Ilustrasi kawasan industri. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia
Ilustrasi kawasan industri. Foto: MI/Atet Dwi Pramadia

Gudang Logistik Modern Jabodetabek Hampir Penuh, Okupansi Tembus 98%

Rizkie Fauzian • 07 Mei 2026 07:37
Ringkasnya gini..
  • Tingkat okupansi gudang logistik modern di Jabodetabek mencapai 98 persen pada kuartal I-2026 menurut CBRE.
  • Permintaan gudang modern didorong sektor e-commerce, 3PL, dan FMCG yang membutuhkan fasilitas logistik efisien.
  • Pengembangan Tol Japek II Selatan diprediksi membuka peluang kawasan industri baru di sekitar Jabodetabek.
Jakarta: Sektor properti logistik modern dan kawasan industri di wilayah Jabodetabek menunjukkan pertumbuhan stabil pada kuartal I-2026. Berdasarkan laporan terbaru CBRE, tingkat okupansi gudang logistik modern tercatat mencapai 98 persen.
 
Tingginya tingkat hunian sektor logistik modern didorong oleh keseimbangan antara pasokan dan permintaan. Permintaan dari sektor operasional perusahaan terus meningkat seiring kebutuhan ruang logistik yang lebih efisien dan modern.
 
Senior Director Research CBRE, Anton Sitorus, mengatakan sejak pemantauan dilakukan pada 2021, pertumbuhan permintaan gudang logistik modern tergolong sangat pesat. Bahkan, dalam beberapa periode, tingkat permintaan disebut melampaui pasokan yang tersedia di pasar.
 
“Dari awal hingga saat ini, permintaannya cukup besar. Supply dan demand-nya cukup seimbang, bahkan sering kali demand lebih tinggi daripada supply. Sehingga tingkat hunian gudang modern saat ini sangat tinggi, sekitar 98 persen,” ujar Anton dalam Media Briefing di Jakarta, Rabu, 6 Mei 2026.

Anton menjelaskan peningkatan permintaan logistik modern berasal dari perusahaan e-commerce, third party logistics (3PL), hingga sektor Fast Moving Consumer Goods (FMCG). Perusahaan-perusahaan tersebut membutuhkan gudang dengan standar operasional modern yang belum tentu dapat dipenuhi gudang konvensional.

Pasar kawasan industri masih tumbuh

Selain sektor logistik modern, pasar kawasan industri di Jabodetabek juga menunjukkan pertumbuhan positif. Total stok lahan industri tercatat mencapai sekitar 15.600 hektare dengan sisa lahan kosong sekitar 1.400 hektare. Tingkat okupansi kawasan industri rata-rata kini mencapai 91 persen.
 
Pada kuartal I-2026, penyerapan lahan industri tercatat sebesar 86 hektare. CBRE menilai pembangunan Jalan Tol Japek II Selatan berpotensi membuka kawasan industri baru di wilayah yang sebelumnya sulit diakses.
 
“Karena kita juga melihat keterbatasan lahan kawasan industri saat ini membuat proyek baru belum terlihat. Tapi dengan adanya Tol Japek baru, mungkin akan muncul kawasan industri baru karena memiliki akses yang lebih baik,” jelas Anton.
 
Meski terjadi penurunan pasokan pada periode ini, penyerapan lahan secara keseluruhan masih menunjukkan tren positif. Ke depan, pertumbuhan pasar kawasan industri dan logistik modern diperkirakan akan sangat bergantung pada pengembangan infrastruktur jalan tol yang mampu membuka akses menuju lahan potensial baru.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan