Tianjin: Program studi (Prodi) Penelitian dan Evaluasi Pendidikan (PEP) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) menjalin kerja sama dengan Tianjin Foreign Studies University (TFSU), Tianjin, China, Jumat (3/7/2026) siang waktu setempat.
Kerja sama yang merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat (P2M) ini dilakukan dalam rangka meningkatkan wawasan budaya Indonesia terhadap mahasiswa program studi Bahasa Indonesia di TFSU.
Delegasi UNJ dipimpin oleh Ketua Kegiatan P2M, Dinny Devi Triana, dua orang dosen yang meliputi Faisal Mardani dan Anan Sutisna Nian serta satu orang mahasiswa, Ruslina Irianty.
Acara dimulai dengan penyambutan delegasi UNJ oleh petinggi TFSU. Kepada para delegasi tersebut, Wakil Dekan Fakultas Bahasa Asia dan Afrika, Zhu Libin didampingi pimpinan administrasi, Zhang Haimei memperkenalkan lebih dahulu mengenai TSFU.
Kemudian acara dilanjutkan dengan memberikan materi kepada belasan mahasiswa prodi Bahasa Indonesia. Materi yang diberikan berisi tentang akulturasi budaya Betawi dan Tiongkok.
Di penghujung acara, dilakukan pengukuran kemampuan literasi bahasa melalui materi berupa buku saku yang diberikan. Hal ini dilakukan guna mengetahui sejauh mana pemahaman materi para mahasiswa.
Dinny Devi Triana mengaku puas dengan hasil pengukuran yang dijalankan. Bahkan terdapat satu mahasiswi yang mendapat skor sempurna.
"Skor yang diperoleh mahasiswa antara skor 75 sampai 100. Hal ini menunjukkan literasi budaya mahasiswa TFSU sangat baik," ucap Dinny seusai acara.
Lebih lanjut, Dinny membeberkan target kerja sama yang diharapkan berlangsung hingga empat tahun ke depan ini. Wanita berstatus guru besar ini berharap kolaborasi ini membuka peluang adanya transfer ilmu antara dua perguruan tinggi tersebut.
"Ekspektasi kerja sama ini diharapkan terjalin program kegiatan berkelanjutan dalam bidang penelitian dan evaluasi di bidang pendidikan dengan mengkaji budaya Indonesia dan mengembangkan instrumen untuk mengukur berbahasa dan wawasan budaya Indonesia bagi mahasiswa TFSU," tutur Dinny.
"Target khusus membuka kegiatan lainnya dalam bidang penelitian, pengabdian masyarakat, dan pertukaran dosen," lanjut dosen yang juga mengajar di prodi Pendidikan Tari ini.
Dosen prodi Bahasa Indonesia TFSU, Han Xu lantas berterima kasih atas terjalinnya kerja sama dengan universitas yang berlokasi di Rawamangun, Jakarta Timur itu. Menurutnya, terjalinnya kolaborasi tersebut memungkinkan mahasiswanya mengenal lebih jauh budaya Indonesia secara komprehensif.
"Saya sangat berterima kasih atas kedatangan UNJ yang telah memberikan pemahaman yang sangat kaya tentang budaya Indonesia dan budaya Tiongkok," papar Han Xu.
"Kerja sama ini membuat kami juga bisa lebih dekat, jadi ternyata ada budaya Tiongkok di Indonesia, jadi buat mahasiswa dan juga saya lebih paham dan juga mereka bisa lebih ingin belajar (melanjutkan kuliah) ke Indonesia," tutup wanita yang sempat berkuliah di Indonesia ini.
Langkah ini semakin menunjukkan komitmen UNJ dalam menempatkan kajian budaya tanah air di peta akademik dunia. Sebelumnya, UNJ telah menjalin kerja sama dengan berbagai perguruan tinggi di negara lain, di antaranya Thammasat University, Thailand dan Universiti Teknologi MARA (UiTM), Malaysia.
Jadikan Medcom.id sumber informasi pilihan Anda
FOLLOW US
Ikuti media sosial medcom.id dan dapatkan berbagai keuntungan