Mata. Freepik
Mata. Freepik

Peneliti UGM Temukan Khasiat Kencur Hitam dan Pegagan untuk Saraf Mata, Sebanding Vitamin B12!

Renatha Swasty • 29 Juli 2026 11:46
Ringkasnya gini..
  • Peneliti UGM menemukan kombinasi kencur hitam dan daun pegagan berpotensi menjadi terapi pendamping radang saraf mata (neuritis optik).
  • Hasil riset menunjukkan manfaat kencur hitam dan pegagan sebanding dengan vitamin B12 dalam mempertahankan fungsi penglihatan pasien.
  • Inovasi herbal bernama "Wedang Sahaja" ini dikembangkan berbasis bukti ilmiah sekaligus memberdayakan UMKM dan komunitas difabel Yogyakarta.
Jakarta: Kombinasi kencur hitam dan daun pegagan memiliki potensi sebagai terapi pendamping bagi penderita neuritis optik atau gangguan penglihatan akibat radang pada saraf mata. Daun pegagan (Centella asiatica) merupakan tanaman liar yang sering digunakan sebagai obat herbal, sementara kencur (Kaempferia galanga) merupakan tanaman rempah yang sering digunakan untuk bahan minuman jamu. 
 
Hal itu mendorong Indra Tri Mahayana dan tim dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK Universitas Gadjah Mada (UGM) melakukan penelitian terkait khasiat dari kandungan senyawa kedua tanaman tersebut. 
 
“Kencur hitam merupakan salah satu tanaman herbal khas Yogyakarta yang memiliki potensi untuk dikembangkan menjadi produk unggulan yang dapat menambah nilai ekonomi,” kata Indra dalam Focus Group Discussion (FGD) penelitian tematis bertajuk “Wedang Sahaja: Formulasi Daun Pegagan dan Kencur Hitam sebagai Suplemen Pasien Saraf Mata melalui Pemberdayaan UMKM dan Komunitas Difabel di Kota Yogyakarta” dikutip dari laman ugm.ac.id, Rabu, 29 Juli 2026.

Muhammad Taufiq Hidayat dari Departemen Ilmu Kesehatan Mata FK-KMK UGM memaparkan terapi utama neuritis optik akut selama ini masih berupa pemberian kortikosteroid dosis tinggi. Penelitian ini terus dikembangkan untuk menemukan terapi pendamping yang mampu memberikan efek neuroprotektif. 
  “Hasil penelitian menunjukkan kombinasi kencur hitam dan daun pegagan berpotensi memberikan manfaat yang sebanding dengan vitamin B12 dalam membantu mempertahankan fungsi penglihatan pada pasien neuritis optik akut,” kata dia.
 
Founder, Konseptor, dan Tenaga Ahli Global Gotong Royong (G2R) Tetrapreneur, Rika Fatimah, mengatakan pihaknya melakukan edukasi ke konsumen untuk mengkonsumsi produk-produk lokal yang dihasilkan UMKM. Pasalnya, produk lokal dipandang memiliki karakteristik dan kapasitas produksi yang berbeda dengan industri bermodal besar, sehingga memerlukan ekosistem pasar yang mendukung pertumbuhan dan keberlanjutannya.
 
Dosen Fakultas Ekonomika dan Bisnis UGM itu menyebut melalui penelitian pemanfaatan potensi kedua tanaman ini, pengembangan produk herbal diarahkan sebagai inovasi kesehatan berbasis bukti ilmiah sekaligus instrumen pemberdayaan ekonomi masyarakat. 
 
Pendekatan ini diharapkan mampu menciptakan rantai nilai yang memberikan manfaat bagi petani, UMKM, komunitas difabel, akademisi, pemerintah, hingga konsumen, sekaligus memperkuat posisi produk herbal lokal sebagai bagian dari pengembangan ekonomi kreatif dan wellness berbasis potensi daerah. 
 
“Keberhasilan sebuah usaha tidak hanya ditentukan oleh besarnya omzet namun pada konsep rezeki melalui kemampuan membangun keunikan produk, menjaga kesejahteraan para pelaku usaha, serta menghadirkan inovasi yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” ujar dia.
 
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan