Anak-anak tengah mengamati gerhana matahari. Foto: Medcom/Muhammad Syahrul
Anak-anak tengah mengamati gerhana matahari. Foto: Medcom/Muhammad Syahrul

4 Macam Gerhana Matahari dan Cara Aman Mengamatinya

Citra Larasati • 15 Juli 2026 13:18
Ringkasnya gini..
  • Gerhana matahari adalah momen langka ketika matahari, bulan, dan bumi berada dalam satu garis lurus.
  • Terdapat 4 macam gerhana yang wajib kamu tahu.
  • Mulai dari gerhana matahari total, cincin, sebagian dan hibrida.
Jakarta: Pernah terbayang langit mendadak meredup atau bahkan gelap di siang bolong? Fenomena langit yang dikenal dengan gerhana matahari satu ini memang selalu sukses bikin kita takjub.
 
Yap, gerhana matahari! Momen langka ini terjadi ketika matahari, bulan, dan bumi berada dalam satu garis lurus. Posisi sejajar ini yang dikenal dengan istilah musim gerhana, membuat bulan menghalangi cahaya matahari yang menuju Bumi.
 
Namun, tahukah kamu kalau gerhana matahari itu wujudnya tidak cuma satu? Tergantung pada bagaimana ketiga benda langit ini sejajar, pemandangan yang disuguhkan dari bumi bisa sangat bervariasi.

4 Macam gerhana matahari

Biar pengetahuan astronomi kamu makin up to date, yuk kenali 4 jenis gerhana matahari yang wajib kamu tahu!

1. Gerhana Matahari Total

Fase ini ibarat puncak keajaiban langit. Gerhana matahari total terjadi saat bulan benar-benar menutupi seluruh permukaan Matahari. Kalau kamu berada tepat di jalur bayangan utama bulan, langit siang akan mendadak berubah menjadi gelap bak waktu fajar atau senja.

Cuaca yang cerah bahkan memungkinkan kita melihat korona (atmosfer luar matahari) yang biasanya kalah terang dari cahaya utamanya. Momen totalitas ini adalah satu-satunya waktu di mana pengamat bisa melepas kacamata khusus gerhana sejenak.

2. Gerhana Matahari Cincin

Beda cerita kalau posisi bulan sedang berada di titik terjauhnya dari Bumi. Secara visual, ukuran Bulan akan tampak lebih kecil dari Matahari.
 
Alhasil, saat posisi ketiganya sejajar, Bulan tidak bisa menutupi seluruh piringan Matahari. Efeknya? Sisa cahaya Matahari akan membentuk lingkaran menyala di pinggiran bayangan gelap Bulan, menciptakan ilusi "cincin api" yang epik di langit.

3. Gerhana Matahari Sebagian

Gerhana yang satu ini terjadi saat matahari, bulan, dan bumi tidak sejajar dengan sempurna. Karena posisinya agak meleset, hanya sebagian permukaan matahari yang tertutup oleh bayangan bulan.
 
Dari Bumi, Matahari akan terlihat seperti bentuk sabit yang bersinar terang. Fase sebagian ini juga yang akan disaksikan oleh orang-orang yang berada di luar zona bayangan inti saat gerhana total atau cincin sedang berlangsung.

4. Gerhana matahari hibrida

Ini dia jenis yang paling langka! Karena permukaan Bumi kita melengkung, jenis gerhana yang terlihat bisa berubah-ubah seiring pergerakan bayangan Bulan. Bagi sebagian wilayah, fenomena ini mungkin terlihat sebagai gerhana cincin, namun di wilayah lain yang dilintasinya bisa berubah menjadi gerhana matahari total.

Cara mengamati Gerhana matahari

Meski visualnya memukau, melihat gerhana tidak boleh sembarangan karena radiasi sinar matahari bisa merusak mata.
 
Kecuali pada saat-saat singkat totalitas selama gerhana matahari total, pengamat harus selalu menggunakan kacamata gerhana atau metode pengamatan matahari alternatif yang aman, seperti proyektor lubang jarum, untuk melihat Matahari. Ini termasuk saat menyaksikan gerhana parsial atau cincin, atau sebelum atau sesudah totalitas untuk gerhana matahari total. Pelajari lebih lanjut tentang cara menyaksikan gerhana matahari dengan aman di sini.
 
Jadi, sudah siap berburu fenomena langit di musim gerhana berikutnya? Pastikan peralatan keamananmu sudah siap, ya!
 
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
(CEU)




TERKAIT

BERITA LAINNYA