Kapal Feri. ASDP
Kapal Feri. ASDP

BRIN Kaji Risiko Kebakaran Mobil Listrik Saat Diangkut Kapal Feri

Ekawan Raharja • 01 September 2026 07:55
Ringkasnya gini..
  • BRIN mengkaji risiko kebakaran kendaraan listrik di kapal feri dengan menyoroti baterai, sistem keselamatan, dan proses pemuatan.
  • Kajian BRIN menemukan baterai LFP menghasilkan ledakan lebih kecil tetapi api bertahan lama, sedangkan NMC memiliki suhu api lebih tinggi.
  • Penelitian dilanjutkan dengan pengujian kendaraan listrik utuh dan kesiapan awak kapal dalam menangani keadaan darurat serta evakuasi.
DKI Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) mengkaji risiko kebakaran kendaraan listrik yang diangkut menggunakan kapal feri. Kajian tersebut mencakup kondisi baterai, sistem keselamatan kapal, proses pemuatan kendaraan, hingga kesiapan awak kapal menghadapi keadaan darurat.

Kajian ini disampaikan Peneliti Ahli Muda Pusat Riset Teknologi Transportasi (PRTT) BRIN, Ayudia Pangestu Gusti, dalam Webinar Nasional “Tantangan Keselamatan Kendaraan Listrik di Kapal Feri: Risiko Kebakaran dan Evakuasi pada Transportasi Penyeberangan” yang digelar secara daring pada Kamis (20/8).

Penelitian dilakukan dengan melihat keterkaitan antara baterai, sistem pengaturan baterai, kendaraan, dan sistem keselamatan kapal. Tim BRIN juga mengkaji proses pengambilan keputusan ketika terjadi keadaan darurat.

“Keselamatan kendaraan listrik di kapal tidak dapat dilihat dari satu aspek saja. Risiko tersebut bersifat sistemik sehingga tidak dapat dipandang dari satu aspek saja,” ujar Ayudia dikutip dari situs resmi BRIN.

BRIN Identifikasi Pemicu Kebakaran Kendaraan Listrik

Dalam kajiannya, tim BRIN mengidentifikasi sejumlah kondisi yang dapat meningkatkan risiko kebakaran kendaraan listrik. Kondisi tersebut antara lain kerusakan baterai, kenaikan suhu yang tidak terkendali, korsleting, serta kegagalan dalam proses pemadaman api.

Baca Juga:
Panduan Memilih Jaket Motor yang Cocok Dipakai Touring


Selain kondisi baterai, proses penyimpanan dan pengaturan posisi kendaraan di kapal juga menjadi aspek yang perlu diperhatikan dalam pengangkutan kendaraan listrik menggunakan kapal feri.

Karakteristik baterai menjadi salah satu perhatian utama dalam penelitian tersebut. Setiap jenis baterai memiliki perilaku berbeda ketika mengalami kebakaran sehingga metode penanganannya perlu disesuaikan.

Karakter Baterai LFP dan NMC Berbeda Saat Terbakar

Hasil pengujian menunjukkan baterai Lithium Iron Phosphate (LFP) menghasilkan ledakan yang relatif lebih kecil, tetapi api dapat bertahan lebih lama. Sementara itu, baterai Nickel Manganese Cobalt (NMC) dapat menghasilkan suhu api yang lebih tinggi.

Perbedaan karakteristik tersebut menjadi pertimbangan dalam menentukan penanganan kebakaran kendaraan listrik. Petugas perlu memahami karakteristik baterai sebelum menentukan metode pemadaman yang tepat.

“Pengendalian kebakaran sangat penting. Kita harus memahami karakteristik api dan perilaku baterai,” ujarnya.

Pengujian Kendaraan Listrik Secara Utuh

Tahap penelitian berikutnya akan dilakukan melalui pengujian menggunakan kendaraan listrik secara utuh. Pengujian tersebut bertujuan mengetahui apakah karakteristik baterai tetap sama setelah terintegrasi dengan sistem pengatur baterai dan komponen kendaraan lainnya.

Baca Juga:
Cek Harga Mobil Bekas Honda Accord VTi 2009


Hasil penelitian tahun pertama dan pengujian lanjutan pada tahun kedua diharapkan dapat menjadi masukan dalam penyusunan pedoman transportasi serta prosedur pemadaman kebakaran kendaraan listrik di kapal.

Pada tahap berikutnya, penelitian juga akan mengkaji kesiapan awak kapal dalam merespons keadaan darurat dan melaksanakan proses evakuasi.

Melalui kajian tersebut, BRIN berupaya menyediakan dasar ilmiah untuk meningkatkan keselamatan pengangkutan kendaraan listrik di kapal feri. Hasil penelitian diharapkan dapat membantu operator dan pemangku kepentingan menyiapkan langkah yang tepat untuk mencegah dan menangani risiko kebakaran.

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(UDA)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan