju Purwakarta dan Subang akibat semakin terbatasnya ketersediaan lahan di kawasan matang.
 
Laporan Quarterly Property Market Report Q1 2026 dari Colliers menunjukkan penyerapan lahan industri pada kuartal pertama 2026 mencapai hampir 90 hektar. Angka tersebut meningkat signifikan dibandingkan periode yang sama tahun lalu dan menunjukkan permintaan kawasan industri masih kuat di tengah ketidakpastian ekonomi global.
 
Keterbatasan pasokan lahan baru di Bekasi dan Karawang membuat pelaku industri mulai mencari alternatif kawasan yang memiliki lahan lebih luas dan harga lebih kompetitif. Wilayah timur seperti Purwakarta dan Subang dinilai mampu memenuhi kebutuhan ekspansi industri jangka panjang.

Head of Industrial & Logistics Services Colliers, Ferry Salanto, mengatakan kawasan industri matang kini menghadapi keterbatasan ruang pengembangan sehingga investor mulai mempertimbangkan wilayah baru dengan potensi pertumbuhan lebih besar.
 
"Purwakarta menjadi salah satu wilayah yang mencatat aktivitas cukup tinggi. Transaksi lahan di kawasan Jatiluhur Industrial Smart City (JISC) mencapai sekitar 22 hektar dan didominasi perusahaan manufaktur lokal," kata dia dikutip dalam laporan, Senin, 11 Mei 2026.
 
Sementara itu, Subang diprediksi menjadi pusat pertumbuhan industri baru di Jawa Barat. Kehadiran pabrik BYD serta dukungan infrastruktur Pelabuhan Patimban menjadi faktor utama yang meningkatkan daya tarik investasi di wilayah tersebut.
 
Pertumbuhan pasar kawasan industri juga ditopang sektor pusat data dan kimia. Kedua sektor tersebut menyumbang lebih dari 36 persen total akuisisi lahan industri sepanjang kuartal pertama 2026. Adapun transaksi terbesar tercatat di kawasan Cilegon dengan luas sekitar 26 hektar untuk industri petrokimia dan pipa.
 
Dari sisi harga, rata-rata harga permintaan lahan industri naik menjadi USD181,59 per meter persegi. Kenaikan harga paling terlihat di kawasan berkembang seperti Subang seiring pembangunan infrastruktur dan meningkatnya aktivitas investasi.
 
Ke depan, Colliers memperkirakan pasar kawasan industri akan memasuki fase konsolidasi. Pengelola kawasan dinilai perlu memperkuat infrastruktur, utilitas, dan kemudahan perizinan guna menarik investor teknologi tinggi serta operator pusat data.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan