Fenomena astronomi. DOK Medcom
Fenomena astronomi. DOK Medcom

September Bulan Terbaik Amati Bintang: Ada Harvest Moon hingga 5 Planet Sejajar

Renatha Swasty • 11 September 2026 20:04
Ringkasnya gini..
  • September menjadi waktu ideal untuk astronomi karena malam datang lebih awal, langit cukup gelap, dan bagian cerah Bimasakti masih terlihat.
  • Lima planet (Venus, Merkurius, Mars, Jupiter, Saturnus) dapat diamati, serta Neptunus mencapai titik oposisi terdekat pada 26 September.
  • Fenomena penting meliputi puncak Harvest Moon pada 26 September, konjungsi Bulan dengan planet, serta ekuinoks pada 22 September yang memicu aurora.
Jakarta: Tidak ada bulan yang lebih baik untuk mengamati bintang selain bulan September. Bimasakti masih dapat terlihat di langit dan pergantian musim meningkatkan peluang untuk menyaksikan aurora utara.

Pada bulan ini, lima planet dapat dilihat dengan mata telanjang sepanjang bulan. Meskipun tidak bersamaan; Venus dan Merkurius terlihat pada malam hari, sementara Mars dan Jupiter muncul pada pagi hari. 

Saturnus terlihat hampir sepanjang malam, sedangkan Neptunus mencapai oposisi pada 26 September. Artinya, planet tersebut berada di sisi Bumi yang berlawanan dengan matahari. Sehingga, memberikan kesempatan pengamatan yang paling dekat dan jelas.

Bulan juga melintas dekat beberapa planet terang sepanjang bulan ini. Bulan melintas dekat Jupiter sebelum fajar pada 8 September dan akan mendekati Venus setelah gelap pada 13 dan 14 September. 

Sementara itu, Harvest Moon terbit pada 26 September, disusul oleh Saturnus beberapa menit kemudian.

September juga menjadi salah satu kesempatan terbaik terakhir tahun ini bagi para pengamat di Belahan Bumi Utara untuk menyaksikan bagian tercerah dari Bimasakti pada malam hari. 

Wilayah kaya bintang di rasi Sagitarius dan Scorpius mulai tenggelam menuju cakrawala barat, sementara rasi ikonik Great Square of Pegasus terbit di timur, menandai datangnya langit musim gugur.
 
Bagi para pengamat bintang di Belahan Bumi Utara, musim panas selalu menghadirkan satu masalah: kegelapan datang terlambat. Namun memasuki September, matahari terbenam semakin cepat setiap harinya.

Hal ini memberikan lebih banyak waktu di bawah langit gelap dengan cuaca yang cukup nyaman di sebagian besar wilayah. Siang hari masih terasa seperti musim panas, sementara malam hari cenderung cukup nyaman untuk dihabiskan berjam-jam di luar ruangan dengan sepasang teropong bintang atau teleskop halaman rumah yang baik. Satu-satunya tantangan adalah menemukan langit yang cerah.

Keseimbangan antara siang dan malam berubah dengan sangat cepat menjelang ekuinoks musim gugur, yang tahun ini jatuh pada 22 September. Pada saat itulah matahari melintasi garis khatulistiwa Bumi, membuat panjang siang dan malam hampir sama di seluruh dunia. 

Sejak saat itu, malam menjadi lebih panjang daripada siang di seluruh Belahan Bumi Utara hingga titik balik matahari musim dingin pada 21 Desember. Sebagai bonus, aurora cenderung lebih sering muncul di sekitar masa ekuinoks. 

Pada periode ini, orientasi medan magnet Bumi menciptakan kondisi yang mendukung interaksi dengan angin matahari yang penyebab munculnya aurora. Meskipun, tidak ada jaminan pasti.

Dengan begitu, banyak keindahan kosmis yang tersaji, bulan ini benar-benar menjadi momen istimewa bagi para pengamat bintang.
 

Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda

(REN)




TERKAIT

BERITA LAINNYA

social
FOLLOW US

Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan