Permintaan ruang perkantoran mulai menunjukkan momentum positif. Foto: Freepik
Permintaan ruang perkantoran mulai menunjukkan momentum positif. Foto: Freepik

Properti 2026 Bergerak Positif, Ini Sektor Paling Tangguh

Rizkie Fauzian • 22 April 2026 12:23
Ringkasnya gini..
  • Sektor properti menunjukkan tanda pemulihan di awal 2026 menurut laporan Colliers Indonesia.
  • Permintaan perkantoran dan apartemen siap huni mulai meningkat, sementara ritel beradaptasi dengan perilaku konsumen.
  • Logistik menjadi sektor paling tangguh, sedangkan perhotelan masih tertekan faktor global.
Jakarta: Colliers Indonesia dalam laporan Quarterly Property Market Report Q1 2026 mencatat adanya tanda-tanda perbaikan di sektor properti pada awal tahun ini. Beberapa sub sektor menunjukkan momentum positif.
 
Menurut Head of Research Colliers Indonesia, Ferry Salanto, permintaan ruang perkantoran mulai menunjukkan momentum positif, khususnya untuk segmen premium. Di sektor ritel, penyewa kini lebih mengutamakan efisiensi dengan memilih mal bertrafik tinggi meski dengan ukuran ruang lebih kecil.
 
"Sementara di sektor residensial, sekitar 60 persen transaksi pada kuartal pertama 2026 didorong oleh apartemen siap huni," jelas dia dalam laporan, dikutip Rabu, 22 Maret 2026.

Berikut perkembangan sub sektor properti di kuartal I-2026

1. Perkantoran

Perusahaan mulai aktif mengeksplorasi opsi ruang kantor, meski masih dalam tahap penyesuaian kebutuhan dan harga sewa. Tren efisiensi ruang semakin terlihat, seiring struktur organisasi yang lebih ramping.
 
Permintaan juga mulai didominasi relokasi penyewa. Sementara itu, sertifikasi green building menjadi preferensi utama, terutama bagi perusahaan multinasional.

2. Apartemen

Pasokan apartemen baru pada kuartal I 2026 mencapai sekitar 200 unit atau 10 persen dari total proyeksi tahunan. Jakarta Selatan masih menjadi kontributor utama dengan sekitar 60 persen tambahan pasok.

Penjualan tumbuh moderat, didorong insentif PPN DTP. Transaksi proyek konstruksi masih didominasi segmen luxury, sementara harga apartemen relatif stabil.

3. Ritel

Sektor ritel masih menghadapi tantangan. Namun, segmen food & beverage, hiburan, olahraga, dan kecantikan mencatat kinerja positif.
 
Sebaliknya, sektor fesyen tertekan akibat persaingan UMKM dan perubahan perilaku Generasi Z yang lebih selektif dan cenderung berbelanja online.
 
Strategi retailer pun berubah, dengan membuka toko lebih kecil, durasi sewa pendek, serta fokus pada efisiensi.

4. Perhotelan

Kinerja hotel di awal 2026 masih tertekan, dipengaruhi ketegangan geopolitik yang berdampak pada aktivitas MICE dan kunjungan internasional.
 
Pelaku industri mulai mengalihkan fokus ke pasar domestik dan Asia Pasifik. Kreativitas dan fleksibilitas operasional menjadi kunci untuk mempertahankan kinerja.
 
Di Bali, pasar hotel juga melambat akibat penurunan wisatawan domestik dan internasional. Namun, tren luxury experience berbasis privasi diperkirakan menjadi arah baru industri.

5. Logistik

Sektor logistik menjadi salah satu yang paling resilien dengan tingkat hunian mencapai 95,8 persen dan berpotensi mendekati 99 persen pada akhir 2026.
 
Permintaan kini lebih beragam, tidak hanya dari e-commerce dan 3PL, tetapi juga sektor FMCG, elektronik, farmasi, hingga kendaraan listrik.
 
Kondisi ini memperkuat prospek jangka panjang sektor logistik sebagai tulang punggung distribusi dan rantai pasok nasional.
 
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News
(KIE)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan