Prabowo mengatakan pengembangan Rumah Pendidikan merupakan bagian dari strategi pemerintah memperluas akses terhadap pendidikan berkualitas. Terutama bagi sekolah-sekolah di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
"Bahwa kita punya apps yang dilaksanakan oleh Menteri Dikdasmen, Rumah Pendidikan, portal terintegrasi dengan interactive flat panel yang kita bagikan telah digunakan oleh lebih dari 6,9 juta pengguna," kata Prabowo dalam Sidang Kabinet Paripurna di Jakarta, Minggu, 20 Juli 2026.
| Baca juga: Mengejutkan! 90% Juara Dunia Bukan Juara Waktu Kecil, Wamen Stella: Jangan Paksa Anak |
Menurut dia, platform tersebut Rumah Pendidikan kini menyediakan 4.843 sumber belajar gratis. Platform itu dapat diakses oleh guru maupun siswa di berbagai daerah.
Prabowo mengatakan kehadiran Rumah Pendidikan tidak hanya memudahkan proses belajar mengajar. Tetapi juga membantu meningkatkan kualitas pembelajaran melalui pemanfaatan teknologi digital.
Ia menjelaskan platform itu telah memberikan manfaat bagi ratusan ribu guru yang bertugas di wilayah 3T. Melalui Rumah Pendidikan, para guru dapat mengakses materi pembelajaran, bahan ajar, hingga berbagai layanan pendidikan yang sebelumnya sulit dijangkau.
Presiden menegaskan pemanfaatan Rumah Pendidikan tidak berdiri sendiri. Platform tersebut telah diintegrasikan dengan program distribusi interactive flat panel atau panel pintar yang kini dipasang di sekolah-sekolah di seluruh Indonesia.
Pemerintah, kata Prabowo, telah membagikan satu panel pintar ke setiap sekolah pada tahun lalu. Kemudian pemerintah juga telah menargetkan penambahan perangkat untuk tiga ruang kelas di setiap sekolah sepanjang tahun 2026.
Dengan integrasi tersebut, guru dapat memanfaatkan materi pembelajaran digital secara langsung di ruang kelas. Sementara siswa memperoleh akses yang lebih luas terhadap sumber belajar berkualitas.
| Baca juga: Pakar Sarankan Orang Tua Sembuhkan Luka Inner Child agar Tak Menular ke Pola Pengasuhan |
Prabowo menilai langkah tersebut menjadi salah satu alasan Indonesia memperoleh pengakuan internasional di bidang digitalisasi pendidikan. "Penghargaan dari PBB ini membuktikan digitalisasi pendidikan kita diakui dunia. Kita melompat, kita melompat saudara-saudara," ujarnya.
Meski demikian, Presiden menegaskan pemerintah tidak akan berhenti pada capaian tersebut. Penguatan Rumah Pendidikan akan terus dilakukan seiring perluasan distribusi panel pintar dan renovasi sekolah agar transformasi pendidikan dapat dirasakan secara merata oleh seluruh peserta didik di Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda