FITNESS & HEALTH

Wamenkes ke Pati! Cek Skrining TB Biar Kita Makin Aware & Gak Gampang Ketularan

Yatin Suleha
Rabu 22 April 2026 / 07:05
Ringkasnya gini..
  • Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Oktavianus, nyempetin hadir di Balai Desa Kutoharjo, Pati, Selasa lalu.
  • Ia datang langsung buat mantau program cek kesehatan gratis yang khusus diadain buat keluarga pasien TB.
  • Pemeriksaan yang dilakukan meliputi skrining kesehatan hingga foto rontgen sebagai upaya deteksi dini penularan TB di masyarakat.
Jakarta: Hari Selasa (21/4), Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Oktavianus, nyempetin hadir di Balai Desa Kutoharjo, Pati. Ia datang langsung buat mantau program cek kesehatan gratis yang khusus diadain buat keluarga pasien TB. Keren banget ya, jemput bola langsung ke masyarakat!

Pemeriksaan yang dilakukan meliputi skrining kesehatan hingga foto rontgen sebagai upaya deteksi dini penularan TB di masyarakat.

Dalam kesempatan tersebut, Wamenkes menegaskan bahwa program kesehatan nasional saat ini berfokus pada dua prioritas utama, yakni penanganan stunting dan pemberantasan tuberkulosis.
 
“Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia untuk kasus TB. Ini harus menjadi perhatian serius. Kita ingin kasus TB bisa segera ditekan,” ujar Benjamin.

Berdasarkan data tahun sebelumnya, Kabupaten Pati mencatat sebanyak 2.658 kasus tuberkulosis. Angka tersebut menjadi perhatian pemerintah pusat karena berpotensi menimbulkan penularan yang lebih luas apabila tidak segera ditangani.

Melalui program Cek Kesehatan Gratis, pemerintah menargetkan pelaksanaan skrining setidaknya di 120 titik di seluruh wilayah Kabupaten Pati. Kegiatan ini dilakukan secara masif hingga ke tingkat desa melalui posyandu dan kantor pedukuhan.



(“Indonesia saat ini menempati peringkat kedua dunia untuk kasus TB," kata Wakil Menteri Kesehatan RI, Benjamin Paulus Oktavianus. Foto: Ilustrasi/Unsplash.com)

“Kita kejar masyarakat yang belum sakit untuk diberikan terapi pencegahan, sementara yang sudah terdiagnosis langsung mendapatkan pengobatan,” jelasnya.

Selain pemeriksaan kesehatan, pemerintah juga menyiapkan program renovasi rumah bagi pasien TB yang tinggal di hunian tidak layak. 

Upaya ini dilakukan untuk memperbaiki faktor lingkungan, seperti ventilasi yang buruk, yang dapat mempercepat penyebaran penyakit. Saat ini, tercatat sebanyak 34 rumah di Kabupaten Pati telah didaftarkan untuk mendapatkan bantuan renovasi.

Pelaksana Tugas Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra, menyampaikan bahwa pemerintah daerah akan melakukan pendataan ulang seluruh pasien TB dalam waktu 10 hari kalender.

Pendataan tersebut mencakup pasien lama serta potensi penambahan kasus baru pada tahun berjalan. Selain itu, keluarga pasien juga akan menjalani skrining ulang.
 
“Kami akan data dalam 10 hari ke depan dan melaporkannya ke Kementerian Kesehatan. Potensi penambahan kasus tetap ada,” ujarnya.

Buat beresin masalah TBC, kuncinya ada di kolaborasi. Gak cuma tugas pemerintah pusat atau daerah aja, tapi kita masyarakat juga punya peran penting. Intinya, semua pihak harus kompak buat ambil bagian biar penanganan TBC ini beneran maksimal dan tepat sasaran.

Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News

(TIN)

MOST SEARCH