“Kami sudah masuk peringkat 300-an untuk bidang pendidikan,” kata Wakil Rektor Bidang Akademik, Kemahasiswaan dan Alumni UNJ, Ifan Iskandar di UNJ, Kamis 23 April 2026.
Pencapaian ini diraih setelah UNJ mulai mengikuti pemeringkatan global. Data terkait pemeringkatan mulai disubmit sejak 2024 di berbagai lembaga.
“Kami baru masuk pemeringkatan sejak 2024,” ujarnya.
Indikator penilaian dalam pemeringkatan cukup beragam. Mulai dari penerimaan mahasiswa internasional hingga kolaborasi kampus secara global.
“Termasuk jumlah mahasiswa asing dan dosen internasional,” ucapnya.
| Baca juga: Rekomendasi 10 Kampus Negeri di Jakarta, Bukan Cuma UI dan UNJ Lho! |
Selain itu, aspek lingkungan juga dinilai. Kampus didorong lebih ramah lingkungan.
“Kesadaran ekologis juga menjadi indikator,” jelasnya.
Di samping itu, UNJ terus melakukan pembenahan secara administratif. Hal ini untuk memenuhi standar global.
“Kami terus berbenah secara kelembagaan,” katanya.
Upaya pembenahan secara kelembagaan ini dilakukan secara bertahap. Menurut Ifan, hal itu memang tidak instan.
Meski baru dua tahun dalam mengikuti standar pemeringkatan global, hasilnya mulai terlihat. Peringkat UNJ secara global meningkat perlahan.
“Sudah masuk menengah ke atas,” tuturnya.
UNJ optimistis peringkatnya bisa terus naik. Targetnya pengakuan global.
“Kami ingin diakui secara internasional,” tegasnya.
Pada tahun ini, UNJ debut di ajang pemeringkatan internasional bergengsi Times Higher Education World University Rankings (THE WUR) 2026. UNJ menempati peringkat ke-13 nasional di antara 24 Perguruan Tinggi Negeri Badan Hukum (PTNBH) yang juga tercatat dalam daftar THE WUR 2026.
UNJ juga berhasil masuk ke dalam peringkat dunia 1501+, sejajar dengan universitas ternama lainnya. Rektor UNJ, Komarudin, menyampaikan rasa syukur dan apresiasinya atas capaian bersejarah ini.
“Hasil ini merupakan pencapaian kolektif seluruh sivitas akademika UNJ. Debut UNJ di THE WUR 2026 bukan hanya sebuah pengakuan internasional, tetapi juga menjadi pemacu semangat untuk terus meningkatkan mutu pembelajaran, riset, dan pengabdian kepada masyarakat dalam rangka mencapai visi UNJ menjadi World Class University,” ujar Komarudin dikutip dari laman unj.ac.id, Selasa, 14 Oktober 2025.
Wakil Rektor Bidang Riset, Inovasi, dan Sistem Informasi UNJ, Fahrurrozi, menekankan pentingnya menjaga momentum ini melalui penguatan riset dan kolaborasi. Pihaknya akan terus mendorong publikasi ilmiah bereputasi, memperluas kerja sama internasional, serta memperkuat ekosistem riset dan inovasi di UNJ.
"Dengan demikian, UNJ tidak hanya mampu bersaing di tingkat nasional, tetapi juga semakin diperhitungkan di tingkat global, dan kedepannya kami berharap UNJ terus meningkat pemeringkatannya,” jelas Fahrurrozi.
Capaian UNJ dalam THE WUR 2026 menjadi tonggak penting dalam perjalanan universitas menuju visi sebagai World Class University. Sekaligus, bukti komitmen UNJ meningkatkan daya saing pendidikan tinggi Indonesia di kancah dunia. Dalam penilaian THE WUR 2026, UNJ meraih skor keseluruhan 10.3–27.2 yang berasal dari lima pilar utama. Pada aspek teaching, UNJ memperoleh skor 21.2 sebagai cerminan kualitas lingkungan pembelajaran. Pada aspek research environment, UNJ mencatat skor 11.2, menunjukkan peningkatan volume, pendapatan, dan reputasi riset.
Sementara itu, pada aspek research quality, UNJ meraih skor 23.2. Aspek industry memberikan skor 16.0 dan pada aspek international outlook, UNJ memperoleh skor 21.2.
THE World University Rankings menilai performa perguruan tinggi berdasarkan mutu pengajaran, kekuatan riset, kolaborasi industri, serta jejaring internasional. Metodologi THE WUR menggunakan 18 indikator penilaian yang dikelompokkan dalam lima pilar utama, yaitu pengajaran, lingkungan riset, kualitas riset, pandangan internasional, dan industri. Evaluasi dilakukan melalui data kuantitatif dan reputasi akademik global.
Cek Berita dan Artikel yang lain di
Google News