Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria. DOK Instagram @kepalabrin
Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Arif Satria. DOK Instagram @kepalabrin

Limbah Sawit Bisa Hasilkan Listrik 3,9 GW, BRIN Siapkan Solusi Tekan Impor LPG

Renatha Swasty • 29 Oktober 2026 12:05
Ringkasnya gini..
  • BRIN melaporkan potensi besar limbah kelapa sawit yang mampu menghasilkan energi listrik hingga 3,9 gigawatt kepada Presiden Prabowo.
  • Limbah cair POME serta tandan kosong sawit diolah menjadi biogas guna mengatasi emisi gas metana penyebab efek rumah kaca.
  • Lewat teknologi Metal Organic Framework (MOF), biogas sawit dikonversi menjadi gas tabung demi menekan impor LPG sebesar Rp97 triliun.
Jakarta: Limbah kelapa sawit selama ini kerap dipandang sebagai masalah lingkungan. Namun, Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) menilai limbah tersebut justru menyimpan potensi energi yang sangat besar.

Hal tersebut disampaikan Kepala BRIN Arif Satria usai bertemu Presiden Prabowo Subianto di Istana Kepresidenan, Jakarta, Selasa, 27 Oktober 2026. Potensi energi dari limbah sawit menjadi salah satu hal yang dilaporkan kepada Presiden.

Laporan ini merupakan bagian dari penugasan Presiden kepada BRIN untuk memperkuat riset di sejumlah bidang. Selain energi, BRIN juga melaporkan riset karhutla, vaksin malaria, obat herbal, dan sampah.

Menurut Arif, Indonesia menghasilkan sekitar 328,43 juta ton tandan buah segar (TBS) sawit per tahun. Dari volume sebesar itu, potensi limbah cair pabrik kelapa sawit atau palm oil mill effluent (POME) mencapai sekitar 229,9 juta meter kubik per tahun.

Apabila POME dan tandan kosong sawit dikonversi menjadi listrik, total potensinya diperkirakan sekitar 3,9 gigawatt (GW).  “Ini jumlah yang lumayan dari limbah untuk bisa menghasilkan energi alternatif,” ujar Arif dikutip dari unggahan akun Instagram @kepalabrin, Kamis, 29 Oktober 2026.
 
Menurut dia, potensi sebesar itu layak dikembangkan sebagai sumber energi baru bagi Indonesia. Karena itu, pemanfaatan limbah sawit dinilai dapat menjadi salah satu solusi energi nasional di masa depan.

Pemanfaatan limbah ini bukan hanya soal energi. Selama ini POME bisa menjadi sumber gas metana yang mengganggu udara dan menyebabkan efek rumah kaca.

Arif menilai persoalan itu dapat disikapi dengan teknologi. Limbah yang semula membebani lingkungan bisa diubah menjadi energi alternatif berupa biogas.

Bagi Arif, membuat biogas saja belum cukup. Yang tak kalah penting adalah bagaimana biogas itu dikonversi menjadi gas tabung.

BRIN menyampaikan teknologi baru berupa Metal Organic Framework (MOF), yaitu material yang dapat menyimpan gas dalam jumlah lebih besar. Teknologi ini dinilai relevan karena Indonesia masih mengimpor liquefied petroleum gas (LPG) senilai sekitar Rp97 triliun per tahun.

“Dengan adanya biogas yang bisa dikonversi menjadi gas tabung, saya kira ini akan menjadi salah satu solusi energi kita ke depan,” kata Arif. 

BRIN berharap hasil riset ini membuka jalan bagi kemandirian energi dengan potensi limbah yang melimpah dan teknologi penyimpanan gas. (Talitha Islamey)
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan