Mahasiswa UGM mengembangkan Levocros. DOK UGM
Mahasiswa UGM mengembangkan Levocros. DOK UGM

Mahasiswa UGM Kembangkan Levocros, Inovasi Obat TB Inhalasi Berbasis Nano

Renatha Swasty • 07 September 2026 09:52
Ringkasnya gini..
  • Mahasiswa UGM mengembangkan Levocros, sistem penghantaran obat TB lewat saluran pernapasan menggunakan teknologi nano lipid carrier.
  • Formulasi levofloksasin dan asam hialuronat ini diolah menjadi aerosol untuk nebulizer guna mengantarkan obat langsung ke paru-paru.
  • Inovasi tim kolaborasi FK-KMK dan Farmasi UGM dalam PKM-RE 2026 ini masih menjalani tahap riset dan pengujian in vitro secara intensif.
Jakarta: Sebanyak lima mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengeksplorasi rute pemberian obat yang berbeda bagi penderita penyakit Tuberkulosis (TB). Mereka mengembangkan Levocros, sistem penghantaran obat yang dapat diberikan melalui saluran pernapasan.

“Kami melihat penghantaran obat masih memiliki banyak hal yang bisa dieksplorasi. Lewat Levocros, kami mencoba mengembangkan pendekatan inhalasi untuk membawa obat menuju paru-paru," ujar salah satu anggota Tim Levocros, Alphatar Magnus Jonathan Tambunan, dalam keterangan tertulis dikutip Senin, 7 September 2026 

Levocros menggunakan Nanostructured Lipid Carrier (NLC), yaitu sistem pembawa berbasis lipid berukuran sangat kecil untuk membawa levofloksasin. Sistem tersebut kemudian dikombinasikan dengan asam hialuronat dan dikembangkan dalam beberapa variasi formulasi. 

Setiap formulasi selanjutnya perlu melalui berbagai pengujian untuk mengetahui karakteristik dan kemampuannya sebelum dapat ditentukan formulasi yang paling sesuai.

"Saat ini kami masih berada dalam tahap penelitian, sehingga kami terus melakukan pengujian untuk melihat hasil dari sistem yang dikembangkan,” ujar Alphatar.

Dalam prosesnya, tim membuat formulasi melalui beberapa tahap, mulai dari pemanasan dan pencampuran bahan, homogenisasi, hingga penggunaan gelombang ultrasonik untuk membentuk sistem berukuran nano. Formulasi yang dihasilkan kemudian melalui proses liofilisasi sebelum dilakukan pengujian. 
  Tim mengevaluasi ukuran dan keseragaman partikel, jumlah obat yang termuat, kestabilan, serta pelepasan levofloksasin. Kemampuan formulasi menghasilkan aerosol menggunakan nebulizer juga diuji sebagai bagian dari pengembangan pemberian melalui inhalasi.

Saat ini, penelitian Levocros masih berada dalam tahap pengujian dan analisis. Tim juga melakukan pengujian in vitro sebagai bagian dari evaluasi terhadap formulasi yang dikembangkan. 

Hasil dari berbagai pengujian tersebut akan digunakan untuk menentukan formulasi yang paling optimal. Tim Levocros berharap melalui penelitian ini dapat turut membuka peluang pengembangan sistem penghantaran obat melalui inhalasi serta mendorong keterlibatan mahasiswa dalam pengembangan inovasi di bidang kesehatan.

Penelitian ini merupakan kolaborasi mahasiswa Fakultas Kedokteran, Kesehatan Masyarakat, dan Keperawatan (FK-KMK) serta Fakultas Farmasi UGM. Tim Levocros terdiri dari Alphatar Magnus Jonathan Tambunan, Emeliana Putri Ayu Ningsih, dan Ernestus Revan Yogantara Arjuna dari FK-KMK, serta Desrika Dwi Handayani dan Fatharani Hasya Tsabita dari Fakultas Farmasi. 

Penelitian didampingi oleh Dr.rer.nat. Ronny Martien, M.Si. dari Fakultas Farmasi UGM.
Levocros dikembangkan melalui Program Kreativitas Mahasiswa bidang Riset Eksakta (PKM-RE) 2026. 
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan