Kepercayaan terhadap sains dipengaruhi banyak hal, seperti pendidikan, pengalaman hidup, dan informasi yang diterima. Karena itu, tingkat kepercayaan setiap masyarakat bisa sangat berbeda.
Kepercayaan ini berpengaruh besar pada keputusan publik, misalnya dalam menjaga kesehatan dan menyikapi perubahan iklim. Masyarakat yang percaya pada sains cenderung lebih terbuka terhadap kebijakan yang berbasis ilmu pengetahuan.
Di sisi lain, kemajuan teknologi dan tingkat ekonomi yang tinggi tidak selalu membuat kepercayaan pada sains ikut meningkat. Kepercayaan perlu dibangun melalui komunikasi yang terbuka dan mudah dipahami.
Untuk mengetahui seberapa besar masyarakat memercayai sains, kepercayaan ini diuji melalui survei global yang melibatkan responden dari berbagai negara. Hasilnya memungkinkan perbandingan tingkat kepercayaan antarnegara dalam satu ukuran yang sama.
Oleh karena itu, yuk simak bersama apa itu survei Wellcome Global Monitor yang dikutip dari laman visualcapitalist.com:
Apa Itu Wellcome Global Monitor?
Wellcome Global Monitor adalah survei global yang mengukur sikap masyarakat terhadap sains. Edisi 2026 melibatkan lebih dari 140.000 orang di 140 negara pada 2025.Peringkat disusun dari persentase responden berusia 15 tahun ke atas yang menyatakan percaya pada sains "sangat tinggi" (a lot). Secara global, 72 persen responden mengaku percaya pada sains "cukup" atau "sangat", turun dari 80 persen pada 2020.
Daftar Negara Paling Percaya Sains di Dunia 2026
Berikut deretan negara yang paling percaya sains:- Spanyol: 67,9 persen
- Finlandia: 65,9 persen
- Uzbekistan: 63,8 persen
- Tajikistan: 60,7 persen
- Jerman: 59,7 persen
- Belgia: 59,3 persen
- Norwegia: 58,6 persen
- Kanada: 54,3 persen
- Islandia: 53,8 persen
- Swedia: 53,5 persen
Negara dengan Kepercayaan Terendah pada Sains
Berikut 10 negara dengan tingkat kepercayaan pada sains yang paling rendah:- Gambia: 12,2 persen
- Mauritius: 11,7 persen
- Albania: 10,8 persen
- Moldova: 10,4 persen
- Jamaika: 10,2 persen
- Pakistan: 9,3 persen
- Georgia: 9,1 persen
- Somalia: 9,1 persen
- Makedonia Utara: 8,2 persen
- Togo: 5,8 persen
Faktor di Balik Peringkat Atas
Posisi Uzbekistan dan Tajikistan menjadi kejutan terbesar dalam laporan ini. Keduanya berada di atas banyak negara kaya yang memiliki lembaga riset lebih mapan.Menurut Visual Capitalist, tingkat pendidikan dan kondisi ekonomi saja tidak cukup untuk menjelaskan perbedaan ini. Agama juga bukan penentu tunggal, karena negara dengan agama mayoritas yang sama dapat menunjukkan hasil yang sangat berbeda.
Bagaimana dengan Indonesia?
Indonesia berada di peringkat ke-89 dari 140 negara dengan 20,1 persen responden yang sangat percaya pada sains. Posisi ini masih jauh di bawah negara-negara papan atas.Di kawasan ASEAN, Indonesia berada di posisi tengah. Filipina menjadi yang tertinggi di kawasan ini di peringkat ke-35 dengan 37,6 persen, sedangkan Indonesia masih unggul dari Malaysia, Laos, Kamboja, dan Thailand.
Hasil ini menunjukkan kepercayaan pada sains tidak hanya ditentukan oleh kemajuan ilmiah. Banyak faktor lain yang ikut berperan dalam membentuk cara masyarakat memandang sains.
Kepercayaan pada sains dapat menurun karena ketimpangan, rendahnya kepercayaan pada institusi, misinformasi, dan perbedaan pandangan politik. Karena itu, dibutuhkan lembaga yang dapat diandalkan dan komunikasi publik yang jelas agar masyarakat semakin percaya pada sains.
Nah, Sobat Medcom, itulah daftar negara yang paling percaya pada sains. Semoga informasi ini bermanfaat, ya! (Talitha Islamey)
Baca Juga :