Pada 2024, saat SBDK bergerak naik ke kisaran 8,5 persen hingga 9,8 persen, permintaan properti di portal Rumah123 justru melonjak hingga 61,2 persen secara tahunan. Kondisi ini menunjukkan bahwa kebutuhan akan hunian masih menjadi faktor utama yang mendorong aktivitas pasar.
Berdasarkan data kuartal I 2026, segmen rumah dengan harga Rp1 miliar hingga Rp3 miliar menjadi yang paling banyak diminati dengan porsi 35,5 persen dari total permintaan.
Di posisi berikutnya terdapat rumah dengan harga Rp500 juta hingga Rp1 miliar yang menyumbang 22,7 persen permintaan. Sementara itu, hunian dengan harga di bawah Rp500 juta memiliki porsi 18,1 persen.
Data tersebut menunjukkan bahwa pasar properti menengah masih menjadi tulang punggung permintaan hunian nasional.
Keluarga muda dan masyarakat urban jadi penggerak pasar
Head of Research Rumah123 Marisa Jaya mengatakan tingginya minat terhadap rumah di segmen Rp1 miliar hingga Rp3 miliar didorong oleh kebutuhan hunian dari keluarga muda dan masyarakat urban."Permintaan terbesar saat ini masih berasal dari segmen rumah Rp1-3 miliar yang umumnya merupakan keluarga baru maupun masyarakat urban dengan kebutuhan hunian riil dan profil finansial lebih matang," kata Marisa.
Menurutnya, kelompok pembeli ini umumnya mencari hunian untuk ditempati sehingga permintaannya cenderung lebih stabil dibandingkan pembelian untuk tujuan investasi.
Meski suku bunga mengalami kenaikan, Rumah123 menilai pasar properti masih memiliki fondasi yang kuat. Kebutuhan tempat tinggal, pertumbuhan keluarga baru, serta tingginya minat terhadap rumah di kawasan perkotaan menjadi faktor yang menopang permintaan.
Rumah123 memperkirakan pasar properti masih akan menunjukkan ketahanan dalam beberapa kuartal mendatang, terutama pada segmen menengah yang banyak memanfaatkan fasilitas KPR sebagai sumber pembiayaan utama pembelian rumah.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda