“Kami melihat penghantaran obat masih memiliki banyak hal yang bisa dieksplorasi. Lewat Levocros, kami mencoba mengembangkan pendekatan inhalasi untuk membawa obat menuju paru-paru," ujar salah satu anggota Tim Levocros, Alphatar Magnus Jonathan Tambunan, dalam keterangan tertulis dikutip Senin, 7 September 2026
Levocros menggunakan Nanostructured Lipid Carrier (NLC), yaitu sistem pembawa berbasis lipid berukuran sangat kecil untuk membawa levofloksasin. Sistem tersebut kemudian dikombinasikan dengan asam hialuronat dan dikembangkan dalam beberapa variasi formulasi.
Setiap formulasi selanjutnya perlu melalui berbagai pengujian untuk mengetahui karakteristik dan kemampuannya sebelum dapat ditentukan formulasi yang paling sesuai.
"Saat ini kami masih berada dalam tahap penelitian, sehingga kami terus melakukan pengujian untuk melihat hasil dari sistem yang dikembangkan,” ujar Alphatar.
Dalam prosesnya, tim membuat formulasi melalui beberapa tahap, mulai dari pemanasan dan pencampuran bahan, homogenisasi, hingga penggunaan gelombang ultrasonik untuk membentuk sistem berukuran nano. Formulasi yang dihasilkan kemudian melalui proses liofilisasi sebelum dilakukan pengujian.
Baca Juga :
Peneliti UGM Temukan Khasiat Kencur Hitam dan Pegagan untuk Saraf Mata, Sebanding Vitamin B12!
Saat ini, penelitian Levocros masih berada dalam tahap pengujian dan analisis. Tim juga melakukan pengujian in vitro sebagai bagian dari evaluasi terhadap formulasi yang dikembangkan.
Hasil dari berbagai pengujian tersebut akan digunakan untuk menentukan formulasi yang paling optimal. Tim Levocros berharap melalui penelitian ini dapat turut membuka peluang pengembangan sistem penghantaran obat melalui inhalasi serta mendorong keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan inovasi di bidang kesehatan.
Penelitian ini merupakan kolaborasi mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) serta Fakultas Farmasi UGM. Tim Levocros terdiri dari Alphatar Magnus Jonathan Tambunan, Emeliana Putri Ayu Ningsih, dan Ernestus Revan Yogantara Arjuna dari FK-KMK, serta Desrika Dwi Handayani dan Fatharani Hasya Tsabita dari Fakultas Farmasi.
Penelitian didampingi oleh Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si. dari Fakultas Farmasi UGM.
Levocros dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) 2026.