Pekerja. DOK MI/Ramdani
Pekerja. DOK MI/Ramdani

Loyalitas Karyawan Indonesia 2026 Capai 85 Persen, Ini Faktor Pemicunya

Renatha Swasty • 29 Oktober 2026 11:59
Ringkasnya gini..
  • Riset Marsh menunjukkan loyalitas dan keterikatan karyawan di Indonesia mencapai 85 persen pada 2026, melampaui rata-rata Asia Tenggara.
  • Dua faktor pemicu utamanya adalah keyakinan terhadap masa depan perusahaan serta terbukanya peluang karier jangka panjang bagi karyawan.
  • Dukungan atas kesehatan mental dan komunikasi transparan dari atasan menjadi kunci utama tingginya rasa memiliki pekerja di Indonesia.
Jakarta: Loyalitas dan kerterikatan karyawan di Indonesia terhadap perusahaan sangat tinggi mencapai 85 persen pada tahun 2026. Hal itu terungkap dalam laporan Marsh, perusahaan layanan profesional global terkemuka, melalui Employee Engagement 2026 di Indonesia. 

Survei terhadap 188.631 karyawan dari 110 perusahaan pada 2023-2025 itu sedikit mengalami penurunan dari tahun 2025 yang mencapai 86 persen. Meski begitu, angka ini masih jauh di atas rata-rata wilayah lain, yakni Asia Tenggara 73 persen dan global 69 persen.

“Yang menonjol dari temuan tahun ini adalah betapa eratnya ikatan karyawan Indonesia dengan perusahaan tempat mereka bekerja,” kata Presiden Direktur dan Workforce and Rewards Leader Marsh Indonesia, Isdar Andre Marwan, dalam keterangan tertulis, Kamis, 29 Oktober 2026. 

Isdar mengatakan karyawan di Indonesia merasa bangga, terhubung, termotivasi, serta punya rasa memiliki yang kuat terhadap perusahaan. Rasa bangga dan memiliki ini bukan sekadar perasaan. 

“Keduanya memengaruhi cara orang hadir, berkolaborasi, dan berkomitmen terhadap pekerjaan mereka setiap hari," papar dia. 

Terdapat dua faktor utama pemicu tingginya loyalitas dan keterikatan karyawan di Indonesia.  
Pertama, keyakinan terhadap masa depan perusahaan. 
 
Ketika organisasi menyampaikan arah perusahaan dengan yakin dan membantu karyawan melihat masa depan mereka di perusahaan, maka keterikatan karyawan akan mengikuti. Kedua, adanya peluang untuk mencapai aspirasi karier jangka panjang di dalam perusahaan tersebut.

Karyawan di Indonesia juga merasa sangat didukung menghadapi perubahan organisasi berkat komunikasi transparan dari atasan mereka. 

Sebanyak 93 persen karyawan menyatakan atasan mereka menjelaskan dengan jelas bagaimana perubahan di perusahaan memengaruhi pekerjaan mereka. Hal ini berbanding dengan 81 persen di Asia Tenggara. 

Rasa loyal juga diperkuat oleh persepsi karyawan bahwa perusahaan peduli terhadap Kesehatan mental dan fisik mereka. Sebesar 83 persen karyawan di Indonesia merasa perusahaan telah menyediakan sarana dan sumber daya nyata dalam mengelola stress dan kesejahteraan (wellbeing), dibandung di Asia Tenggara hanya 71 persen yang merasa dukungan serupa dari perusahaan mereka.

“Tingkat employee engagement setinggi ini memang patut dibanggakan, tetapi juga perlu terus dijaga,” ujar Isdar. 

Di tengah tekanan pekerjaan sehari-hari, karyawan membutuhkan perhatian lebih terkait kejelasan arah dan keleluasaan dalam bekerja. Perusahaan perlu menyeimbangkan keterikatan tersebut dengan kejelasan dan dukungan yang dibutuhkan karyawan agar terus berkembang.

“Perusahaan yang akan melangkah paling jauh adalah yang memberi karyawan ruang lebih banyak untuk membentuk cara kerja mereka, dan terus berinvestasi pada dukungan kesejahteraan yang nyata," ujar Isdar.



Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan