Kepala BRIN Arif Satria. Medcom.id/Ilham Pratama Putra
Kepala BRIN Arif Satria. Medcom.id/Ilham Pratama Putra

Kepala BRIN Ungkap Bahaya Vape: Paru-Paru hingga Diabetes Jadi Ancaman

Renatha Swasty • 01 Oktober 2026 10:20
Ringkasnya gini..
  • Penelitian BRIN menemukan dampak vape terhadap kesehatan paru-paru mencapai 92 persen sampel dan berkaitan dengan diabetes hingga 100 persen.
  • Kepala BRIN mengingatkan potensi penyalahgunaan vape yang penggunanya mencapai 4 juta orang sebagai jalur baru penyebaran narkoba.
  • Presiden Prabowo mengarahkan BRIN untuk memperkuat riset rehabilitasi serta mengembangkan alat deteksi narkoba berbiaya murah.
Jakarta: Kepala Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) Arif Satria mengungkap dampak vape terhadap kesehatan tergolong serius. Hal itu terungkap dari penelitian yang dilakukan oleh peneliti BRIN. 

"Jadi uji-uji yang dilakukan oleh BRIN, vape itu punya dampak terhadap Kesehatan," kata Arif usai rapat terbatas bersama Presiden Prabowo Subianto di Kompleks Istana Presiden, Jakarta, Selasa, 29 September 2026.

Arif menuturkan dari sampel yang diteliti BRIN, dampak vape terhadap paru-paru ditemukan pada sekitar 92 persen sampel, sementara yang berkaitan dengan diabetes mencapai 100 persen. Vape juga berdampak pada gangguan produksi insulin dan pankreas. 

"Jadi memang dampaknya serius sekali vape itu," ujar Arif.

Tak sampai di situ, vape yang saat ini penggunanya mencapai 4 juta orang di Indonesia, kata Arif, juga perlu diantisipasi karena berpotensi dimanfaatkan sebagai salah satu jalur penyebaran narkoba. Dia mendorong Badan Narkotika Nasional (BNN) dan Kementerian Kesehatan (Kemenkes) membuat regulasi terkait penggunaan vape.

"Sehingga ini hal yang saya kira harus benar-benar diantisipasi, oleh karena itu nanti Kepala BNN dan Kementerian Kesehatan akan mengatur tentang hal itu," kata dia.   
Vape ilus - Freepik
Vape. DOK Freepik


Arif menyampaikan persoalan vape menjadi salah satu perhatian dalam arahan Presiden Prabowo Subianto terkait upaya menyelamatkan generasi masa depan. Kepala Negara meminta penguatan riset dan inovasi untuk mendukung berbagai langkah pencegahan serta penanganan masalah tersebut.

Salah satu fokus yang diminta kepada BRIN adalah memperkuat, meningkatkan kualitas, dan memperbanyak pusat rehabilitasi. BRIN juga diminta berkontribusi dalam mengembangkan metode rehabilitasi yang dapat mendukung upaya pemerintah.

BRIN juga mendapat tugas mengkaji alat-alat deteksi dengan biaya murah. Alat tersebut diharapkan dapat digunakan untuk mendukung upaya pencegahan, termasuk dalam mendeteksi penggunaan narkoba secara lebih mudah.

"Kita juga diminta untuk melakukan kajian berkaitan dengan alat-alat deteksi yang murah yang kemudian bisa digunakan untuk melakukan pencegahan," ujar Arif.

BRIN juga terus mengembangkan dan memantau riset serta teknologi untuk mendeteksi penggunaan narkoba, termasuk teknologi yang berkaitan dengan pemeriksaan urine.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan