FITNESS & HEALTH
Banten Jadi Role Model Nasional Berkat Suksesnya Penanganan TBC & CKG!
Yatin Suleha
Selasa 25 Agustus 2026 / 07:05
- Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, lagi-lagi bikin bangga!
- Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan penemuan kasus TBC di sana sukses melampaui target nasional.
- Berkat pencapaian keren ini, Kemenkes RI langsung gercep dan menjadikan Banten sebagai role model alias percontohan buat daerah lain di Indonesia.
Jakarta: Banten, khususnya Kabupaten Tangerang, lagi-lagi bikin bangga! Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) dan penemuan kasus TBC di sana sukses melampaui target nasional.
Berkat pencapaian keren ini, Kemenkes RI langsung gercep dan menjadikan Banten sebagai role model alias percontohan buat daerah lain di Indonesia.
Kabar baik ini ditegaskan langsung sama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benny pas lagi sidak dan mantau langsung pelaksanaan Desa Siaga TBC dan CKG di Desa Sukaharja serta Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (20/8) lalu.
Berdasarkan data Kemenkes per (19/8) cakupan CKG di Banten telah menyentuh 5.934.010 jiwa atau 100,60 persen dari target.
Angka ini menempatkan Banten di posisi tiga besar provinsi dengan cakupan CKG tertinggi di Indonesia.
Lebih lanjut, penemuan kasus TB di wilayah ini pada tahun sebelumnya berhasil menembus 112 persen dari estimasi beban kasus, dengan tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 91 persen.
“Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang telah menjalankan program ini dengan angka penemuan kasus yang terbaik dan tertinggi se-Indonesia. Kami datang untuk melihat langsung sehingga praktik baik ini dapat diterapkan di provinsi-provinsi lain,” ujar Wamenkes Benny.
Menurut Wamenkes Benny, kesuksesan Banten tidak lepas dari strategi integrasi layanan dan kolaborasi lintas sektor.
Salah satu kunci efektivitas program ini adalah pemanfaatan X-ray (rontgen) portabel dalam CKG.
Langkah ini mempercepat deteksi kelainan paru seperti TBC, sekaligus terintegrasi dengan penjaringan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus.

(Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digarap pemerintah emang ambisius banget, karena ditargetkan bisa ngejangkau 130 juta jiwa sepanjang tahun 2026 ini. Nah, progresnya juga gak main-main, soalnya sampai sekarang cakupannya udah nyentuh angka sekitar 82 juta jiwa! Foto: Dok. Birkom Kemenkes)
“Masyarakat yang mempunyai riwayat hipertensi dan diabetes bisa langsung ditangani dan diberikan obat, kemudian melanjutkan pengobatan ke puskesmas. Jika memerlukan tindakan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan, Kemenkes telah menyiapkan alokasi 16 unit X-ray melalui APBN 2026 untuk 8 kabupaten/kota di Banten yang memenuhi kriteria.
Di tingkat provinsi, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota terus bahu-membahu menyukseskan program CKG guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
"Alhamdulillah, Provinsi Banten telah melampaui target, tapi kami masih punya target sendiri bahwa kami ingin lebih dari separuh warga Banten mengikuti cek kesehatan gratis. Kabupaten Tangerang juga telah melampaui 46 persen, hampir 6 juta warga Banten telah mengecek kesehatannya," ujar Gubernur Andra Soni.
Menyambung hal tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyatakan kesiapannya merampungkan sisa target di wilayahnya melalui pendekatan proaktif atau "jemput bola".
"Sasaran CKG kita berjumlah 1,6 juta jiwa, dan terhitung hari ini sudah tercapai 1,52 juta. Sisa target sekitar 100 ribu warga akan kita selesaikan pada bulan September ini dengan turun langsung menyasar balita, lansia, hingga ibu hamil di posyandu desa-desa," jelas Bupati Maesyal.
Secara nasional, program CKG yang dicanangkan pemerintah ditargetkan mampu menjangkau 130 juta jiwa sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, cakupannya telah mencapai sekitar 82 juta jiwa.
Kemenkes terus mengimbau masyarakat agar aktif memanfaatkan layanan CKG di fasilitas kesehatan terdekat, guna memutus rantai penularan dan mendeteksi berbagai risiko penyakit sedini mungkin.
(TIN)
Berkat pencapaian keren ini, Kemenkes RI langsung gercep dan menjadikan Banten sebagai role model alias percontohan buat daerah lain di Indonesia.
Kabar baik ini ditegaskan langsung sama Wakil Menteri Kesehatan (Wamenkes) Benny pas lagi sidak dan mantau langsung pelaksanaan Desa Siaga TBC dan CKG di Desa Sukaharja serta Gedung Serba Guna (GSG) Tigaraksa, Kabupaten Tangerang, pada Kamis (20/8) lalu.
Berdasarkan data Kemenkes per (19/8) cakupan CKG di Banten telah menyentuh 5.934.010 jiwa atau 100,60 persen dari target.
Angka ini menempatkan Banten di posisi tiga besar provinsi dengan cakupan CKG tertinggi di Indonesia.
Lebih lanjut, penemuan kasus TB di wilayah ini pada tahun sebelumnya berhasil menembus 112 persen dari estimasi beban kasus, dengan tingkat keberhasilan pengobatan mencapai 91 persen.
“Provinsi Banten dan Kabupaten Tangerang telah menjalankan program ini dengan angka penemuan kasus yang terbaik dan tertinggi se-Indonesia. Kami datang untuk melihat langsung sehingga praktik baik ini dapat diterapkan di provinsi-provinsi lain,” ujar Wamenkes Benny.
Menurut Wamenkes Benny, kesuksesan Banten tidak lepas dari strategi integrasi layanan dan kolaborasi lintas sektor.
Salah satu kunci efektivitas program ini adalah pemanfaatan X-ray (rontgen) portabel dalam CKG.
Langkah ini mempercepat deteksi kelainan paru seperti TBC, sekaligus terintegrasi dengan penjaringan Penyakit Tidak Menular (PTM) seperti hipertensi dan diabetes melitus.

(Program Cek Kesehatan Gratis (CKG) yang digarap pemerintah emang ambisius banget, karena ditargetkan bisa ngejangkau 130 juta jiwa sepanjang tahun 2026 ini. Nah, progresnya juga gak main-main, soalnya sampai sekarang cakupannya udah nyentuh angka sekitar 82 juta jiwa! Foto: Dok. Birkom Kemenkes)
“Masyarakat yang mempunyai riwayat hipertensi dan diabetes bisa langsung ditangani dan diberikan obat, kemudian melanjutkan pengobatan ke puskesmas. Jika memerlukan tindakan lebih lanjut, pasien akan dirujuk ke rumah sakit,” jelasnya.
Sebagai bentuk dukungan keberlanjutan, Kemenkes telah menyiapkan alokasi 16 unit X-ray melalui APBN 2026 untuk 8 kabupaten/kota di Banten yang memenuhi kriteria.
Di tingkat provinsi, Gubernur Banten Andra Soni menegaskan bahwa pemerintah provinsi bersama pemerintah kabupaten/kota terus bahu-membahu menyukseskan program CKG guna meningkatkan derajat kesehatan masyarakat.
"Alhamdulillah, Provinsi Banten telah melampaui target, tapi kami masih punya target sendiri bahwa kami ingin lebih dari separuh warga Banten mengikuti cek kesehatan gratis. Kabupaten Tangerang juga telah melampaui 46 persen, hampir 6 juta warga Banten telah mengecek kesehatannya," ujar Gubernur Andra Soni.
Menyambung hal tersebut, Bupati Tangerang Moch. Maesyal Rasyid menyatakan kesiapannya merampungkan sisa target di wilayahnya melalui pendekatan proaktif atau "jemput bola".
"Sasaran CKG kita berjumlah 1,6 juta jiwa, dan terhitung hari ini sudah tercapai 1,52 juta. Sisa target sekitar 100 ribu warga akan kita selesaikan pada bulan September ini dengan turun langsung menyasar balita, lansia, hingga ibu hamil di posyandu desa-desa," jelas Bupati Maesyal.
Secara nasional, program CKG yang dicanangkan pemerintah ditargetkan mampu menjangkau 130 juta jiwa sepanjang tahun 2026. Hingga saat ini, cakupannya telah mencapai sekitar 82 juta jiwa.
Kemenkes terus mengimbau masyarakat agar aktif memanfaatkan layanan CKG di fasilitas kesehatan terdekat, guna memutus rantai penularan dan mendeteksi berbagai risiko penyakit sedini mungkin.
(TIN)