Lembaga riset US News & World Report merilis laporan Best Countries 2026 yang menilai tingkat kesejahteraan dan nama baik dari 100 negara di dunia. Penilaian ini mengukur keberhasilan negara-negara berdasarkan beberapa hal penting, seperti pertumbuhan ekonomi, tata kelola pemerintah, layanan kesehatan, fasilitas umum, hingga peluang usaha dan pariwisata.
Survei ini menilai hampir seluruh negara anggota ASEAN, kecuali Timor-Leste dan Brunei Darussalam. Dari hasil penilaian tersebut, terlihat jelas urutan negara di Asia Tenggara, mulai dari yang paling sejahtera hingga negara yang masih berjuang mengatasi masalah dalam negeri.
Beberapa negara di kawasan ini berhasil mencetak kemajuan ekonomi dan memiliki fasilitas umum yang sangat canggih. Sebaliknya, ada juga negara yang masih harus bekerja keras mengatasi kemiskinan, keterbatasan fasilitas, hingga konflik politik yang belum selesai.
Berdasarkan data Best Countries 2026, Singapura berhasil menduduki posisi puncak di kawasan ASEAN, sementara negara-negara tetangganya berada di peringkat menengah hingga bawah secara global. Berikut daftar negara paling sejahtera di ASEAN tahun 2026:
Daftar Negara Paling Sejahtera di ASEAN 2026
1. Singapura: Peringkat 16 Dunia (Nilai: 70,7)
Sebagai kekuatan ekonomi utama di Asia, Singapura tumbuh sangat pesat berkat industri elektronik dan obat-obatan yang maju. Ekonomi yang kuat ini membuat pendapatan warga Singapura tergolong tinggi dan angka penganggurannya sangat rendah.Keunggulan terbesar Singapura terletak pada fasilitas umumnya yang menduduki peringkat nomor satu di dunia dengan nilai 88,7. Namun, wilayahnya yang sempit membuat Singapura menghadapi tantangan di bidang lingkungan alam dan tingginya biaya hidup.
2. Malaysia: Peringkat 41 Dunia (Nilai: 58,9)
Malaysia memiliki ekonomi kuat dan beragam, terutama dari hasil ekspor barang elektronik, minyak kelapa sawit, serta gas alam. Negara ini mencatat pertumbuhan ekonomi yang stabil dan sukses menurunkan angka kemiskinan secara drastis dalam beberapa puluh tahun terakhir.Letak geografisnya yang strategis di jalur perdagangan dunia makin memperkuat posisi Malaysia. Meskipun begitu, masalah kelestarian hutan dan isu tenaga kerja masih menjadi perhatian penting.
3. Thailand: Peringkat 46 Dunia (Nilai: 55,6)
Thailand mengandalkan sektor pertanian sebagai penjual beras terbesar di dunia, serta didukung oleh industri pabrik yang kuat. Sektor pariwisata yang sangat terkenal juga menjadi sumber penghasilan yang sangat besar bagi negara ini.Jumlah pengangguran dan kemiskinan di Thailand terbilang cukup rendah dibanding negara berkembang lainnya. Namun, kondisi politik di dalam negerinya masih sering tidak stabil.
4. Vietnam: Peringkat 57 Dunia (Nilai: 53,0)
Reformasi ekonomi yang dilakukan Vietnam berhasil mengubah negara ini menjadi salah satu pusat pabrik pakaian dan mesin yang diperhitungkan dunia. Hasilnya, banyak investor asing yang masuk dan menanamkan modal di Vietnam.Meskipun angka kemiskinan sudah turun, perbedaan tingkat ekonomi antara warga kota dan warga desa masih cukup jauh. Selain itu, isu kebebasan berpendapat dan hak asasi manusia juga masih sering disorot di Vietnam.
5. Indonesia: Peringkat 62 Dunia (Nilai: 49,3)
Sebagai negara kepulauan terbesar dan anggota G20, Indonesia memegang peran sebagai pemilik ekonomi terbesar di Asia Tenggara. Kekuatan utamanya berasal dari hasil pabrik serta ekspor minyak bumi, gas alam, kelapa sawit, kopi, dan cokelat.Indonesia juga kaya akan ragam budaya serta kekayaan alam laut dan darat yang sangat melimpah. Namun, usaha untuk menjadi negara yang lebih sejahtera masih terhambat oleh masalah korupsi, pembangunan fasilitas yang belum merata, dan kerusakan hutan.
6. Filipina: Peringkat 78 Dunia (Nilai: 46,2)
Ekonomi Filipina sangat terbantu oleh uang miliaran dolar yang dikirimkan oleh para warganya yang bekerja di luar negeri. Sektor pariwisata dan industri elektronik juga terus berkembang untuk menambah pendapatan negara.Di sisi lain, Filipina masih harus berjuang keras mengatasi masalah kemiskinan yang dialami oleh seperempat populasinya. Bencana alam yang sering terjadi serta gangguan dari kelompok pemberontak juga terus mengancam keamanan negara.
7. Kamboja: Peringkat 91 Dunia (Nilai: 39,6)
Kamboja memiliki sejarah budaya yang sangat kaya, seperti kemegahan Candi Angkor Wat yang menarik banyak wisatawan asing. Sebagian besar warganya tinggal di pedesaan dan menggantungkan hidup dari bertani, terutama menanam padi.Kurangnya saluran irigasi sawah serta bahaya sisa ranjau darat perang masa lalu masih menyulitkan para petani di Kamboja. Masalah penebangan hutan secara liar juga menjadi ancaman lingkungan yang serius.
8. Laos: Peringkat 93 Dunia (Nilai: 37,4)
Sebagai satu-satunya negara di ASEAN yang tidak memiliki laut, Laos memanfaatkan aliran Sungai Mekong untuk menghasilkan listrik dari tenaga air (hidroelektrik), pertambangan, serta pertanian.Namun, pembangunan proyek listrik yang dibiayai dari utang luar negeri mulai memberatkan keuangan negara. Turunnya nilai mata uang lokal dan sulitnya akses perdagangan lewat darat juga membuat ekonomi Laos lambat berkembang.
9. Myanmar: Peringkat 96 Dunia (Nilai: 32,1)
Myanmar berada di posisi paling bawah di Asia Tenggara akibat krisis politik dan perang yang belum selesai. Perebutan kekuasaan oleh militer dan konflik bersenjata membuat ekonomi negara ini terpuruk dan memicu kemiskinan di mana-mana.Meski memiliki kekayaan alam yang melimpah, ekonomi Myanmar menjadi salah satu yang paling tertinggal di Asia Tenggara. Jarak antara orang kaya dan orang miskin sangat jauh, diperparah dengan berkurangnya kerja sama dari negara-negara luar.
Laporan Best Countries 2026 menunjukkan pemerintahan yang jujur, kondisi negara yang aman, serta fasilitas umum modern adalah kunci utama menuju kesejahteraan. Keberhasilan Singapura berada di peringkat atas dunia menjadi bukti nyata perencanaan matang bisa membawa sebuah negara menjadi sangat maju.
Bagi negara-negara berkembang di Asia Tenggara, hasil pemeringkatan ini bisa menjadi pendorong untuk terus berbenah. Seluruh warga di kawasan ASEAN diharapkan bisa menikmati hidup yang lebih baik dan sejahtera dengan membangun fasilitas umum yang merata, menjaga lingkungan, dan memperkuat ekonomi rakyat. (Talitha Islamey)
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda