Tenaga Ahli Bidang Kecerdasan Artifisial dan Transformasi Digital Badan Riset dan Inovasi (BRIN) Hammam Riza menyebut setidaknya ada empat emerging technology yang perlu dikembangkan, diadopsi, dan dimanfaatkan Indonesia. Keempatnya adalah semikonduktor, AI, bio-ekonomi, dan quantum computing.
"Kalau kita berbicara tentang masa depan Indonesia, kita tidak hanya berbicara tentang AI sebagai sebuah teknologi yang sekarang ini berada di tangan kita semua," ujar Hammam dalam acara Techpresso di Studio Grand Metro TV, Kamis 10 September 2026.
Berikut 4 teknologi yang harus dikuasai Indonesia:
1. Semikonduktor
Menurut Hammam, hampir seluruh teknologi digital modern membutuhkan chip, termasuk GPU dan CPU. Karena itu, penguasaan teknologi semikonduktor menjadi bagian penting dalam membangun ekosistem teknologi nasional.
2. Artificial Intelligent
Teknologi AI dipandang sebagai otak transformasi digital yang akan semakin digunakan dalam berbagai sektor. Mulai dari layanan publik, kesehatan, pendidikan, layanan keuangan, hingga sektor pemerintahan.
3. Bio-ekonomi
Hammam mengatakan kemampuan AI dan analisis data akan semakin berperan dalam perkembangan sektor teknologi biologis dan ekonomi. Hal ini dikarenakan masa depan kesehatan dan bio-ekonomi semakin bergantung pada kemampuan memahami data.
4. Quantum Computing
Teknologi ini memang belum terasa familiar dalam kehidupan sehari-hari. Tetapi teknologi tersebut dinilai berpotensi menjadi teknologi strategis untuk komputasi, keamanan, material, hingga drug discovery.
Hammam mengatakan keempat teknologi tersebut tidak berdiri sendiri. AI, misalnya, dapat memperkuat perkembangan bio-ekonomi, sementara kebutuhan komputasi AI juga berkaitan erat dengan semikonduktor dan perkembangan komputasi masa depan.
Ia mengatakan seluruh teknologi tersebut harus melewati proses dari riset dan pengembangan hingga menghasilkan inovasi serta dampak nyata. Indonesia, menurutnya, harus membangun kapasitas agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi yang dikembangkan negara lain.
CEO Media Group Mirdal Akib menambahkan bahwa kesiapan menghadapi pergeseran teknologi AI juga membutuhkan regulasi adaptif, keamanan siber, dan kesiapan talenta manusia. Dengan perkembangan teknologi yang berlangsung cepat, ia menilai Indonesia perlu membangun kapasitas kemampuan teknologi yang lebih luas sejak sekarang.
"Bukan hanya mengikuti perkembangan AI, tetapi memastikan Indonesia memiliki fondasi teknologi strategis untuk menghadapi masa depan," tutup Mirdal.