Jakarta: Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN) terus menguji teknologi untuk mendukung penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Saat ini, teknologi tersebut masih berada dalam tahap pengujian dan belum dimanfaatkan secara luas untuk penanganan karhutla.
Kepala BRIN Arif Satria mengatakan pengembangan dan pengujian teknologi pemadaman dilakukan bersama Kepolisian Republik Indonesia (Polri). Salah satu lokasi pengujiannya berada di Samboja, Kutai Kartanegara.
"Ya, ini masih terus diuji coba. Kita rutin dengan Polri sudah bekerja sama dan sudah diuji terus ya sampai saat ini," kata Arif di Kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta dikutip Jumat, 25 September 2026.
Menurut Arif, pengujian masih diperlukan sebelum teknologi tersebut dapat dimanfaatkan secara lebih luas. BRIN bersama Polri masih melakukan evaluasi terhadap teknologi yang dikembangkan untuk mendukung penanganan karhutla.
Saat ini, pemerintah juga menyiapkan skema agar teknologi hasil pengujian dapat dimanfaatkan secara lebih masif. Arif memastikan teknologi tersebut segera digunakan secara masif apabila proses pengembangannya telah memenuhi kebutuhan di lapangan.
"Dan tentu yang sekarang sedang kita siapkan adalah bagaimana pemanfaatan secara lebih masif lagi," ujar dia.
Namun, Arif menegaskan teknologi tersebut belum sampai pada tahap penggunaan secara luas. Saat ditanya apakah teknologi itu sudah dimanfaatkan, ia memberikan penjelasan bahwa proses uji coba masih berlangsung.
"Ini belum. Jadi proses uji yang kita lakukan di Samboja," tegas Arif lagi.
Pengembangan teknologi penanganan karhutla menjadi salah satu bagian dari upaya memperkuat kemampuan pemerintah menghadapi kebakaran di kawasan gambut. Teknologi tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari solusi ketika metode penanganan karhutla membutuhkan dukungan inovasi.
Pembahasan mengenai teknologi itu berlangsung di tengah pertemuan para ahli dengan Presiden Prabowo Subianto terkait tata kelola gambut. Dalam pertemuan tersebut, pemerintah juga membahas persoalan karhutla dan pemanfaatan kawasan gambut secara berkelanjutan.
Arif mengatakan keterlibatan peneliti dan akademisi diperlukan agar pengelolaan gambut tidak hanya mengandalkan kebijakan, tetapi juga didukung riset dan inovasi. Pengujian teknologi di lapangan menjadi salah satu bentuk penerapan riset tersebut.
Dengan demikian, teknologi yang sedang diuji di Samboja belum dapat disebut sebagai solusi yang telah diterapkan secara massal. BRIN masih melanjutkan proses pengujian sebelum menyiapkan pemanfaatan yang lebih luas.
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan