Ilustrasi kawasan industri. Foto: MI
Ilustrasi kawasan industri. Foto: MI

Pasar Logistik Jakarta Makin Kuat, Hunian Gudang Tembus 95%

Rizkie Fauzian • 29 April 2026 11:38
Ringkasnya gini..
  • Tingkat hunian gudang modern di Greater Jakarta mencapai 95,8% pada Q1 2026, mendekati kapasitas penuh.
  • Koridor Timur mendominasi pasar dengan kontribusi 72,8% berkat akses infrastruktur strategis.
  • Permintaan gudang makin beragam, didorong e-commerce, FMCG, hingga industri kendaraan listrik.
Jakarta: Pasar gudang dan logistik modern di Greater Jakarta terus menunjukkan ketahanan yang solid di tengah dinamika ekonomi global. Terbatasnya pasokan baru serta permintaan yang terus mengalir dari berbagai sektor menjadi pendorong utama penguatan pasar ini.
 
Berdasarkan laporan Colliers Quarterly Property Market Report Q1 2026, tingkat hunian gudang modern tercatat mencapai 95,8 persen. Angka ini mencerminkan kondisi pasar yang semakin ketat, bahkan diproyeksikan mendekati kapasitas penuh hingga akhir tahun.
 
Colliers Indonesia melalui Head of Research, Ferry Salanto, menyebut sektor logistik saat ini menjadi salah satu segmen properti dengan kinerja paling stabil.

“Pasar logistik terus mencatat kinerja yang lebih unggul dibandingkan banyak segmen properti lainnya, didukung oleh perannya yang krusial dalam menunjang distribusi domestik serta rantai pasok yang semakin kompleks,” ujar dia dikutip dari laporan, Rabu, 29 April 2026.

Koridor Timur masih dominan

Wilayah koridor timur Jakarta tetap menjadi tulang punggung pasar logistik dengan kontribusi sekitar 72,8 persen dari total pasokan gudang modern. Kawasan ini unggul karena infrastruktur yang memadai, kedekatan dengan kawasan industri, serta akses langsung ke Pelabuhan Tanjung Priok.
 
Secara keseluruhan, total pasokan gudang modern di Jakarta Raya mencapai sekitar 3 juta meter persegi pada kuartal pertama 2026. Namun, pengembang cenderung bersikap hati-hati sehingga pertumbuhan pasokan diperkirakan melambat, dengan tambahan rata-rata sekitar 186.000 meter persegi per tahun hingga 2029.

Permintaan kian beragam

Permintaan terhadap ruang gudang kini tidak hanya berasal dari sektor logistik pihak ketiga (3PL) dan e-commerce. Sejumlah sektor lain seperti FMCG, elektronik, farmasi, hingga industri baru seperti kendaraan listrik dan energi terbarukan mulai mendominasi.
 
Diversifikasi ini mencerminkan perubahan pola konsumsi serta strategi rantai pasok nasional yang semakin kompleks.
 
Sebagai salah satu negara dengan nilai transaksi e-commerce terbesar di kawasan Asia Tenggara, Indonesia terus mendorong kebutuhan akan fasilitas logistik modern, terutama pusat distribusi dan last-mile delivery di area dekat konsumen.

Prospek tetap positif

Dengan tingkat hunian tinggi dan permintaan yang stabil, pasar logistik Greater Jakarta diproyeksikan tetap tumbuh sepanjang 2026. Pertumbuhan sewa juga diperkirakan bergerak stabil seiring terbatasnya pasokan baru.
 
Pengembang didorong untuk fokus pada pembangunan gudang dengan spesifikasi tinggi di lokasi strategis. Sementara itu, para pelaku usaha disarankan untuk segera mengamankan ruang sewa, terutama di kawasan utama yang ketersediaannya semakin terbatas.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan