Jakarta: Transformasi digital dalam dunia keuangan dan tata kelola publik meningkatkan kebutuhan akan komunikasi informasi keuangan yang transparan dan akuntabel. Penguatan Literasi Keuangan Digital (LKD) atau Digital Financial Literacy (DFL) menjadi sangat krusial bagi ketahanan dan keberlanjutan bisnis UMKM, sekaligus membantu mereka beradaptasi dalam ekonomi digital dengan aman.
Pesatnya perkembangan ekosistem teknologi finansial (fintech) seperti dompet digital (e-wallet), pembayaran digital, sistem QRIS, layanan paylater, hingga investasi ritel membawa risiko baru. Risiko tersebut meliputi penyebaran informasi yang salah (misinformation), penipuan (fraud), pelanggaran privasi, hingga keputusan keuangan yang buruk.
Tim Program Studi Pendidikan Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Negeri Jakarta (FEB UNJ) sebagai institusi pendidikan akuntansi menyiapkan pendidik masa depan yang mampu mentransfer pengetahuan keuangan digital ini kepada masyarakat. Transfer pengetahuan ini menyasar dosen, calon guru akuntansi, guru aktif, dan mahasiswa.
Kegiatan diselenggarakan dalam program Pengabdian Kepada Masyarakat Internasional (PPM-KI) pada akhir Juli 2026 mengangkat tema “Enhancing Transparency, Accountability, and Digital Financial Literacy in Accounting Education”. Kegiatan digelar hibrida dengan pusat kegiatan di Universitas Negeri Jakarta, Rawamangun, serta partisipasi daring dari dalam dan luar negeri.
Program berskala internasional ini menghadirkan pembicara Dr. Suria Majdi dari Universiti Teknologi Mara Malaysia. Dia menyampaikan materia dengan tema "Digital Literacy in Accounting Education".
Melalui kegiatan ini, kompetensi literasi keuangan digital diharapkan dapat terintegrasi lebih kuat dalam dunia pendidikan. Sekaligus, menjadi motor penggerak ketahanan ekonomi digital bagi para pelaku usaha kecil di Indonesia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan